5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Berusaha Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Apakah Anda sedang mencoba hamil dan masih menemui kegagalan? Mencoba hamil bukan suatu perkara yang mudah untuk dilakukan. Mempertemukan sel telur dan sperma agar terjadi pembuahan harus berada di waktu yang tepat. Jika tidak, maka tidak akan terjadi kehamilan. Terkadang para pasangan yang melakukan hubungan intim untuk menghasilkan kehamilan, tidak memperhitungkan waktu yang tepat. Bukan hanya masalah waktu, tetapi juga terdapat faktor lainnya yang dapat menggagalkan Anda untuk dapat mencapai kehamilan.

Berbagai kesalahan saat mencoba hamil

Tanpa disadari, mungkin kesalahan-kesalahan di bawah ini masih dilakukan oleh Anda saat sedang mencoba hamil, sehingga Anda belum berhasil untuk mencapai kehamilan.

1. Terlalu jarang atau terlalu sering melakukan hubungan intim

Jika Anda berpikiran bahwa jarang berhubungan intim akan membuat sperma lebih banyak, maka Anda salah. Frekuensi Anda berhubungan intim tidak mempengaruhi jumlah sperma yang diproduksi. Jarang melakukan hubungan intim dengan pasangan justru akan membuat Anda melewatkan waktu ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur wanita).  Kebanyakan pasangan melewatkan hal ini sehingga mereka belum berhasil untuk memiliki anak.

Sebaliknya, terlalu sering berhubungan intim juga tidak baik jika malah membuat Anda tidak tertarik dan stres. Walaupun semakin sering Anda berhubungan intim dengan pasangan dapat membuat peluang untuk mencapai kehamilan semakin besar, namun keseringan berhubungan intim juga dapat menimbulkan masalah. Terlalu sering berhubungan intim mungkin dapat membuat salah satu dari Anda tidak tertarik ketika peluang untuk terjadinya kehamilan sedang terbuka.

Selain itu, berhubungan intim setiap hari mungkin dapat membuat Anda stres karena terlalu berpikir tentang bagaimana caranya untuk mencapai kehamilan. Jika Anda stres, hormon dapat terpengaruh dan dapat mempengaruhi terjadinya pembuahan (di mana sel telur bertemu dengan sperma). Sebenarnya melakukan hubungan intim setiap hari tidak menjadi masalah, justru semakin membuka peluang Anda untuk mencapai kehamilan. Namun, sebaiknya jangan terlalu stres dengan harus mencapai kehamilan itu sendiri, lebih baik nikmati waktu Anda berdua dengan pasangan.

2. Melewatkan waktu ovulasi

Banyak pasangan yang belum berhasil untuk mencapai kehamilan disebabkan karena tidak melakukan hubungan intim di waktu yang tepat sehingga mereka melewatkan waktu ovulasi. Mengetahui kapan terjadinya waktu ovulasi atau waktu paling subur dari wanita memang agak sulit. Akan lebih baik jika sperma sudah berada di dalam tubuh wanita setidaknya 3 hari sebelum tubuh wanita melepaskan sel telur karena sperma mampu bertahan hidup sampai 5 hari, sedangkan sel telur wanita hanya mampu bertahan sampai 24 jam setelah dilepaskan. Jadi, jika Anda berhubungan intim di hari terjadinya ovulasi, besar kemungkinan Anda kehilangan kesempatan untuk membuat sel telur bertemu dengan sperma, hasilnya Anda tidak akan mencapai kehamilan. Jika Anda melewatkannya, maka Anda harus mencobanya lagi di bulan berikutnya.

Kuncinya adalah Anda mengetahui kapan waktu ovulasi. Bagaimana caranya? Anda harus melacak periode ovulasi Anda setidaknya 3 bulan sebelum Anda merencanakan kehamilan. Catat periode menstruasi Anda setiap bulan dan suhu tubuh basal Anda. Lakukan hubungan intim beberapa hari sebelum terjadinya ovulasi.

3. Stres

Stres dapat mengganggu pembuahan karena dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus (kelenjar pada otak yang mengatur nafsu makan dan emosi, serta juga mengatur hormon yang memicu pelepasan sel telur). Stres mungkin dapat merusak siklus ovulasi Anda sehingga Anda tidak dapat memprediksi kapan Anda akan ovulasi.

Stres dapat dibedakan menjadi dua, yaitu stres yang terjadi dalam waktu yang konstan, dan stres yang terjadi tiba-tiba. Mungkin tubuh dapat melakukan penyesuaian diri untuk stres yang terjadi dalam tingkat tinggi dan dalam waktu yang terus menerus, sehingga Anda mungkin masih bisa mengalami ovulasi di setiap waktunya. Namun, jika stres terjadi secara tiba-tiba, seperti kecelakaan atau ada anggota keluarga yang meninggal, ini mungkin dapat merusak siklus ovulasi Anda. Tentu, ini terjadi tidak sama antar wanita.

Jika Anda sedang mencoba untuk hamil dan Anda sedang stres, lendir serviks atau mulut rahim Anda dapat menunjukkan tanda-tandanya. Mungkin lendir serviks Anda akan lebih meningkat diselingi dengan lendir yang lebih kering pada hari berikutnya. Ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mencoba untuk ovulasi, tetapi stres yang terjadi dapat menunda hal itu.

Anda mungkin dapat mengetahui kapan Anda mengalami ovulasi dengan menggunakan suhu tubuh basal Anda. Suhu tubuh basal Anda akan lebih tinggi ketika terjadi ovulasi. Jadi walaupun stres dapat mengganggu siklus ovulasi Anda, tetapi ini tidak akan mengurangi kesempatan Anda untuk mencapai kehamilan, selagi Anda dapat mengetahui kapan waktu terjadinya ovulasi.

4. Berhubungan seks selalu dalam posisi yang sama

Anda mungkin sering dengar bahwa posisi pria di atas dan wanita di bawah (posisi misionaris) merupakan posisi yang paling baik untuk mencapai kehamilan. Namun, jika Anda mengubah posisi Anda pun hasilnya akan sama. Posisi tidak akan mempengaruhi tercapainya kehamilan. Bagaimanapun posisinya, sperma yang dikeluarkan pria akan berenang menuju lendir pada serviks wanita yang akan membawa sperma ke tuba falopi (saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim). Temukanlah posisi yang membuat Anda dan pasangan nyaman.

5. Menggunakan pelumas

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelumas vagina dapat merusak sperma dan mengganggu kemampuan sperma bergerak menuju rahim untuk membuahi sel telur. Keasaman atau pH yang dihasilkan lendir serviks tepat sebelum ovulasi mempunyai kesesuaian yang tepat bagi sperma untuk bertahan hidup dan bergerak, sedangkan pH yang dimiliki pelumas tidak sesuai dengan sperma, sehingga spema dapat mati. Selain itu, kekentalan dari pelumas membuat sperma sulit untuk bergerak, dan kadar air dalam pelumas dapat membuat sperma menyerap air sehingga dapat merusak sperma.

Jika Anda merasa kering karena tidak menggunakan pelumas, cobalah gunakan air hangat sebagai pelumas. Air tidak merusak sperma dan tidak akan mengganggu kemampuan sperma untuk mencapai serviks. Jika Anda masih merasa perlu untuk menggunakan pelumas ketika mencoba hamil, sebaiknya Anda memilih pelumas yang telah lulus uji klinis dan ramah terhadap sperma, sehingga aman dan efektif. Atau jika Anda ingin mencoba yang alami, Anda bisa mencoba minyak zaitun, minyak sayur, minyak bayi, atau putih telur.

BACA JUGA

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca