5 Hal yang Terbukti Dapat Merusak Sperma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak hal yang menyebabkan pasangan sulit hamil terkait sperma suami, di antaranya kualitas sperma yang rendah. Dalam 1 dari 10 pasangan yang tidak subur, diperkirakan bahwa sebanyak 30% faktor penyebabnya adalah karena sperma. Selain faktor bawaan, ada kemungkinan ini disebabkan oleh hal-hal yang merusak sperma.

Meskipun pria menghasilkan jutaan sperma per harinya (dibandingkan dengan perempuan yang melepaskan sel telur sejumlah 300-400 selama hidup mereka), faktor eksternal seperti suhu dapat sangat mempengaruhi kesehatan sperma. Dan karena sel sperma membutuhkan waktu sekitar 75 hari untuk tumbuh menjadi dewasa, kualitas sperma yang buruk dapat mempengaruhi kesuburan Anda.

Ini adalah 10 faktor mengejutkan yang dapat menurunkan kualitas sperma:

1. Panas berlebih

Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali suhunya lebih dingin daripada bagian tubuh yang lain. Untungnya, anatomi laki-laki dirancang untuk menciptakan jarak antara testis dan suhu inti tubuh. Jika suhu testis naik hingga menjadi 37˚C, produksi sperma terganggu. Beberapa situasi sehari-hari yang memungkinkan testis Anda terpapar panas berlebih adalah saat berendam air panas, bekerja dengan laptop di pangkuan Anda, menggunakan celana yang ketat, atau duduk terlalu lama di tempat yang panas misalnya saat menyetir bis atau truk.

2. Varikokel

Hampir 15% pria memiliki varikokel, alias pembuluh darah yang membesar di skrotum, biasanya terletak di sebelah kiri testis. Saat seorang pria memiliki jumlah sperma yang rendah, para dokter mungkin akan merekomendasikan perbaikan varises, yaitu sebuah prosedur yang memperbaiki pembuluh darah yang membesar di skrotum dengan pembedahan atau melalui embolisasi perkutan (prosedur non-bedah menggunakan kateter).

Meskipun tidak terlihat jelas, varikokel dapat mengganggu produksi sperma dengan mengganggu aliran darah, membuat skrotum panas, atau menyebabkan darah kembali ke pembuluh darah yang memasok testis. Meskipun ada sedikit bukti bahwa kesuburan membaik setelah embolisasi varises, beberapa dokter percaya operasi ini dapat meningkatkan kualitas sperma.

3. Kegemukan

Kelebihan berat badan bukan hanya mengganggu kesuburan wanita, tapi juga bisa mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan disfungsi seksual pada pria. Menurut sebuah penelitian tahun 2009 oleh WHO, pria yang awalnya subur namun kemudian mengalami kegemukan ternyata fungsi testisnya menurun drastis dan jumlah sperma menjadi lebih rendah secara signifikan.

Namun, walaupun kegemukan dapat mengurangi jumlah sperma, ini tidak akan membuat pria mandul kecuali ia menderita obesitas alias kelebihan berat badan esktrem.

4. Alkohol, narkoba, dan rokok

Tembakau, alkohol, dan ganja dapat merusak fungsi seksual. Penyalahgunaan alkohol mempengaruhi kualitas dan produksi sperma secara negatif, sementara merokok mengganggu motilitas/pergerakan sperma.

Selain memperlambat keluarnya sperma, penelitian lain menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan risiko impotensi. Ganja juga tidak baik karena telah terbukti mengurangi jumlah sperma, fungsi sperma, dan kesuburan pria secara keseluruhan.

5. Masalah lain yang mempengaruhi sperma

Beberapa kondisi fisik dan psikologis juga dapat mempengaruhi sperma secara negatif, termasuk:

  • Stres emosional. Stres dapat mengganggu hormon-hormon yang memengaruhi kesuburan.
  • Kelainan genetik. Kelainan kromosom dapat menyebabkan penurunan atau terhentinya produksi sperma. Contohnya, salah satu bentuk kista fibrosis dapat menyebabkan vas deferens tidak terbentuk.
  • Faktor yang merugikan lainnya. Antibodi antisperma, ketidakseimbangan hormonal, kanker testis, buah zakar yang tidak turun, dan masalah seksual juga dapat mempengaruhi sperma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretritis Gonore

Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)?

Premarital check up adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan yang penting dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
hemokromatosis

Hemokromatosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit