Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Bertubuh Gemuk Sebelum Hamil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/06/2020
Bagikan sekarang

Apakah Anda sedang mempersiapkan kehamilan Anda? Salah satu hal yang harus Anda persiapkan sebelum hamil adalah berat badan Anda. Ya, berat badan Anda sebelum hamil bisa memengaruhi kesehatan Anda saat hamil. Sehingga, Anda disarankan untuk mempunyai berat badan yang normal sebelum hamil. Lalu, bagaimana jika saya mempunyai tubuh yang gemuk sebelum hamil? Apa yang dapat terjadi?

Risiko apa yang mungkin terjadi jika saya sudah gemuk sebelum hamil?

Berat badan sebelum hamil dapat memengaruhi berat badan Anda selama kehamilan. Wanita yang mempunyai tubuh gemuk sebelum hamil cenderung akan mempunyai berat yang berlebih juga selama kehamilan. Padahal, untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, Anda disarankan untuk memiliki berat badan yang normal selama hamil.

Berat badan berlebih saat hamil membuat kehamilan Anda lebih berisiko bagi Anda dan juga janin. Beberapa risiko yang bisa terjadi saat hamil jika berat badan Anda berlebih adalah:

  • Diabetes gestasional. Ibu hamil yang obesitas berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes gestasional. Hal ini dapat menyebabkan bayi tumbuh sangat besar, sehingga perlu dilahirkan dengan cara sesar.
  • Preeklampsia. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan. Preeklampsia yang sudah parah dapat menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal dan hati.
  • Sleep apnea. Ibu hamil yang obesitas juga lebih berisiko mengalami sleep apnea. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan dan juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, preeklampsia, eklampsia, serta gangguan jantung dan paru-paru.
  • Kelahiran prematur. Penelitian dari Stanford University School of Medicine menunjukkan bahwa wanita yang gemuk sebelum hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur sebelum usia kandungan 28 minggu. Sedangkan, kelahiran prematur pada usia kehamilan antara 28-37 minggu ditemukan tidak berhubungan dengan obesitas pada ibu.

Selain itu, obesitas saat hamil juga dapat menempatkan bayi pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami cacat lahir, makrosomia (ukuran bayi lebih besar daripada normal), kelahiran prematur, dan bayi lahir mati.

Sebuah penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa wanita yang gemuk sebelum hamil memiliki kemungkinan dua sampai tiga kali lebih besar untuk memiliki bayi dengan kelainan jantung dan cacat lahir.

Tak hanya berhubungan dengan risiko saat hamil, namun berat badan berlebih sebelum hamil juga dapat dihubungkan dengan masalah yang dapat terjadi setelah melahirkan. Sebuah penelitian menemukan bahwa kelebihan berat badan atau gemuk juga dapat menurunkan tingkat hormon prolaktin (hormon menyusui) setelah melahirkan. Hal ini dapat menyebabkan wanita yang kelebihan berat badan cenderung berhenti menyusui lebih awal dibandingkan dengan wanita yang mempunyai berat badan normal.

Haruskan saya menurunkan berat badan sebelum hamil?

Jika Anda memiliki tubuh yang gemuk, menurunkan berat badan sebelum hamil merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kehamilan yang sehat serta menurunkan risiko komplikasi saat kehamilan. Menurunkan berat badan setidaknya 5-7% dari berat badan Anda saat ini atau sekitar 4,5-9 kg dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.

Lakukanlah penurunan berat badan dengan cara yang sehat dengan mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan melakukan olahraga teratur merupakan cara yang paling sehat untuk menurunkan berat badan. Berat badan Anda akan turun jika energi yang masuk melalui makanan lebih kecil daripada energi yang Anda keluarkan melalui aktivitas.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Microtia

Microtia atau mikrotia adalah salah satu cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Mengulik Lebih Dalam Seputar Kelainan Kongenital pada Bayi

Meski baru lahir, cacat bawaan atau kelainan kongenital berisiko terjadi pada bayi. Agar lebih jelas, simak informasi selengkapnya, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Hernia Diafragmatika

Hernia diafragmatika atau hernia diafragma adalah cacat lahir bayi. Cari tahu seputar penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab tidur berlebihan

Terus Mengantuk dan Ingin Tidur, Ini Berbagai Penyebab Anda Tidur Berlebihan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
omphalocele adalah omfalokel

Omphalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
atresia esofagus adalah esophageal atresia

Atresia Esofagus

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
tumbuh kembang bayi prematur

Anophthalmia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020