Amankah Obat Ranitidin untuk Ibu Hamil?

Oleh

Maag bisa tetap terjadi ketika seseorang sedang hamil. Kondisi maag sendiri tidak bisa dihindari, karena memang hormon dan kondisi fisik calon ibu yang tidak prima dapat memicu kambuhnya maag terjadi. Salah satu obat yang sering dikonsumsi sebagian orang guna meredakan perih pada lambung yaitu ranitidin. Amankah ranitidin untuk ibu hamil?

Apa itu raniditin?  

Ranitidin termasuk jenis obat untuk menghalangi atau mengurangi asam berlebihan dalam lambung atau saluran pencernaan. Obat ini bisa mengurangi refluks asam lambung dari saluran pencernaan sehingga mengurangi rasa sakit seperti mual dan perih akibat maag.

Obat ranitidine untuk ibu hamil menurut badan FDA di Amerika Serikat, tidak menyebabkan masalah untuk janin, meskipun obat ini juga akan melewati plasenta bayi dan bisa saja sampai ke janin. Namun pemakaian obat ranitidine hanya diizinkan dengan dasar pengawasan dari dokter. Jenis obat lain yang termasuk untuk menghalangi produksi asam termasuk famotidine, nizatidine, dan cimetidine.

Apakah ranitidin aman dikonsumsi ibu hamil?

Tidak ada jawaban yang pasti untuk pernyataan ini. Ketika Anda  memutuskan untuk mengonsumsi obat ini selama kehamilan, sangat penting untuk menimbang-nimbang bagaimana risikonya untuk kesehatan Anda terhadap bahaya yang mungkin terjadi untuk Anda atau pun bayi Anda. Biasanya, tergantung sudah berapa lama usia kandungan Anda dan berpengaruh terhadap kesehatan dan perkembangan janin.

Ranitidin atau penghambat reseptor H2 telah diuji pada wanita hamil, dan belum terbukti membahayakan perkembangan janin dalam rahim. Karena itu, raniditin lebih aman dipilih untuk digunakan pada kehamilan ketika terdapat perubahan gaya hidup seperti menghindari makanan pedas, berlemak, atau bersantan.

Berapa takaran dosis yang dianjurkan?

Jika mengonsumsi ranitidin untuk ibu hamil, dosisnya bervariasi, tidak sama satu dengan yang lain. Tergantung pada tujuan penggunaan, tingkat keparahan, gejala, dan riwayat kesehatan ibu hamil itu sendiri. Dosis dewasa dianjurkan biasanya 300mg per hari,  biasanya dianggap aman bagi ibu hamil. Dosis yang lebih kecil biasanya sekirari 75 mg dan 150mg dapat dikonsumsi jika keluhan tidak terlalu kronis. Pastikan untuk konsultasi dengan dokter Anda sebelum memulai mengonsumsi pada setiap dosis tertentu.

Jika tidak sengaja minum ranitidin saat hamil?

Dianjurkan untuk mencari informasi sebanyak-banyak. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan ini dan tanpa tahu Anda hamil, atau sedang program kehamilan, baiknya konsultasikan ke dokter. Sebuah penelitian telah dilakukan, antara tahun 1985 hingga 1990 untuk menentukan efek ranitidin untuk ibu hamil selama tahap akhir kehamilan, khususnya trimester ketiga. Namun, dari penelitian tersebut tidak ada bahaya serius yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca