backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daun Kelor? Ini Jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 30/01/2023

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daun Kelor? Ini Jawabannya!

    Daun kelor (Moringa oleifera) memang dikenal sebagai salah satu sayuran dengan kandungan gizi yang lengkap. Maka, tidak heran jika daun kelor banyak diolah menjadi produk kesehatan untuk berbagai kalangan. Namun, apakah manfaat daun kelor tetap berlaku untuk ibu hamil?

    Bolehkah ibu hamil makan daun kelor?

    Sayur daun kelor aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Berkat kandungan gizinya yang tinggi, daun kelor juga bisa menjadi sumber zat gizi yang penting selama kehamilan.

    Selain beragam zat gizi seperti vitamin C, kalsium, vitamin B6, dan zat besi, daun kelor juga mengandung antioksidan yang dibutuhkan selama kehamilan.

    Secara umum, berikut sejumlah manfaat yang bisa didapatkan ibu hamil jika mengonsumsi sayuran yang satu ini.

    1. Menjaga perkembangan janin

    hormon kehamilan

    Ibu hamil membutuhkan setidaknya 27 mg zat besi setiap harinya. Ternyata, Anda bisa mendapatkan setidaknya 4 mg zat besi dalam 100 gram daun kelor.

    Selama kehamilan, zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah yang mendukung perkembangan janin Anda. 

    Selain itu, kekurangan zat besi selama kehamilan bisa membuat ibu hamil cepat lelah dan meningkatkan risiko infeksi pada janin.

    2. Mencegah anemia

    Ekstrak daun kelor dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin merupakan protein di dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen.

    Khasiat daun kelor yang satu ini bahkan bisa disetarakan dengan manfaat konsumsi rutin suplemen zat besi untuk ibu hamil.

    Selain karena tingginya zat besi, vitamin A dalam daun kelor juga berperan untuk meningkatkan produksi sel darah merah.

    Kekurangan hemoglobin dan sel darah merah selama kehamilan diketahui dapat menyebabkan anemia. Tidak hanya berbahaya untuk janin, kondisi ini juga bisa membuat ibu hamil cepat lelah, pusing, hingga sesak napas.

    3. Merangsang produksi air susu ibu (ASI)

    Tidak hanya menjaga kesehatan janin, ibu hamil pada akhir masa kehamilan tentu perlu mempersiapkan ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang akan lahir.

    Daun kelor ternyata juga memiliki manfaat untuk mempersiapkan produksi ASI pada ibu hamil. Ini berkat kandungan senyawa fitosterol yang bersifat laktagogum.

    Artinya, senyawa ini dapat meningkatkan kinerja hormon oksitosin serta prolaktin dalam merangsang dan memperlancar produksi ASI.

    Pada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Midwifery and Nursing, sebaanyak 11 dari 22 ibu hamil berhasil meningkatkan produksi ASI hingga 15–50% setelah rutin mengonsumsi daun kelor.

    4. Mencegah diabetes gestational

    Diabetes gestasional merupakan salah satu masalah kehamilan yang paling umum. Kondisi ini terjadi karena tingginya kadar gula darah dalam darah.

    Untuk menurunkan produksi gula darah selama kehamilan, ibu hamil bisa mengonsumsi sayur daun kelor. Manfaat satu ini berasal dari kandungan isotiosianat yang dapat menjaga kinerja hormon insulin.

    Jika dibiarkan saja, diabetes gestasional bisa mengakibatkan beberapa komplikasi kehamilan hingga kelahiran prematur.

    5. Mengatasi morning sickness

    penyebab muntah darah saat hamil

    Mual dan muntah merupakan dua hal yang kerap dikeluhkan oleh ibu hamil, terutama pada awal masa kehamilan. Kondisi ini dikenal sebagai morning sickness.

    Meski akan mereda seiring bertambahnya usia kehamilan, ibu hamil bisa mengatasi rasa tidak nyaman karena morning sickness dengan mengonsumsi sayur daun kelor.

    Manfaat ini berasal dari kandungan vitamin B6 di dalam daun kelor. Sejumlah studi telah menemukan bahwa asupan vitamin B6 selama kehamilan bisa mengurangi mual dan muntah akibat morning sickness.

    6. Menjaga daya tahan tubuh

    Kandungan antioksidan seperti apigenin yang tinggi pada sayur kelor juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh ibu hamil.

    Selain itu, kandungan vitamin C yang mencapai 51,7 mg pada setiap 100 gram daun kelor juga dapat membantu memperkuat kekebalan tubuh selama kehamilan.

    Sistem kekebalan tubuh yang terjaga dapat melindungi ibu dari beragam penyakit yang membahayakan kehamilan.

    Julukan miracle tree untuk daun kelor


    Dengan segudang manfaat yang dimiliki, daun kelor sampai disebut sebagai miracle tree atau pohon keajaiban.
    World Health Organization (WHO) bahkan telah mempromosikan manfaat daun kelor sejak 1998 untuk membantu mengatasi malnutrisi.

    7. Mengurangi risiko stunting

    Stunting merupakan hambatan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi, baik setelah bayi lahir maupun selama janin berada dalam kandungan.

    Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengonsumsi daun kelor.

    Kandungan zat gizi makro, vitamin, dan mineral yang cukup lengkap dalam daun kelor inilah yang membantu mencegah stunting sejak kehamilan.

    8. Mengurangi risiko preeklampsia

    Meski masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut, daun kelor terbukti memiliki sifat antihipertensi. Dengan kata lain, tumbuhan ini bisa membantu menurunkan tekanan darah.

    Dengan sifat tersebut, sayur kelor dapat dijadikan makanan untuk mencegah preeklampsia pada ibu hamil.

    Selain itu, flavonoid sebagai salah satu senyawa yang banyak ditemukan pada daun kelor juga terbukti dapat menurunkan risiko preeklampsia.

    Efek samping daun kelor pada ibu hamil

    Manfaat daun kelor untuk mata

    Sampai saat ini belum ditemukan adanya efek samping pada ibu hamil setelah mengonsumsi daun kelor. Meski begitu, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara berlebihan.

    Pasalnya, walaupun sudah ada beberapa penelitian yang membuktikan manfaatnya, penelitian lanjutan mengenai keamanan konsumsi daun kelor tetap masih dibutuhkan.

    Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai jumlah daun kelor yang bisa Anda konsumsi setiap harinya. Anda bisa melakukannya saat konsultasi kehamilan rutin.

    Selain itu, jangan jadikan daun kelor sebagai satu-satunya sumber zat gizi selama kehamilan. Tetap imbangi dengan mengonsumsi makanan lain yang mengandung karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan serat.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 30/01/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan