backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Kenali Manfaat Makan Biltong untuk Ibu Hamil dan Janin

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 03/07/2023

Kenali Manfaat Makan Biltong untuk Ibu Hamil dan Janin

Penganan bernama biltong mungkin asing di telinga Anda, padahal olahan daging yang satu ini bisa bermanfaat selama kehamilan, lho.

Lantas, apa saja manfaat makanan ini untuk ibu hamil dan janinnya? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui selengkapnya.

Apa itu biltong?

Biltong adalah olahan daging kering mirip dendeng dari Afrika Selatan. Makanan yang biasanya terbuat dari daging sapi ini diawetkan dengan dengan garam, cuka, dan rempah-rempah.

Lalu, daging akan diangin-anginkan atau dikeringkan dalam oven suhu rendah. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas daging tanpa perlu pendinginan atau pembekuan.

Makanan ini sering kali dijadikan sebagai camilan yang bergizi tinggi. Biltong tinggi akan protein dan zat besi yang penting untuk kesehatan ibu hamil dan janin.

Selain itu, olahan daging kering ini juga merupakan sumber vitamin dan mineral penting, seperti vitamin B12, kalium, dan magnesium.

Perbedaan dendeng dan biltong

  • Potongan daging: umumnya terbuat dari bagian paha belakang sapi (gandik). Dendeng memiliki potongan tipis dan biltong cenderung lebih tebal.
  • Bumbu: dendeng dibumbui dengan gula, kecap, dan kecap inggris, sedangkan biltong dibumbui dengan garam, cuka, dan rempah-rempah.
  • Pengolahan: dendeng dipanggang atau diasap selama beberapa jam, sedangkan biltong dikeringkan dengan dijemur atau dioven dengan suhu rendah.
  • Cita rasa: dendeng punya rasa yang lebih berasap (smoky), sedangkan biltong lebih gurih, asin, dan dan berempah.

Ragam manfaat biltong untuk ibu hamil

Cita rasa olahan daging ini banyak disukai dan telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Berikut ini adalah beberapa manfaat olahan daging kering ini untuk ibu hamil.

1. Mendukung perkembangan janin

nafsu makan saat hamil

Biltong bisa menyumbangkan asupan protein untuk ibu hamil dan janin. Protein merupakan zat gizi penting yang membangun jaringan tubuh, termasuk otot, tulang, dan organ.

Selama kehamilan, kebutuhan protein ibu meningkat. Dengan mengonsumsi seporsi (28 gram) daging kering ini, Anda telah memperoleh asupan 16 gram protein.

2. Menurunkan risiko anemia

Olahan daging sapi kering ini juga kaya akan zat besi yang baik untuk ibu hamil. Mineral ini diperlukan untuk membantu pembentukan sel darah merah dan menghindari anemia pada ibu hamil.

Studi dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth (2019) menunjukkan bahwa volume plasma darah bisa meningkat hingga 6% selama trimester pertama.

Peningkatan volume darah ini membuat kebutuhan zat besi bertambah. Oleh sebab itu, makan biltong dapat membantu memenuhi kebutuhan ini.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Kekurangan zinc dapat melemahkan sistem imun. Studi menemukan bahwa kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur dan cacat lahir.

Mengonsumsi biltong untuk ibu hamil membantu memenuhi asupan zinc harian. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG), ibu hamil membutuhkan 10–12 miligram zinc setiap harinya.

4. Menjaga fungsi sistem saraf

Daging sapi sebagai bahan baku makanan ini mengandung vitamin B12. Asupan vitamin B12 selama kehamilan berperan penting untuk menjaga kesehatan sistem saraf ibu hamil.

Kombinasi vitamin B12 dan asam folat juga bisa mendukung perkembangan sistem saraf janin.

Suplementasi kedua jenis vitamin untuk ibu hamil ini dapat menurunkan risiko cacat lahir, seperti cacat tabung saraf (neural tube defect) pada calon bayi.

5. Mengontrol berat badan

Biltong bisa menjadi salah satu pilihan camilan sehat saat hamil. Olahan daging ini merupakan sumber protein yang baik yang mengandung sedikit lemak dan karbohidrat.

Kandungan proteinnya yang tinggi membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Hal ini juga akan membantu mencegah ngidam dan makan secara berlebihan.

Bahaya makan biltong selama kehamilan

biltong untuk ibu hamil

Biltong bukannya tidak berbahaya untuk ibu hamil. Kondisi daging yang masih agak basah atau mentah bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri yang membahayakan ibu dan janin.

Dilansir dari situs March of Dimes, konsumsi daging mentah bisa membuat ibu terinfeksi Salmonella. Hal ini dapat meningkatkan risiko keguguran hingga kelahiran prematur.

Olahan daging kering ini cenderung tinggi natrium (garam). Dalam seporsi (28 gram) biltong, terkandung 235 miligram natrium atau setara dengan 16% kebutuhan harian ibu hamil.

Konsumsi makanan tinggi garam tentu berisiko. Kebiasaan ini dapat menyebabkan hipertensi hingga preeklampsia yang berbahaya untuk kehamilan Anda.

Tips aman mengonsumsi biltong

Biltong merupakan camilan sehat untuk ibu hamil bila dikonsumsi secukupnya. Jenis makanan ini kaya akan protein dan zat besi yang diperlukan oleh ibu dan janin.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengonsumsi biltong dengan aman selama kehamilan.

  • Pilihlah produk yang higienis dan berasal dari sumber tepercaya.
  • Pastikan olahan daging kering ini disimpan pada tempat yang kering dan kedap udara.
  • Selalu masak daging kering sebelum dikonsumsi pada suhu sekitar 62,8°C.
  • Hindari menambahkan garam terlalu banyak karena daging kering ini sudah cukup gurih dan asin.

Tetap berhati-hati saat Anda ingin makan olahan daging ini selama kehamilan. Pastikan untuk membatasi jumlah konsumsi dan perhatikan teknik pengolahannya.

Berkonsultasilah juga dengan dokter kandungan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang jenis makanan yang baik selama kehamilan.

Kesimpulan

  • Biltong adalah olahan daging kering mirip dendeng yang berasal dari Afrika Selatan.
  • Manfaat biltong untuk ibu hamil termasuk mendukung perkembangan janin, mencegah anemia, meningkatkan imun, dan membantu mengontrol berat badan.
  • Ibu hamil perlu hati-hati saat mengonsumsi olahan daging kering ini karena risiko infeksi dan kandungan garamnya yang tinggi.
  • Pilihlah produk yang higienis, masaklah daging hingga matang, dan batasi konsumsinya untuk mengurangi risiko dari makanan ini.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 03/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan