Ada banyak cara untuk merangsang perkembangan janin di dalam kandungan. Nah, salah satu metode yang populer adalah menggunakan belly buds.
Ada banyak cara untuk merangsang perkembangan janin di dalam kandungan. Nah, salah satu metode yang populer adalah menggunakan belly buds.

Lalu, apa sebenarnya belly buds? Bagaimana alat ini dapat membantu tumbuh-kembang janin? Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui manfaat dan cara menggunakannya.
Belly buds adalah pengeras suara atau speaker kecil yang didesain khusus untuk ditempelkan pada perut ibu hamil.
Alat ini memungkinkan ibu hamil untuk memutar musik atau rekaman suara yang bisa didengar oleh janin di dalam kandungan.
Produk ini diklaim menggunakan teknologi speaker khusus yang bisa memancarkan suara dengan intensitas lembut sehingga tidak membahayakan janin.
Belly buds bisa mulai digunakan sejak usia kehamilan 18 minggu. Pada waktu tersebut, si Kecil sudah mulai mampu merespons suara dari luar rahim.

Belly buds mempunyai manfaat untuk mendukung tumbuh-kembang janin lewat stimulasi suara.
Alat ini dirancang untuk memperdengarkan musik atau rekaman yang membantu merangsang perkembangan bayi sejak berada di dalam kandungan.
Dengan memilih musik untuk ibu hamil dan janin yang tepat, Ibu bisa memperkuat ikatan emosional dengan janin.
Beberapa potensi manfaat dari perangkat ini adalah sebagai berikut.
Dalam setiap paket penjualan belly buds, Anda akan mendapatkan speaker, sepasang perekat yang aman untuk kulit, audio splitter, travel pouch, dan panduan penggunaan.
Adapun, berikut adalah beberapa langkah umum menggunakan belly buds saat hamil.

Memperdengarkan musik menggunakan belly buds merupakan salah satu cara menyenangkan untuk berinteraksi dengan janin serta merangsang perkembangan otaknya sejak di dalam kandungan.
Berikut ini adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar aktivitas ini aman untuk janin.
Musik klasik punya melodi yang lembut dan berulang. Jenis musik untuk janin ini diketahui bisa merangsang bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan sensorik.
Sebaliknya, musik dengan ritme cepat atau nada keras berpotensi membahayakan janin karena bisa merusak indra pendengaran janin.
Volume musik yang aman untuk janin adalah tidak lebih dari 65 desibel (dB). Volume ini setara dengan percakapan sehari-hari yang biasa Anda lakukan.
Perlu diketahui bahwa gelombang suara akan menguat ketika melalui cairan ketuban. Memutar musik dengan volume terlalu keras bisa mengganggu perkembangan pendengaran janin.
Hindari penggunaan belly buds dalam waktu terlalu lama agar janin tidak mendapat rangsangan berlebihan atau overstimulasi.
Anda disarankan untuk memakai perangkat ini tidak lebih dari 30 menit per sesi dengan maksimal dua sesi dalam sehari.
Sebelum memutuskan untuk menggunakan alat ini, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk memastikan pemakaian alat ini aman bagi kehamilan Anda.
Dengan saran medis yang tepat, Anda bisa memaksimalkan manfaat memutar musik bagi janin.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Bonding with your baby during pregnancy. (2023). Pregnancy, Birth and Baby. Retrieved November 24, 2024, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/bonding-with-your-baby-during-pregnancy
Listening to music during pregnancy: Myths and facts. (2019). International Forum for Wellbeing in Pregnancy. Retrieved November 24, 2024, from https://www.ifwip.org/music-pregnancy-fetal-hearing-relaxation-stress-wellbeing/
How music affects your baby’s brain: Mini parenting master class. (n.d.). UNICEF. Retrieved November 24, 2024, from https://www.unicef.org/parenting/child-development/how-music-affects-your-babys-brain-class
You and your baby at 18 weeks pregnant. (2020). NHS UK. Retrieved November 24, 2024, from https://www.nhs.uk/pregnancy/week-by-week/13-to-27/18-weeks/
Counting baby kicks. (n.d.). American Pregnancy Association. Retrieved November 24, 2024, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/while-pregnant/counting-baby-kicks/
Arenillas‐Alcón, S., Ribas‐Prats, T., Puertollano, M., Mondéjar‐Segovia, A., Gómez‐Roig, M. D., Costa‐Faidella, J., & Escera, C. (2023). Prenatal daily musical exposure is associated with enhanced neural representation of speech fundamental frequency: Evidence from neonatal frequency‐following responses. Developmental Science, 26(5). https://doi.org/10.1111/desc.13362
Arya, R., Chansoria, M., Konanki, R., & Tiwari, D. K. (2012). Maternal music exposure during pregnancy influences neonatal behaviour: An open-label randomized controlled trial. International Journal of Pediatrics, 2012, 1-6. https://doi.org/10.1155/2012/901812
Versi Terbaru
28/11/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro