Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Afirmasi Positif pada Ibu Hamil Demi Kesehatan Jiwa

Manfaat Afirmasi Positif pada Ibu Hamil Demi Kesehatan Jiwa

Saat sedang hamil hingga fase persalinan, ibu membutuhkan afirmasi positif karena kedua proses tersebut menguras banyak energi ibu, baik secara fisik maupun psikis. Kondisi tersebut membuat ibu rentan mengalami stres, baby blues, dan depresi postpartum. Berikut pengertian afirmasi positif sampai manfaatnya untuk ibu hamil

Apa itu afirmasi positif yang penting untuk ibu hamil?

sindrom langka pada ibu hamil

Mengutip dari NHS, afirmasi adalah kata-kata positif yang dapat membantu ibu mengatasi pikiran negatif selama masa kehamilan dan pascapersalinan.

Lewat afirmasi positif kepada diri sendiri, ibu hamil secara tidak langsung juga menanamkan berbagai sugesti baik ke dalam alam bawah sadarnya.

Pasalnya, tidak sedikit ibu hamil yang merasa kesulitan melakukan sesuatu, terkadang penyebabnya bisa berasal dari pikiran negatif.

Pikiran negatifnya seperti, “Saya tidak bisa”, “Ini sulit”, “Bagaimana kalau ada hal buruk?” dan sejenisnya. Kondisi yang sama pun berlaku bagi ibu hamil ataupun ibu yang baru melahirkan.

Secara alamiah, ibu merasa takut terhadap apa saja yang mengancam anaknya. Hal ini sebenarnya berguna karena ibu menjadi lebih waspada.

Namun, rasa waspada yang berlebihan bisa mengakibatkan kecemasan, stres, frustrasi, hingga depresi.

Ketika ibu hamil menanamkan afirmasi positif dan berupaya menyebarkan suasana yang menyenangkan, hal-hal baik pun akan dengan sendirinya mengikuti.

Teori ini disebut sebagai law of attraction dan telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan jiwa.

Sebuah penelitian dalam jurnal PLos ONE menemukan bahwa afirmasi bisa membantu meringankan stres.

Sementara dalam penelitian lain, afirmasi positif bahkan dapat menurunkan risiko depresi pada wanita berusia 18-24 tahun.

Hubungan hormon endorfin dengan afirmasi positif

Mengutip dari Childbirth Connection, endorfin adalah hormon yang sangat penting selama akhir kehamilan sampai jelang persalinan.

Kadar endorfin yang tinggi menjelang melahirkan bisa membantu ibu menghadapi proses persalinan yang menantang.

Hormon endorfin akan membuat ibu lebih positif, waspada, bahkan merasa sangat bahagia setelah bayi lahir. Endorfin juga memudahkan ibu mengenal dan merawat bayi.

Penurunan kadar endorfin selama akhir masa kehamilan dan persalinan bisa menyebabkan depresi postpartum yang banyak ibu hamil alami.

Cara menanamkan afirmasi positif bagi ibu hamil

kelamaan duduk saat hamil

Berpikir positif bukan hal yang mudah, terutama pada ibu hamil atau pascamelahirkan dengan segala kekhawatiran dalam dirinya.

Bukan tanpa alasan, ibu harus menghadapi perubahan tubuh setelah melahirkan, rasa lelah, nyeri, atau mungkin rasa bingung saat bayi menangis.

Semua perubahan yang terjadi secara bersamaan bisa menimbulkan rasa khawatir dan pikiran negatif.

Namun, ibu bisa mencoba mengatasi pikiran negatif dengan menanamkan afirmasi positif seperti berikut ini.

1. Menerima kekurangan

Bagi ibu hamil dan baru melahirkan, langkah awal untuk menanamkan afirmasi positif adalah menerima bahwa Anda memiliki kekurangan.

Tidak ada ibu yang sempurna dan tidak ada yang salah dengan ketidaksempurnaan. Biarkan orang lain mengatakan keburukan ibu selama kehamilan dan pascamelahirkan.

Bila sudah siap untuk menjawab perkataan orang lain, cukup ucapkan “terima kasih” sambil tersenyum. Tidak perlu panjang lebar karena bisa membuat ibu lebih merasa lelah.

2. Melakukan aktivitas seru

Buat otak ibu hamil sibuk dengan melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi, misalnya bermain puzzle atau membaca buku.

Jika tubuh cukup sehat, cobalah berjalan kaki, mendengarkan musik sambil berdansa, atau lakukan kegiatan lainnya.

Pada ibu yang baru melahirkan, sibukkan diri dengan melakukan kegiatan selain mengasuh anak. Ambil contoh, tidur lebih lama dan titipkan anak ke pasangan atau keluarga.

Waktu tidur ibu yang baru melahirkan berkurang sangat banyak karena harus mengasuh bayi sehingga tubuh kurang istirahat.

Istirahat yang cukup akan membuat tubuh ibu lebih rileks dan bisa membuka pikiran lebih positif sedikit demi sedikit.

3. Melakukan hal-hal yang ibu sukai

Ibu hamil bisa meningkatkan rasa percaya diri dengan berdandan, mengobrol dengan orang lain, atau memakai pakaian bagus.

Bila ada sesuatu yang harus ibu kerjakan, jangan tunda dan segera tuntaskan agar tidak menjadi beban pikiran.

Untuk ibu yang baru melahirkan, lakukan me time tanpa si kecil, misalnya pergi ke tempat makan kesukaan, menonton film, atau belanja kebutuhan pokok.

Ciptakan afirmasi positif pada ibu hamil atau baru melahirkan dengan melakukan hal-hal menyenangkan sesuai kesukaan.

4. Mengendalikan emosi negatif

Afirmasi positif mungkin sulit ibu terapkan karena fase hamil dan baru melahirkan biasanya menjadi mudah marah, frustrasi, dan tidak sabar.

Ketika emosi negatif muncul, coba kendalikan dengan teknik pernapasan, beristirahat setelah melahirkan, atau bercerita pada orang terdekat.

5. Mengatakan hal positif kepada diri sendiri

Ada banyak sugesti positif yang dapat ibu katakan kepada diri sendiri. Setiap ibu mungkin juga memiliki kata-kata positif yang menjadi favoritnya.

Mengutip dari Lamaze, berikut berbagai ‘mantra’ afirmasi positif untuk ibu hamil.

  • Tubuh saya memang seperti kapal besar: sebagai penerimaan untuk ibu yang merasa tidak nyaman dengan perubahan bentuk tubuh selama hamil.
  • Bentuk tubuh saya tetap cantik selama kehamilan: penerimaan bentuk tubuh
  • Saya tidak akan hamil selamanya: memberi pemikiran bahwa kehamilan ini ada akhirnya sehingga rasa tidak nyaman akan selesai setelah bayi lahir.
  • Hamil adalah kondisi yang mulia: mengingatkan pada ibu kalau tujuan kehamilan adalah demi janin.
  • Tubuh saya adalah rumah terbaik untuk bayiku: mendorong kepercayaan diri pada ibu hamil.
  • Saya merasakan apa yang tubuh butuhkan: membantu ibu merespons dengan baik tanda-tanda kelelahan dan lapar sehingga lebih mengenal diri sendiri.
  • Saya adalah ibu yang baik bagi anak saya: memberi afirmasi positif untuk ibu hamil dan menangkal semua kalimat negatif yang orang lain katakan.

Beragam perubahan setelah persalinan membuat ibu menjadi rentan terhadap stres, frustrasi, depresi, serta masalah kejiwaan lainnya.

Kabar baiknya, afirmasi positif dapat membantu ibu hamil dalam melewati semua ini. Berpikir positif saat menjadi ibu mungkin sulit, tapi tidak berarti mustahil.

Perlahan tapi pasti, setiap pikiran positif yang ibu tanamkan membantu menjadi seorang ibu yang tangguh.


Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai info menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Truth About Postpartum Psychosis — Seleni – Maternal Mental Health Institute. (2021). Retrieved 14 December 2021, from http://www.seleni.org/advice-support/2018/3/16/the-truth-about-postpartum-psychosis-hp8hk

The Difference Between the Baby Blues and Postpartum Depression — Seleni – Maternal Mental Health Institute. (2021). Retrieved 14 December 2021, from http://www.seleni.org/advice-support/the-difference-between-the-baby-blues-and-postpartum-depression

Positive Affirmations and Mantras for Your Pregnancy. (2021). Retrieved 14 December 2021, from https://www.lamaze.org/Giving-Birth-with-Confidence/GBWC-Post/positive-affirmations-and-mantras-for-your-pregnancy

Affirmations | Bolton NHS FT. (2021). Retrieved 14 December 2021, from https://www.boltonft.nhs.uk/services/maternity/information/complementary-therapies/relaxation/affirmations/

The Role of Hormones in Childbirth. (2021). Retrieved 14 December 2021, from http://www.childbirthconnection.org/maternity-care/role-of-hormones/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Dec 17, 2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Amanda Rumondang Sp.OG