Pekerjaan Rumah yang Sebaiknya Dihindari oleh Ibu Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda tengah mengandung, tubuh juga tentunya akan mengalami perubahan yang signifikan. Selain tubuh yang lebih rentan, kehamilan juga membuat Anda lebih sulit untuk bergerak dengan leluasa. Berbagai hal yang tadinya mudah untuk dikerjakan kini juga memerlukan bantuan agar bisa terselesaikan. Begitu juga saat mengerjakan pekerjaan rumah, ada beberapa aktivitas yang sebaiknya dihindari saat Anda hamil.

Pekerjaan rumah yang harus dihindari saat Anda sedang hamil

Meski kebanyakan pekerjaan rumah aman untuk ibu hamil, Anda sebaiknya mendiskusikan kembali tugas yang masih bisa Anda lakukan sendiri dan tugas yang harus dibagi dengan orang lain. Berikut adalah beberapa pekerjaan rumah yang harus dihindari dan risikonya jika Anda tetap melakukannya saat hamil.

Mengangkat dan memindahkan benda-benda yang berat

Termasuk mengangkat tumpukan cucian atau memindahkan perabotan rumah seperti kursi dan meja lebih baik tidak dilakukan saat Anda hamil.

Perlu diketahui, perubahan hormon kehamilan akan membuat jaringan ikat dan ligamen dalam tubuh menjadi lebih longgar, sehingga akan meningkatkan risiko tegang otot dan nyeri. Selain itu, seiring dengan kandungan Anda yang membesar, berat tubuh serta pusat gravitasi yang berubah akan mengurangi kemampuan Anda dalam menjaga keseimbangan.

Perubahan tersebut akan meningkatkan peluang Anda mengalami cedera, yang bila mana sudah terjadi bisa saja akan menambah risiko bayi lahir prematur.

Mengharuskan Anda berdiri di atas kursi atau pijakan

pekerjaan rumah
Sumber: The Organised House Wife

Masih berkaitan dengan perubahan pusat gravitasi tadi, pekerjaan rumah seperti mengganti tirai jendela, mengambil sesuatu di tempat yang tinggi, atau membersihkan debu di sudut langit-langit akan menjadi tugas yang sulit dilakukan ketika hamil.

Untuk mencapainya, Anda tentu harus berpijak di atas kursi atau tangga terlebih dahulu. Tak hanya menyelesaikan tugas, Anda juga harus berusaha menjaga keseimbangan tubuh sepanjang melakukannya.

Daripada berujung pada hal-hal yang tak diinginkan, pekerjaan rumah yang satu ini lebih baik dihindari saat Anda hamil dan mintalah pertolongan dari orang lain.

Menggunakan produk-produk pembersih yang beracun

produk pembersih rumah
Sumber: weclean4you.com

Produk pembersih kamar mandi biasanya mengandung bahan kimia beracun yang tidak boleh terhirup oleh ibu hamil karena dapat membahayakan keselamatan janin yang dikandung. Maka karena itulah biasanya ibu hamil tidak disarankan untuk membersihkan kamar mandi.

Jika Anda terpaksa harus melakukannya, buatlah cairan pembersih sendiri dengan bahan-bahan seperti cuka, air lemon, dan soda kue.

Anda juga bisa memilih produk lain yang lebih aman tanpa kandungan zat berbahaya seperti volatile organic compounds (VOC), pewangi, atau bahan lain yang mudah terbakar. Pastikan kamar mandi juga memiliki ventilasi yang cukup.

Hal ini juga termasuk kegiatan membasmi hewan-hewan yang mengganggu seperti kecoa dan nyamuk dengan semprotan khusus.

Membuang kotoran hewan

Sumber: WebMD

Bagi Anda yang memilik hewan peliharaan, membuang dan mengganti tempat pembuangan kotoran hewan termasuk ke dalam pekerjaan rumah yang seharusnya dihindari saat Anda sedang hamil. Pasalnya, kotak tempat pembuangan tersebut sudah terekspos dengan toksoplasma, yaitu infeksi parasit yang bisa ditularkan lewat kotoran hewan.

Ketika seorang ibu terinfeksi dengan toksoplasma ketika sedang hamil, ibu bisa saja menularkan infeksi tersebut pada janin yang dikandungnya.

Memang, kebanyakan bayi tidak menunjukkan gejala terkait dengan infeksi tersebut saat lahir. Namun, gejala baru akan terlihat seiring dengan pertumbuhannya seperti kebutaan atau masalah cacat mental.

Bila tak ada orang lain yang bisa membantu Anda, gunakanlah sarung tangan saat melakukannya. Setelah itu, cuci tangan dengan sabun hingga bersih.

Menyapu dan mengepel lantai

menyapu rumah

Pekerjaan rumah yang harus dihindari saat hamil adalah menyapu dan mengepel lantai. Tugas ini mau tak mau membuat Anda refleks membungkukkan tubuh ke arah depan. Ketika terjadi terlalu lama, hal ini tentunya dapat menyebabkan linu yang akan menimbulkan rasa nyeri di punggung.

Mungkin saat melakukannya, Anda masih bisa merasa baik-baik saja. Namun, rasa sakitnya bisa muncul beberapa saat setelah Anda menyelesaikannya.

Untuk meminimalisir risiko tersebut, sebaiknya Anda menggunakan alat dengan gagang pegangan yang lebih panjang. Jagalah pegangan tersebut dekat dengan tubuh Anda agar tidak membuat Anda harus membungkuk untuk meraihnya.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit