Apakah Obat Rematik Seperti Methotrexate Aman Dikonsumsi Ibu Hamil?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Cara paling efektif mengatasi gejala rematik adalah melalui obat, dan methotrexate merupakan jenis obat yang paling sering digunakan karena keampuhannya. Namun, ibu hamil mungkin perlu berpikir ulang sebelum meminum methotrexate karena obat rematik ini disinyalir berbahaya bagi perkembangan janin.

Bolehkah ibu hamil mengonsumsi methotrexate?

Methotrexate bekerja dengan cara mencegah sel tubuh melakukan penyerapan dan pemakaian folat.

Folat adalah salah satu jenis vitamin B yang diperlukan untuk kehidupan dan perkembangan sel. Tanpa folat, sel tidak dapat bertahan dan akhirnya gagal berkembang.

Selain mencegah pertumbuhan sel, methotrexate juga dapat menghambat sistem kekebalan tubuh. Berkat cara kerja ini, methotrexate sering digunakan untuk mengatasi kanker, penyakit autoimun seperti rematik dan psoriasis, hingga kehamilan ektopik.

Kendati aman bagi penderita rematik, Food and Drug Administration tidak menyetujui penggunaan methotrexate pada ibu hamil. Orang yang rutin meminum methotrexate bahkan perlu menghentikan pengobatan terlebih dulu jika berencana untuk hamil.

Alasannya tidak lain karena methotrexate bisa membahayakan kesehatan janin. Obat rematik ini menghambat penyerapan folat. Padahal, folat penting bagi perkembangan janin sehingga harus dikonsumsi oleh ibu hamil.

Meminum methotrexate selama hamil akan meningkatkan risiko kelainan pada janin, baik dari segi fisik maupun mental. Pada beberapa kasus, methotrexate bahkan menjadi penyebab kematian janin.

Sekalipun ibu hamil tidak meminum methotrexate, gangguan perkembangan janin juga bisa terjadi jika sang ayah mengonsumsi obat ini. Baik calon ibu maupun ayah sama-sama tidak boleh meminum methotrexate selama merencanakan kehamilan.

Komplikasi yang dapat muncul akibat meminum methotrexate

Bahaya methotrexate bagi janin sudah mengintai bahkan sebelum perkembangan janin dimulai. Maka dari itu, konsumsi methotrexate harus dihentikan sejak jauh-jauh hari sebelum Anda memulai program kehamilan.

Jika ibu hamil tetap meminum obat rematik ini, besar kemungkinan janin akan mengalami kecacatan berupa:

  • Anencephaly, atau hilangnya tempurung kepala atau bagian otak pada bayi baru lahir.
  • Spina bifida, yakni kegagalan perkembangan tulang belakang dan saraf di dalamnya.
  • Meningocele, sejenis spina bifida yang menyebabkan pembentukan kista berisi cairan pada tulang belakang.
  • Myelomeningocele, sejenis spina bifida yang menyebabkan pembentukan kista berisi jaringan saraf pada tulang belakang.
  • Tulang pada lengan, kaki, dan tulang selangka hilang atau gagal berkembang.
  • Kelainan perkembangan tengkorak.
  • Dahi menonjol.
  • Kelainan bentuk telinga dan hidung, atau rahang berukuran kecil.
  • Hipertelorisme, atau bertambahnya jarak antara dua bagian tubuh, misalnya pada kedua mata.

Cara aman mengatasi rematik pada ibu hamil

Apabila Anda memiliki penyakit rematik dan hendak merencanakan kehamilan, hentikan konsumsi methotrexate setidaknya sejak siklus menstruasi yang terakhir. Suami Anda juga harus berhenti meminum obat ini sejak tiga bulan sebelum Anda hamil.

Walaupun ibu hamil tidak diperbolehkan meminum obat rematik seperti methotrexate, Anda tetap bisa mengatasi gejala rematik dengan cara yang lebih aman, di antaranya:

  • Beristirahat cukup.
  • Menggunakan obat lain yang lebih aman bagi ibu hamil, misalnya NSAID atau kortikosteroid berbentuk gel, losion, dan krim.
  • Menggunakan kompres dingin pada area tubuh yang sakit.
  • Tetap aktif berolahraga ringan.
  • Memperbanyak konsumsi sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, serta suplemen minyak ikan.

Memiliki penyakit rematik tentu menjadi kendala tersendiri bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Pasalnya, Anda tidak bisa meminum obat rematik karena efeknya begitu berbahaya bagi janin.

Meski demikian, Anda tetap bisa mengatasi penyakit ini dengan cara lain yang lebih aman. Gejala rematik berkurang dan Anda pun dapat menjalani kehamilan dengan nyaman tanpa risiko.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca