Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) merupakan kelainan yang menyebabkan seseorang kesulitan dalam berkomunikasi dan bersikap. Penderita autisme sulit untuk memahami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan, termasuk sulit mengekspresikan dirinya. Itu sebabnya banyak orangtua yang mencoba mencegah autisme sedini mungkin, bahkan sejak dalam kandungan. Mungkinkan hal tersebut dilakukan?

Mencegah autisme sejak dalam kandungan

Hingga saat ini memang belum ada penjelasan yang pasti mengenai penyebab seorang anak mengalami autisme. Namun, para ilmuwan meyakini genetik menjadi faktor terbesar yang bisa menyebabkannya.

Selama masa kehamilan, dokter memang tidak bisa mendeteksi apakah anak yang masih di dalam kandungan tersebut mengidap autisme atau tidak.  Apalagi, faktor terbesar penyebab autisme, yaitu genetik yang tidak bisa diubah.

Meski tidak bisa dicegah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan perkembangan janin dalam kandungan. Beberapa hal di bawah ini bisa Anda lakukan saat hamil untuk meningkatkan kesehatan, sekaligus dapat mencegah autisme pada anak sejak dalam kandungan.

  • Terapkan pola hidup sehat

Meningkatkan kesehatan ibu hamil sangat penting. Dengan menjaga kesehatan, ibu hamil dan janin dalam kandungannya dapat terhindari dari risiko berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah mengurangi risiko autisme pada anak yang dikandungnya.

Menerapkan pola hidup sehat bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang cukup dan bergizi, menjauhi rokok dan alkohol, dan berolahraga. Diskusikan dengan dokter kandungan Anda mengenai makanan apa saja yang baik dikonsumsi dan olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi kehamilan Anda.

  • Jangan sembarang minum obat selama hamil

Bila Anda sakit pada saat hamil, tanyakan pada dokter Anda apa perawatan yang boleh dilakukan. Bila memerlukan obat, tanyakan pula obat yang boleh dikonsumsi saat hamil. Mengonsumsi obat sembarangan saat hamil bisa mengakibatkan autisme pada anak Anda.

Ilmuwan menemukan hubungan antara ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan dengan risiko autisme pada anaknya. Sebuah studi di Journal of the American Medical Association menemukan bahwa valproate (obat untuk epilepsi dan gangguan saraf lainnya) bisa meningkatkan risiko autisme bila dikonsumsi saat hamil.

  • Penuhi kebutuhan zat besi

Sebuah studi di American Journal of Epidemiology menemukan bahwa ibu hamil yang kekurangan zat besi kemungkinan lebih besar melahirkan anak dengan autisme dibandingkan dengan yang tidak kekurangan zat besi.

Oleh karena itu, upaya mencegah autisme sejak dalam kandungan dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan. Peran zat besi sangat penting untuk pertumbuhan otak janin. Namun, faktanya setengah dari ibu hamil masih kekurangan zat besi.

Anda dapat memenuhi kebutuhan zat besi Anda selama hamil melalui makanan dan suplemen. Beberapa makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging, makanan laut, telur, roti dan sereal. Sementara untuk suplemen penambah zat besi, diskusikan pada dokter Anda apa suplemen yang tepat.

  • Minum suplemen asam folat

Otak bayi mulai berkembang saat masih dalam kandungan. Adapun folat atau vitamin B9 sangat penting untuk perkembangan otak. Seorang ibu yang kekurangan folat saat hamil meningkatkan risiko autisme pada anak yang dilahirkannya. Karena itu, ada baiknya untuk mengonsumsi suplemen asam folat selama kehamilan.

  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter

Untuk mengetahui perkembangan janin dalam kandungan, jangan lupa untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Dokter akan memberikan saran atas kondisi kehamilan Anda dengan tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit