home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspada Bahaya Pengentalan Darah saat Hamil

Apa itu pengentalan darah saat hamil?|Gejala pengentalan darah saat hamil|Komplikasi pengentalan darah|Penyebab pengentalan darah saat hamil|Pengobatan pengentalan darah saat hamil
Waspada Bahaya Pengentalan Darah saat Hamil

Berbagai keluhan ibu hamil kemungkinan bisa mengakibatkan bahaya atau masalah kesehatan lainnya. Sebagai contoh adalah pengentalan darah saat hamil. Padahal, semua orang termasuk ibu hamil membutuhkan darah sebagai pembawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Apa saja penyebab, gejala, hingga cara mengatasi darah kental saat hamil? Simak dulu penjelasannya.

Apa itu pengentalan darah saat hamil?

Darah kental atau hiperkoagulabilitas adalah suatu kondisi yang bisa terjadi pada ibu hamil saat darah lebih kental atau lengket dari biasanya.

Tak hanya itu saja, pengentalan darah saat hamil juga berhubungan dengan ketidakseimbangan protein dan sel sehingga terjadinya penggumpalan atau pembekuan darah.

Pengentalan darah ini dapat menghalangi pergerakan oksigen, hormon, serta nutrisi dalam tubuh sehingga tidak mencapai jaringan dan sel.

Kondisi ini yang bisa membuat ibu hamil serta janin dalam kandungan mengalami penurunan kadar oksigen hingga kekurangan nutrisi.

Namun, mengutip dari American Pregnancy Association, darah kental yang menggumpal pada masa kehamilan juga bisa menjadi pelindung agar ibu tidak kehilangan terlalu banyak darah saat persalinan.

Pembekuan atau pengentalan darah diklaim hanya memengaruhi 1 atau 2 dari 1000 wanita hamil. Kecuali, jika Anda mempunyai kondisi kesehatan tertentu.

Gejala pengentalan darah saat hamil

Tahap awal pengentalan darah saat hamil tidak selalu memperlihatkan gejala. Namun, saat kondisi ini berkembang menjadi penggumpalan darah maka bisa mengakibatkan rasa sakit.

Berikut adalah gejala atau tanda dari berkembangnya darah kental menjadi penggumpalan darah saat hamil, seperti:

  • pembuluh darah lebih besar,
  • sakit kepala hingga migrain,
  • penglihatan menjadi kabur,
  • pembengkakan pada area tubuh,
  • kram pada area kaki,
  • merasa lelah, hingga
  • kesulitan bernapas.

Komplikasi pengentalan darah

Pada masa kehamilan hingga tiga bulan setelah melahirkan, wanita lebih rentan mengalami pengentalan serta penggumpalan darah.

Ibu juga perlu lebih waspada karena darah kental saat hamil juga bisa menimbulkan masalah seumur hidup seperti thrombosis vena dalam (DVT).

DVT adalah kondisi penggumpalan darah yang terbentuk pada area kaki, panggul, paha, lengan, hingga perut.

Perlu ibu ketahui pula bahwa DVT juga bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan lainnya, seperti:

Penyebab pengentalan darah saat hamil

Hingga kini, belum diketahui penyebab utama darah kental saat hamil. Hal ini karena ada berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebabnya.

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab pengentalan darah saat hamil, seperti:

  • peningkatan sirkulasi sel darah merah,
  • penyakit yang memengaruhi penggumpalan darah, serta
  • kelebihan penggumpalan jumlah protein dalam darah.

Berikut adalah kemungkinan lainnya yang menjadi penyebab darah enjadi kental saat hamil, yaitu:

Polycythemia vera

Polisitemia vera adalah kondisi saat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah merah sehingga menghasilkan darah yang lebih kental dari biasanya.

Defisiensi protein

Walaupun jarang terjadi, tak menutup kemungkinan ibu hamil mengalami kekurangan protein C atau protein S sehingga lebih berisiko mengalami darah kental hingga penggumpalan.

Apa saja faktor risiko pengentalan darah saat hamil?

Berikut adalah kondisi lainnya yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami darah kental, di antaranya adalah:

  • faktor keturunan,
  • usia di atas 35 tahun,
  • mengalami dehidrasi,
  • kurang melakukan aktivitas, serta
  • melakukan perjalanan jarak jauh.

Ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu juga dapat mengalami peningkatan risiko darah menjadi kental. Sebagai contoh, trombofilia, hipertensi, diabetes, hingga obesitas.

Pengobatan pengentalan darah saat hamil

Sebelum menentukan pengobatan atau perawatan, dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu dengan melakukan tes darah.

Tes darah ini menjadi tahap awal untuk mengetahui apakah ibu hamil mengalami pengentalan darah.

Apabila terjadi pembengakakan pada area tubuh tertentu, ada kemungkinan dokter juga akan melakukan USG serta MRI untuk melihat apakah ada penggumpalan darah.

Tergantung dengan kekentalan darah, tidak menutup kemungkinan pula dokter juga akan memberikan obat pengencer darah seperti heparin.

Tak hanya itu saja, kemungkinan dokter juga akan merekomendasikan perawatan untuk meningkatkan aliran darah, seperti:

  • sering melakukan peregangan terutama tangan dan kaki,
  • menurunkan berat badan,
  • rutin melakukan aktvitas fisik, juga
  • menjaga cairan tubuh.

Anda perlu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan rutin mengonsumsi air mineral untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Dehidrasi dapat menjadi penyebab penyempitan pembuluh darah sehingga terjadi pengentalan hingga penggumpalan darah.

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila ibu merasa mengalami gejala pengentalan serta penggumpalan darah untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Perlu diperhatikan juga, jika Anda mengalami darah menjadi kental saat hamil, kondisi ini dapat terjadi lagi pada kehamilan berikutnya.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Blood Clots During Pregnancy | American Pregnancy Association. (2017). Retrieved 3 May 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/blood-clots-during-pregnancy-9087/

Blood clots and pregnancy. (2021). Retrieved 3 May 2021, from https://www.marchofdimes.org/complications/blood-clots-and-pregnancy.aspx

Pregnant? Don’t Overlook Blood Clots | CDC. (2020). Retrieved 3 May 2021, from https://www.cdc.gov/ncbddd/dvt/features/blood-clots-pregnant-women.html

Stuart, B., & Viera, A. (2004). Polycythemia Vera. American Family Physician, 69(9), 2139-2144. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2004/0501/p2139.html

Kupferminc, M. (2003). Reproductive Biology And Endocrinology, 1(1), 111. doi: 10.1186/1477-7827-1-111

Blood Clotting & Pregnancy – Hematology.org. (2021). Retrieved 3 May 2021, from https://www.hematology.org/education/patients/blood-clots/pregnancy

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 27/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x