home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mimisan Saat Hamil, Kenali Penyebab Hingga Cara Tepat Menghentikannya

Wajarkah mimisan saat hamil?|Penyebab mimisan saat hamil|Cara menghentikan mimisan saat hamil|Cara mencegah mimisan saat hamil|Kapan harus ke dokter?
Mimisan Saat Hamil, Kenali Penyebab Hingga Cara Tepat Menghentikannya

Anda pernah mengalami mimisan saat hamil? Ini adalah salah satu keluhan ibu hamil yang cukup sering terjadi dan membuat khawatir. Namun sebenarnya, mimisan di masa kehamilan adalah hal wajar, sehingga ibu hamil tidak perlu khawatir berlebihan. Mengapa begitu? Berikut penjelasan lengkap seputar kondisi ini.

Wajarkah mimisan saat hamil?

Mengutip dari NHS, mimisan adalah hal wajar yang terjadi saat hamil. Biasanya kondisi ini berlangsung hanya beberapa menit dan maksimal sekitar 10 menit.

Mimisan bisa terjadi kapan saja, bahkan saat ibu hamil sedang tidur. Terkadang saat berbaring, Anda bisa merasakan aliran darah dari bagian belakang tenggorokan, sebelum keluar dari hidung.

Selama fase kehamilan, sebagian ibu hamil bisa merasa hidung lebih mudah tersumbat dari biasanya.

Ibu hamil rentan mengalami mimisan bila memiliki alergi, sinusitis, atau selaput hidung terlalu kering karena udara dingin.

Penyebab mimisan saat hamil

Pada dasarnya, kondisi mimisan di fase kehamilan adalah hal normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun pada kasus yang sangat jarang, mimisan bisa menjadi tanda serius.

Peningkatan aliran darah tubuh

Mengutip dari Pregnancy Birth, and Baby, jumlah darah yang ada di dalam tubuh selama trimester pertama kehamilan meningkat tajam.

Ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kemudian, lapisan saluran hidung (yang berada di dalam hidung) juga menerima lebih banyak darah.

Sementara itu, pembuluh darah di dalam hidung cenderung lebih kecil, sehingga peningkatan volume darah bisa rusak dan pecah. Hal itu yang menyebabkan mimisan terjadi.

Perubahan hormon

Selama kehamilan, terjadi perubahan hormon dan bisa menjadi penyebab mimisan saat hamil.

Perubahan hormon ini membuat hidung Anda lebih tersumbat dari biasanya.

Dalam penelitian yang dituliskan The Pan African Medical Journal, perubahan hormonal selama kehamilan memengaruhi kondisi hidung.

Hormon estrogen bisa menyebabkan penyumbatan hidung dan rinitis pada 20 persen ibu hamil.

Sementara hormon estrogen memicu peningkatan volume darah yang bisa memicu mimisan saat hamil.

Di kondisi ini, gusi ibu hamil juga bisa mengalami pembengkakan dan berdarah.

Tumor kehamilan (sangat jarang terjadi)

Mengutip dari UT Southwestern Medical Center, kondisi ini disebut juga granuloma piogenik.

Tumor kehamilan adalah kondisi ketika gumpalan pembuluh darah kapiler yang bukan bersifat kanker, tumbuh lebih cepat dan mudah berdarah.

Setidaknya 5 persen ibu hamil mengalami tumor kehamilan yang bisa terbentuk di gusi dan hidung.

Gumpalan atau tumpukan pembuluh darah ini bisa muncul dimana saja dan umumnya akan menghilang setelah bayi lahir.

Sebagian ibu hamil perlu mengangkat tumor ini kalau mengganggu pernapasan dan kondisi mimisan sangat parah.

Prosedur pengangkatan tumor ini tergantung dari posisi dan keberadaannya. Untuk tumor kehamilan yang tumbuh di hidung, bisa diangkat secara endoskopi tanpa sayatan.

Cara menghentikan mimisan saat hamil

Bila Anda mengalami mimisan, hindari mendongakkan kepala ke atas karena bisa membuat darah menetes ke belakang tenggorokan.

Kondisi tersebut memungkinkan ibu hamil menelan darah yang mengalir dari belakang tenggorokan dan membuat tidak nyaman.

Sebaiknya, lakukan hal ini untuk menghentikan mimisan ketika hamil, dikutip dari UT Southwestern Medical Center:

  • Duduk tegak dengan posisi kepala menunduk sedikit.
  • Tekan bagian bawah hidung secara lembut.
  • Saat menekan hidung, bernapas lewat mulut selama 10-15 menit.
  • Kompres hidung bagian luar (cuping hidung) memakai es yang sudah dibalut kain.

Duduk tegak saat mimisan, membantu menurunkan tekanan darah di rongga hidung dan mencegah perdarahan pada ibu hamil.

Cara mencegah mimisan saat hamil

Bila Anda belum atau sudah pernah mengalami mimisan dan ingin mencegahnya datang lagi, ada cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Hindari buang ingus terlalu keras.
  • Menghindari bersin terlalu kencang.
  • Hindari mengorek hidung.
  • Hindari membungkuk atau olahraga 12 jam setelah mimisan.
  • Bersin dengan mulut terbuka.
  • Gunakan humidifier.

Penggunaan humidifier bermanfaat untuk melembapkan udara, terutama saat udara kering yang memicu mimisan.

Kapan harus ke dokter?

Meski mimisan saat hamil adalah hal yang wajar, Anda tetap perlu waspada dengan kondisi di bawah ini:

  • Mimisan tidak berhenti selama 30 menit.
  • Darah yang keluar semakin deras dan teksturnya kental.
  • Ibu hamil mengalami sesak napas.
  • Tubuh lemas, pusing, dan linglung.

Kehamilan membuat banyak perubahan tubuh, salah satunya mimisan. Bila mengalami kondisi di atas, harus segera konsultasi ke dokter agar ibu hamil lebih nyaman selama kehamilan.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nosebleeds in pregnancy. (2020). Retrieved 21 December 2020, from https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/nosebleeds/#:~:text=Nosebleeds%20are%20quite%20common%20in,from%20one%20or%20both%20nostrils.

Nosebleeds during pregnancy. (2020). Retrieved 21 December 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/nosebleeds-during-pregnancy

What causes nosebleeds in pregnancy, and tips to manage them | Your Pregnancy Matters | UT Southwestern Medical Center. (2020). Retrieved 21 December 2020, from https://utswmed.org/medblog/nosebleeds-during-pregnancy/

Nosebleeds during pregnancy. (2018). Retrieved 21 December 2020, from https://www.nct.org.uk/pregnancy/worries-and-discomforts/common-discomforts/nosebleeds-during-pregnancy

Nosebleeds During Pregnancy – American Pregnancy Association. (2014). Retrieved 21 December 2020, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-concerns/nosebleeds-during-pregnancy-9238/

Giambanco, L., Iannone, V., Borriello, M., Scibilia, G., & Scollo, P. (2019). The way a nose could affect pregnancy: severe and recurrent epistaxis. Pan African Medical Journal34. doi: 10.11604/pamj.2019.34.49.19558

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 08/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x