backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Benarkah Mendongakkan Kepala Bisa Menghentikan Mimisan?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 24/10/2022

Benarkah Mendongakkan Kepala Bisa Menghentikan Mimisan?

Selama ini orang beranggapan bahwa mendongakkan kepala adalah pertolongan pertama saat hidung mimisan. Kondisi ini memang sering menjadi pemandangan yang menakutkan karena darah yang keluar dari hidung biasanya cukup banyak.

Beruntung, kondisi ini bukan menandakan masalah kesehatan yang serius. Namun, apakah benar mendongakkan kepala saat mimisan dapat menghentikan darah yang keluar dengan cepat? Simak jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Apakah boleh mendongakkan kepala saat mimisan?

penyebab mimisan

Ternyata, mendongakkan kepala adalah cara yang salah untuk memberhentikan darah saat mimisan.

Meskipun terlihat berkurang, darah justru bisa mengalir ke belakang tenggorokan, bukannya keluar dari hidung.

Oleh karena itu, beberapa komplikasi sering terjadi akibat metode yang salah ini, seperti batuk, tersedak, dan muntah jika darah masuk ke perut.

Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa darah bisa terkontaminasi oleh bakteri di tenggorokan yang menyebabkan pneumonia, walaupun kasus ini sangat jarang. 

Cara yang benar untuk mengatasi mimisan

mengatasi mimisan

Mimisan yang terjadi biasanya disebabkan oleh perdarahan dari bagian depan hidung (epistaksis anterior).

Setelah kita mengetahui ternyata mendongakkan kepala adalah cara yang tepat saat mimisan. Apa saja, ya, cara untuk mengatasi mimisan yang cepat dan tepat? 

1. Tidak panik

Saat darah keluar dari hidung Anda, cobalah untuk tetap tenang.

Kepanikan yang Anda buat justru dapat menimbulkan tindakan yang memperparah iritasi pada hidung dan mencegah pembekuan.

2. Menekan hidung

Setelah mengatasi kepanikan Anda, cubitlah hidung Anda dengan lembut.

Ketimbang mendongakkan kepala saat mimisan, menekan hidung dengan benar dan lembut diyakini mampu menghentikan atau memperlambat aliran darah.

Cukup menekan tepat di bawah pangkal hidung atau bagian tulang tahan selama 10 menit jika memungkinkan.

Jangan lepaskan untuk memeriksa perdarahan atau mimisan telah habis atau berhenti.

Jika darah yang keluar dari hidung tidak kunjung berhenti setelah melakukannya, ulangi selama 10 menit lagi jika perlu.

3. Mencondongkan tubuh

Nah, karena mendongakkan kepala berbahaya ketika mimisan, justru Anda harus mencondongkan tubuh ke depan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah darah mengalir kembali ke tenggorokan Anda.

4. Memakai kain atau kompres es

Setelah melakukan tahapan di atas, menggunakan kain yang sudah dibasuh air dingin  atau es batu pada hidung juga dapat melambatkan darah yang keluar. 

Gunakan tisu atau kain untuk menampung darah jika diperlukan. Cara alami menghentikan mimisan ini memang diperlukan beberapa kali supaya berhasil, sekitar 5-20 menit.

Akan tetapi, jika mimisan tidak berhenti lebih dari 20 menit dianjurkan untuk segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut

Perlu Anda Ketahui

Mimisan paling sering terjadi pada anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun dan pada orang dewasa yang berusia 50 hingga 80 tahun.

Bagaimana mencegah mimisan?

manfaat Humidifier

Mimisan biasanya terjadi akibat hidung yang kering.

Oleh karena itu, cara yang tepat untuk mencegah mimisan adalah membuat indera penciuman Anda tetap lembap, di antaranya.

  • Oleskan petroleum jelly dengan kapas di area sekitar hidung pada malam hari.
  • Menggunakan humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan.
  • Hindari mengupil dan tidak memanjangkan kuku adalah hal yang tepat untuk mencegah terjadinya mimisan.

Bagaimana jika mimisan tidak kunjung berhenti?

Dilansir dari situs University of Michigan Health, mimisan yang terjadi berulang sebanyak  4 kali atau lebih dalam seminggu memerlukan evaluasi medis untuk menentukan keseriusan masalahnya

Kondisi ini memang jarang menjadi perhatian, tetapi Anda disarankan untuk mencari bantuan medis atau pergi ke dokter jika mengalami tanda mimisan parah, seperti.

  • Setelah 30 menit masih tidak dapat menghentikan perdarahan atau mimisan.
  • Sering mengalami mimisan.
  • Darah yang keluar diyakini akibat cedera atau hidung bengkak.
  • Memiliki gangguan pembekuan darah atau menggunakan pengencer darah.

Biasanya, supaya darah yang keluar dari hidung bisa terkontrol, dokter akan menggunakan terapi untuk mengatasi kondisi tersebut.

Nah, metode yang biasanya digunakan dokter adalah kauterisasi, nasal packing dan obat-obatan sesuai kondisi.

Jika Anda khawatir dengan mimisan akan terjadi lagi, konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Kesimpulannya, mendongakkan kepala saat mimisan merupakan cara yang salah ketika Anda ingin mengatasinya.

Alih-alih mendongak, justru yang Anda harus lakukan adalah mencondongkan tubuh ke depan agar mimisan bisa berhenti.

Selain itu, umumnya mimisan akan berhenti ketika Anda menekan hidung dan menghindari benda asing masuk ke dalam indera penciuman Anda.

Konsultasikan dengan dokter spesialis THT untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Anda bisa booking dokter spesialis THT terdekat dari lokasi Anda melalui platform Hello Sehat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 24/10/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan