home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kejang Epilepsi Pada Ibu Hamil, Apakah Berbahaya?

Kejang Epilepsi Pada Ibu Hamil, Apakah Berbahaya?

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia, ada sekitar 50 juta pasien kejang di dunia. Kombinasi kejang dan kehamilan mungkin tampak berisiko, tetapi peluangnya bisa berpihak pada Anda. Berikut ini informasi lebih lanjut tentang kejang epilepsi saat hamil.

Komplikasi dapat dialami ibu akibat kejang epilepsi saat hamil

Epilepsi selama kehamilan dapat menyebabkan kekhawatiran. Namun, kebanyakan ibu yang menderita epilepsi melahirkan bayi yang sehat. Kejang selama kehamilan dapat menyebabkan beberapa komplikasi bagi ibu hamil, termasuk:

  • melambatnya denyut jantung janin
  • cedera janin, terpisahnya plasenta dari rahim secara prematur (abrupsi plasenta), atau keguguran akibat trauma yang dialami selama kejang
  • persalinan prematur
  • kelahiran prematur

Selain itu, setiap wanita bereaksi terhadap kehamilan dengan cara yang berbeda. Untuk kebanyakan ibu hamil yang menderita epilepsi, kejang mereka tidak mengalami perubahan. Untuk beberapa ibu hamil, ada risiko lebih tinggi untuk mengalami kejang selama kehamilan, khususnya pada ibu yang kurang tidur atau tidak menggunakan obat sesuai resep. Untuk ibu hamil lainnya, kejang menjadi tidak sesering dulu.

Selain itu, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kejang dapat berkontribusi terhadap ketidaksuburan. Namun, obat anti-kejang tertentu juga dapat mengurangi efektivitas metode kontrasepsi hormonal. Anda perlu menghubungi dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Risiko yang dialami bayi jika ibu kejang epilepsi saat hamil

Setiap obat yang Anda gunakan selama kehamilan dapat memengaruhi bayi Anda. Melampui efek obat, bayi yang terlahir dari ibu penderita epilepsi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kejang. Tergantung pada jenis obat dan dosis yang Anda gunakan, juga bisa ada peningkatan risiko cacat lahir atau gangguan lain seperti:

  • cacat saluran kencing
  • jantung kongenital
  • kelainan skeletal
  • kemampuan intelektual yang rendah
  • kemampuan kognitif yang buruk (berbicara dan memahami)
  • masalah memori
  • gangguan spektrum autisme
  • tertundanya berjala dan berbicara

Apa yang harus dilakukan oleh ibu hamil penderita epilepsi?

Sebelum Anda mencoba untuk hamil, jadwalkan janji dengan dokter untuk mempertimbangkan pengobatan alternatif. Biasanya lebih baik untuk membuat perubahan obat sebelum daripada selama kehamilan.

Jika Anda hamil selama menggunakan antikonvulsan, terus gunakan obat Anda. Dan Anda harus menghubungi dokter spesialis dengan segera untuk mendiskusikan perawatan dengan obat Anda. Jangan mengubah atau menghentikan pengobatan Anda tanpa saran dokter spesialis, terutama selama kehamilan. Ini dikarenakan kejang parah selama kehamilan dapat menyebabkan kerusakan atau cedera, atau bahkan kematian, bagi Anda atau bayi Anda.

Minum obat anti-kejang Anda sesuai resep. Jangan menyesuaikan dosis atau menghentikan obat Anda sendiri. Ingatlah kejang yang tidak dikendalikan cendrung memberikan risiko yang lebih besar kepada bayi daripada obat apapun. Selain itu, disarankan bagi Anda untuk meminum 5 miligram (5mg) dosis asam folat setiap hari begitu Anda mulai mencoba untuk hamil. Dokter akan perlu membuatkan Anda resep karena tablet 5mg tidak tersedia tanpa resep.

Penitng juga untuk membuat pilihan gaya hidup yang sehat.

  • Jalani diet sehat.
  • Minumlah vitamin prenatal.
  • Tidurlah yang cukup.
  • Hindari merokok, minum alkohol dan mengonsumsi narkoba.

Dokter akan menawarkan USG untuk membantu mendeteksi masalah perkembangan pada bayi Anda. Anda mungkin membutuhkan tes darah tambahan untuk memeriksa kadar obat anti-epilepsi dalam darah, tergantung pada antikonvulsan yang Anda gunakan.

Kejang terjadi saat pola abnormal dari aktivitas listrik meningkat di otak. Ini dapat menyebabkan tubuh bergerak dengan tidak terkendali, dan juga dapat menyebabkan tidak sadar untuk waktu singkat. Anda perlu lebih memperhatikan jika Anda sedang hamil selama menderita kejang.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Epilepsy
    and pregnancy: What you need to know. http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20048417. Accessed November 20,
    2016.
  2. Epilepsy
    and pregnancy. http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/epilepsy-pregnant.aspx. Accessed November 20,
    2016.
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 01/06/2017
x