Bolehkah Ibu Hamil Pakai Obat Salep Pereda Nyeri?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Selain perut mual, ibu hamil juga sering mengalami nyeri pada bagian tubuh, terutama bagian pinggang atau punggung bawah. Ini normal terjadi, sebab janin di rahim menyebabkan tekanan pada pinggul sehingga menimbulkan rasa nyeri dan mudah pegal. Untungnya kondisi ini bisa diatasi dengan obat pereda nyeri, baik itu oral maupun salep. Namun saat sedang hamil, bolehkah menggunakan salep pereda nyeri?

Cara aman mengatasi nyeri tubuh saat hamil

Ketika Anda hamil, menggunakan obat-obatan untuk penyakit ringan bisa jadi sangat rumit. Kenapa? Dikhawatirkan kandungan obat-obatan bisa mengganggu perkembangan janin. Apalagi, jika kehamilan baru memasuki trimester pertama, organ janin sedang berkembang akan sangat rentan dengan beberapa obat.

Nyeri tubuh adalah masalah yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Kondisi ini sebenarnya bisa diringankan dengan menaruh kompres dari handuk yang sebelumnya direndam dengan air hangat. Kompres tersebut bisa diletakan pada bagian tubuh yang terasa nyeri.

Namun pada beberapa kasus, nyeri tubuh bisa tidak bisa diatasi dengan mudah walaupun sudah menggunakan kompres. Artinya, Anda memerlukan obat pereda nyeri, seperti salep pereda nyeri.

Saat hamil bolekah pakai salep pereda nyeri?

ketoconazole obat salep

Saat tidak hamil dan merasa nyeri, Anda mungkin akan memilih salep antinyeri. Namun saat hamil, perasaan ragu pasti muncul, apakah obat ini aman digunakan atau tidak.

Obat pereda nyeri sering diresepkan oleh dokter adalah acetaminophen, ibuprofen, atau aspirin. Obat-obatan ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan salep.

Acetaminophen paling dinilai paling aman untuk ibu hamil, sehingga akan akan digunakan untuk pengobatan pertama. Namun, kebanyakan obat salep antinyeri mengandung aspirin.

Umumnya aspirin tidak dianjurkan untuk digunakan selama kehamilan kecuali Anda memiliki kondisi medis yang benar-benar harus ditangani dengan obat tersebut.

Kenapa? Penggunaan aspirin dosis tinggi pada trimester pertama, dapat menimbulkan keguguran atau cacat pada janin. Kemudian, penggunaan aspirin dosis tinggi jangka panjang selama kehamilan dapat menyebabkan pendarahan otak bayi prematur atau mengganggu pembuluh darah yang ada pada jantung janin.

Aman atau tidaknya penggunaan obat, sebenarnya bergantung dengan kondisi tubuh dan kehamilan Anda. Jadi, sebelum menggunakan obat pereda nyeri, baik itu diminum atau dioleskan ke kulit sebaiknya lakukan konsultasi lebih dulu ke dokter.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca