Epilepsi dan Kehamilan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/09/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Epilepsi biasanya dimulai pada masa kanak-kanak, tapi bisa juga mulai muncul pada usia berapapun, sebenarnya. Gejala utama epilepsi adalah kejang yang berulang kali terjadi. Kejang terjadi ketika pola abnormal aktivitas elektrik meningkat di dalam otak, sehingga mungkin menyebabkan tubuh bergerak tidak terkontrol, dan juga dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dalam jangka pendek.

Jika penderita epilepsi berencana hamil

Jika Anda menggunakan obat anti-epilepsi (AED) dan berencana hamil, Anda harus melanjutkan penggunaan kontrasepsi dan obat-obatan sampai Anda mendiskusikan rencana Anda dengan dokter saraf atau dokter umum. Ini karena Anda mungkin perlu mengubah obat-obatan Anda, dan ini harus dilakukan hanya di bawah pengawasan spesialis.

Beberapa AED dapat membahayakan bayi yang belum lahir, tapi ada juga risiko kejang tidak terkendali dalam kehamilan.

Epilepsi selama hamil

Sulit memprediksi bagaimana kehamilan akan mempengaruhi epilepsi. Beberapa wanita yang menderita epilepsi tidak begitu terpengaruh, sementara yang lainnya menganggap kondisi mereka membaik. Namun, karena kehamilan mampu menyebabkan stres fisik dan emosional, kejang mungkin menjadi lebih sering terjadi dan parah.

Perawatan dengan obat-obatan

Banyak wanita penderita epilepsi menggunakan AED untuk mengendalikan kejang. Penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat peningkatan risiko Fetal Anti-Convulsant Syndrome (FACS) pada anak-anak yang terlahir dari ibu yang telah mengkonsumsi AED selama hamil. Anak dengan FACS mungkin terhambat dalam perkembangan fisik atau otak.

Obat-obatan ini mungkin meningkatkan risiko kelainan fisik seperti spina bifida, kelainan jantung, dan bibir sumbing. Tergantung jenis obat dan dosisnya, bayi mungkin berisiko terpengaruh obat tersebut dalam hal:

  • Kemampuan intelektual yang lebih rendah
  • Keahlian berbahasa yang buruk (kemapuan berbicara dan pemahaman)
  • Gangguan memori
  • Kelainan spektrum autis
  • Tertundanya waktu belajar berjalan dan berbicara

Sebelum Anda hamil, diskusikan perawatan Anda dengan dokter kandungan dan dokter saraf yang mengerti epilepsi. Mereka mungkin ingin mempertimbangkan perawatan alternatif. Biasanya lebih baik mengubah jenis obat sebelum Anda hamil, daripada ketika atau selama Anda hamil.

Jika Anda hamil saat sedang menggunakan AED, lanjutkan pengobatan dan segera hubungi spesialis untuk berdiskusi tentang perawatan Anda. Jangan mengubah obat atau berhenti minum obat tanpa nasihat spesialis, terutama selama Anda hamil, karena kejang parah dalam kehamilan bisa mengakibatkan cedera, atau bahkan kematian, pada Anda atau bayi Anda.

Risiko dari obat sodium valproate

Risiko bahaya pada bayi lebih tinggi dengan beberapa AED, misalnya sodium valproate, daripada obat lainnya, dan jika dua atau lebih AED diminum bersamaan (disebut politerapi).

Risiko kelainan fisik pada bayi yang ibunya menggunakan sodium valproate dalam kehamilan sekitar 11%, dibandingkan dengan 2-3% anak dalam populasi umum. Artinya dari 100 wanita penderita epilepsi yang menggunakan sodium valproate selama hamil, 11 di antaranya akan memiliki bayi dengan kelainan fisik.

Risiko masalah perkembangan saraf sekitar 30%-40% (30-40 dari 100) pada bayi yang ibunya minum sodium valproate selama hamil.

Jika Anda minum sodium valproate dan berencana hamil, atau Anda mengetahui kalau Anda akhirnya hamil, jangan berhenti minum obat. Segera temui spesialis untuk mendiskusikan kehamilan dan perawatan Anda.

Pentingnya asam folat

Bila Anda minum obat untuk mengendalikan epilepsi, disarankan Anda minum 5 mg asam folat dalam dosis tinggi setiap hari, segera setelah Anda mulai berusaha hamil. Obat ini harus diresepkan untuk Anda, biasanya oleh dokter umum, karena 5 mg tablet tidak berlaku tanpa resep.

Anda harus mengunjungi dokter umum secepatnya. Jika Anda secara tidak terduga hamil dan belum minum asam folat, langsung minum segera. Anda bisa membeli 400 mcg tablet dalam dosis lebih rendah di apotik sebelum mendapatkan resep 5 mg tablet.

Bila Anda memerlukan nasihat, bicarakan dengan dokter umum atau apoteker.

Perawatan selama hamil

Sebelum hamil, atau di kehamilan awal, Anda disarankan mengunjungi dokter kandungan, yang akan mendiskusikan dan merencanakan perawatan selama Anda hamil. Bila perlu, dokter saraf mungkin juga terlibat dalam membuat rencana bersama.

Anda akan ditawarkan scan ultrasound untuk membantu mendeteksi masalah perkembangan bayi apapun. Anda mungkin memerlukan tes darah tambahan untuk memeriksa kadar obat anti epilepsi dalam darah, tergantung jenis AED yang Anda konsumsi.

Anda mungkin cemas tentang epilepsi bawaan pada bayi. Namun, Anda bisa berbicara dengan tim perawatan tentang hal ini dan masalah lainnya.

Kelahiran dan tahap selanjutnya

Walaupun risiko kejang selama melahirkan termasuk rendah, Anda disarankan melahirkan di unit kelahiran yang dipimpin oleh konsultan di rumah sakit.

Selama proses melahirkan, Anda akan dijaga oleh bidan atau dokter yang bisa membantu Anda bila perlu. Bacalah tentang apa yang terjadi dalam kelahiran.

Karena beberapa AED mengurangi penggumpalan darah pada bayi, bayi akan segera disuntik vitamin K setelah lahir. Biasanya tidak ada alasan mengapa Anda tidak bisa menyusui bayi. Walaupun beberapa obat masuk ke dalam ASI, manfaat ASI seringkali melebihi risiko apapun. Bidan, dokter kandungan, atau apoteker dapat memberikan nasihat berdasarkan keadaan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 menit baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca