Bolehkah Pakai Makeup Saat Hamil?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/03/2020
Bagikan sekarang

Apakah Anda termasuk orang yang tak bisa lepas dari makeup? Makeup atau kosmetik memang bisa membuat penampilan Anda jadi lebih segar dan bercahaya, apalagi saat hamil. Akan tetapi, Anda perlu lebih berhati-hati kalau ingin pakai makeup saat hamil. Masalahnya, pakai makeup saat hamil ternyata cukup berisiko. Apa saja risikonya? Baca terus artikel ini untuk mencari tahu.

Apakah pakai makeup saat hamil berbahaya?

Pada dasarnya, tidak semua makeup berbahaya bagi ibu hamil. Yang harus Anda perhatikan bukanlah jenis makeup-nya, melainkan bahan-bahan kimia yang terkandung dalam berbagai produk kecantikan yang Anda gunakan. Produk-produk kosmetik tertentu dibuat dari zat kimia yang cukup keras dan bahaya jika diserap dalam tubuh.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa zat-zat kimia tertentu, seperti paraben, memiliki kaitan dengan risiko bayi lahir cacat, prematur, hingga keguguran janin. Bukan berarti Anda harus pantang pakai makeup saat hamil sama sekali. Anda masih boleh pakai makeup, tetapi perhatikan dengan jeli apa saja komposisinya.

Bahan-bahan makeup yang harus dihindari ketika hamil

Untuk membantu Anda menghindari bahan-bahan kimia berbahaya dari produk kosmetik, perhatikan daftar berikut ini.

  • Retinol. Zat kimia dari vitamin A ini banyak ditemukan dalam produk antiaging seperti krim wajah dan pelembap. Walau ampuh mencegah keriput dan meningkatkan kekenyalan kulit, retinol berisiko menyebabkan kelainan pada tulang belakang bayi.
  • Formaldehida. Senyawa kimia yang satu ini biasanya terkandung dalam cat kuku, maskara, dan perekat bulu mata palsu. Hindari kometik dengan kandungan ini karena molekul-molekul dalam formaldehida berisiko menyebabkan kerusakan sel.
  • Asam salisilat. Meskipun asam salisilat bisa meredakan peradangan pada kulit, para ahli menyarankan ibu hamil untuk tidak pakai makeup yang mengandung zat aktif ini. Jadi, perhatikan jika obat jerawat atau toner wajah Anda mengandung asam salisilat.
  • Phtalates. Bahan kimia ini bisa ditemukan dalam cat kuku, pelembap, bedak, dan parfum. Penelitian menunjukkan bahwa phtalates dapat diserap oleh plasenta bayi Anda. Jika diserap dalam jumlah berlebihan, bahan kimia ini bisa mengakibatkan bayi lahir dengan kecacatan atau berat badan di bawah normal.
  • Paraben. Jenis pengawet ini kerap digunakan untuk menambah daya simpan produk dan mencegah pertumbuhan bakteri pada kosmetik. Anda mungkin menemukannya dalam scrub wajah, masker, atau pelembap. Paraben berbahaya karena bisa mengacaukan kadar hormon ibu hamil dan berisiko menyebabkan kanker dalam penggunaan yang berlebihan.
  • Hydroquinone. Penggunaan zat kimia dalam produk pemutih wajah ini sudah dilarang dan dibatasi di seluruh dunia. Jadi kalau Anda pakai makeup saat hamil, pastikan makeup Anda bebas dari hydroquinone atau bahan pemutih kulit lainnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

Maag rentan terjadi pada ibu hamil. Salah satu cara mngatasinya adalah dengan minum obat. Apa saja obat maag yang bisa diminum ibu hamil? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
bahan kimia kosmetik autisme

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020