Ingin Pakai Makeup Saat Hamil? Ketahui Dulu 6 Bahan yang Perlu Dihindari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pakai kosmetik atau makeup bagi para wanita merupakan cara andalan untuk membuat penampilan lebih menarik. Jika saat ini sedang hamil, mungkin Anda bertanya-tanya mengenai keamanan penggunaan makeup atau kosmetik untuk diri sendiri dan janin di dalam kandungan. Apakah makeup untuk ibu hamil itu aman dan daftar kosmetik apa saja yang tidak tidak boleh dipakai? Berikut ulasan lengkapnya.

Bolehkah pakai makeup untuk ibu hamil?

tips makeup wajah berkeringat

Kehamilan bisa menjadi momen yang paling membahagiakan sekaligus mendebarkan untuk ibu. Sebab selain harus menjaga kesehatan dirinya dengan baik, kesehatan bayi di dalam kandungan juga perlu dijaga.

Itulah mengapa ada banyak yang perlu diperhatikan selama kehamilan, termasuk makanan untuk ibu hamil dan skin care untuk ibu hamil.

Selain itu, bila Anda gemar menggunakan makeup sebelum hamil, sebaiknya pertimbangkan juga bahan kosmetik yang aman untuk ibu hamil.

Ya, sebenarnya sah-sah saja pakai makeup selama kehamilan karena tidak semua kosmetik berbahaya bagi ibu hamil.

Hanya saja, bukan jenis makeup yang harus Anda perhatikan, melainkan bahan-bahan kimia yang terkandung dalam berbagai produk kosmetik tersebut.

Ini karena ada beberapa produk kosmetik tertentu yang dibuat dari zat kimia yang cukup keras dan bahaya jika diserap oleh tubuh.

Tak hanya bisa menimbulkan alergi kosmetik, penggunaan makeup yang tidak aman juga berisiko membahayakan janin yang sedang berkembang di dalam kandungan.

Akan tetapi, ini bukan berarti Anda tidak boleh pakai makeup saat hamil sama sekali. Anda masih boleh pakai makeup, tetapi sebaiknya perhatikan dengan jeli apa saja komposisi yang terkandung di dalamnya.

Pastikan kandungan kosmetik yang Anda pakai aman dan tidak berbahaya untuk ibu hamil.

Bahan kosmetik yang tidak aman untuk ibu hamil

bahan kimia kosmetik autisme

Berbeda dengan sebelum kehamilan, ibu hamil dituntut untuk lebih cermat lagi dalam memilah-milah produk kosmetik atau makeup.

Nah, untuk membantu ibu hamil menghindari bahan kimia berbahaya dan tidak aman yang ada dalam produk kosmetik, perhatikan daftar berikut ini:

1. Formaldehida

Formaldehida atau formaldehyde adalah senyawa kimia yang umum dikenal dengan nama formalin. Kandungan formaldehida biasanya ada di dalam produk kosmetik berupa lem bulu mata palsu dan maskara.

Selain itu, beberapa produk cat kuku dan produk untuk meluruskan rambut juga ada yang mengandung formaldehida.

Formaldehida dalam produk kosmetik atau makeup untuk ibu hamil terbilang tidak aman dan sebaiknya dihindari.

Melansir dari Ochsner Health, ini karena formaldehida bersifat karsinogen sehingga kemungkinan bisa menyebabkan masalah kesuburan hingga komplikasi kehamilan berupa keguguran.

2. Phtalates

Phtalates atau flatat merupakan salah satu daftar bahan kimia dalam produk kosmetik atau makeup yang tidak aman dan dilarang untuk ibu hamil.

Biasanya, phtalates terdapat di dalam produk seperti bedak, pelembap, cat kuku, hingga parfum.

Bahan kimia ini dianggap berbahaya karena berisiko menyebabkan bayi lahir cacat dan mengalami berat badan lahir rendah (BBLR) atau di bawah normal.

Hal ini dikarenakan phtalates dapat mengacaukan kadar hormon dalam tubuh sehingga mengganggu tumbuh kembang bayi di dalam kandungan Anda.

3. Paraben

Menurut Campaign for Safe Cosmetics, paraben termasuk salah satu bahan kimia dalam produk kosmetik yang tidak boleh digunakan ibu hamil.

Paraben merupakan jenis pengawet yang kerap digunakan untuk menambah daya simpan produk dan mencegah pertumbuhan bakteri pada kosmetik.

Kandungan paraben mungkin di dalam produk perawatan wajah dan kosmetik seperti scrub wajah, masker, hingga pelembap.

Paraben dinilai berbahaya karena bisa mengacaukan kadar hormon ibu hamil dan berisiko menyebabkan kanker dalam penggunaan yang berlebihan.

Bahkan, zat-zat kimia tertentu, seperti paraben, dapat berisiko menyebabkan cacat lahir pada bayi, bayi lahir prematur, hingga keguguran.

4. Hydroquinone

Hydroquinone adalah kandungan bahan kimia yang biasanya dipakai untuk memutihkan kulit. Penggunaan bahan ini di dalam produk kosmetik atau makeup sudah dibatasi dan dilarang.

Otomatis, kandungan hydroquinone yang terdapat pada kosmetik atau makeup untuk ibu hamil tergolong tidak aman dan dilarang.

Jadi sebelum membeli maupun memakai produk makeup, pastikan kosmetik tersebut bebas dari hydroquinone atau bahan pemutih kulit lainnya.

5. Toluene

Salah satu daftar bahan kimia di dalam makeup atau kosmetik yang tidak aman untuk ibu hamil yakni toulene.

Ini karena toluene diduga bersifat karsinogen alias bahan kimia yang dapat menyebab penyakit kanker. Bahan kimia toluene umumnya ada di dalam produk kosmetik berupa cat kuku.

6. Merkuri

Sebenarnya bukan hanya saat hamil, bahan kimia bernama merkuri juga berbahaya bila digunakan para wanita meski sedang tidak hamil.

Merkuri biasanya terdapat di dalam produk kosmetik dan perawatan wajah yang diklaim mampu membuat wajah tampak lebih cerah.

Padahal, paparan kadar merkuri berisiko membawa efek samping berupa kerusakan otak, masalah pendengaran, hingga masalah penglihatan pada bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan.

Itu juga merupakan alasan mengapa ibu hamil disarankan untuk membatasi atau sama sekali tidak makan ikan laut yang mengandung merkuri.

Konsultasikan dengan dokter

masalah ibu hamil

Lagi-lagi, penggunaan makeup atau kosmetik selama kehamilan tidak menjadi masalah. Apalagi bila pakai makeup dapat membuat Anda semakin percaya diri saat ke luar rumah, tentu sah-sah saja.

Namun kembali lagi, tidak semua makeup atau kosmetik aman digunakan oleh ibu hamil karena ada beberapa kandungan di dalamnya yang berbahaya bagi kehamilan.

Jika Anda ragu mengenai keamanan bahan kimia dalam makeup, coba konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Penuaan

Setiap orang akan mengalami penuaan. Gaya hidup dan riwayat kesehatan membuat orang bisa mengalami penuaan lebih dini. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Lansia 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Memanfaatkan Es Batu Untuk Wajah Lebih Cerah

Es batu tidak hanya menyegarkan tubuh saat diminum, namun es batu untuk wajah banyak manfaatnya. Es batu dapat mengatasi masalah pada kulit wajah Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Daftar Jamu yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Jamu menjadi minuman tradisional yang menyehatkan. Namun ada beberapa bahan jamu yang dilarang untuk ibu hamil, salah satunya kunyit asam.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
Ibu hamil tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi calon buah hatinya bahkan sejak masih di dalam kandungan. Salah satu upaya terpenting untuk meraih tujuan tersebut adalah dengan menjaga pilihan makanan untuk ibu hamil setiap harinya. Asupan nutrisi yang baik akan membantu si kecil tumbuh sehat dan cerdas sejak dalam kandungan. Akan tetapi, di sisi lain, ada sejumlah makanan dan minuman yang ternyata dilarang untuk ibu saat hamil. Penasaran apa saja daftar pantangan makanan yang tidak boleh dimakan ibu saat hamil? Daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil Berbagai makanan yang akan disebutkan di bawah ini dilarang untuk ibu saat hamil karena diduga dapat menimbulkan efek berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Bahkan, dari beberapa pantangan makanan ini dapat menyebabkan keracunan pada ibu hamil. Berikut berbagai pantangan makanan yang sebaiknya dihindari atau tidak boleh dimakan saat ibu sedang hamil: 1. Ikan yang tinggi merkuri Ikan dan hewan perairan (seafood) lainnya adalah sumber protein dan kaya asam lemak omega-3. Kedua nutrisi ini baik untuk perkembangan bayi. Namun, FDA selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menggolongkan beberapa jenis seafood sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri.  Sebetulnya, hampir semua ikan dan hewan air mengandung merkuri. Ini karena senyawa kimia ini adalah limbah yang paling banyak mencemari perairan dan menjadi pantangan makanan untuk ibu hamil. Hanya saja, ada beberapa jenis ikan yang paling tinggi kandungan merkurinya sehingga tergolong sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Jenis ikan tinggi merkuri yang termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil adalah ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning. Ikan-ikan ini mungkin jarang diperjualbelikan di Indonesia, tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis-jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Beberapa jenis seafood lain yang lebih umum di Indonesia juga dilaporkan memiliki kadar merkuri cukup tinggi (tidak setinggi ikan-ikan yang telah disebutkan di atas) dan termasuk pantangan makanan ibu hamil. Jenis-jenis ikan yang termasuk ke dalamnya adalah udang, salmon, tuna, sarden, lele, ikan bilis, ikan nila (tilapia), dan ikan trout.  Semakin besar ukuran ikan, semakin banyak juga merkuri yang dikandungnya. Ikan dengan kandungan merkuri termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi. Jadi, sebaiknya konsumsi ikan-ikan tersebut maksimal hanya 2 kali per minggu. Tidak heran kalau jenis makanan tersebut termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil.  2. Sushi Bagi Anda penggemar sushi dan sashimi, sebaiknya setop dulu makan makanan khas Jepang ini selama kehamilan. Sushi dan sashimi termasuk dalam daftar pantangan makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil. Seafood mentah atau yang dimasak setengah matang dapat membahayakan janin karena terkadang masih terdapat cacing parasit dalam dagingnya. Bahkan, seafood mentah atau setengah matang bisa semakin berbahaya jika tempat dan proses persiapannya tidak steril. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan dan kerang mentah seperti yang biasanya ada di sushi dan sashimi. Ini yang menjadikan sushi sebagai makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Sebaiknya, masak ikan, udang, lobster, dan kerang sampai hingga matang sempurna. 3. Steak setengah matang Steak sebenarnya tidak masalah dimakan oleh ibu hamil. Akan tetapi, steak bisa menjadi salah satu jenis makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil bila dagingnya tidak matang dengan sempurna. Selera orang saat menikmati steak bisa berbeda-beda. Ada yang terbiasa dengan tingkat kematangan rare (mentah), medium rare (setengah matang), medium well (agak matang), dan well done (matang sempurna). Dari segi kuliner itu sendiri, daging steak yang lezat adalah yang dimasak medium rare. Namun, daging steak dengan tingkat kematangan medium rare alias setengah matang merupakan pantangan makanan bagi ibu hamil. Daging yang dimasak tidak matang sepenuhnya kemungkinan besar masih mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Bukan cuma daging sapi, daging ayam, burung, kalkun, hingga bebek yang dimasak setengah matang juga termasuk makanan dilarang untuk ibu hamil. Usahakan untuk masak daging sampai matang sempurna alias well done sampai kering dan tidak ada cairan merahnya. Jika perlu, gunakan termometer masak untuk memastikan tingkat kematangan daging. 4. Telur setengah matang Telur rebus dan telur mata sapi ½ atau ¾ matang termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Ini karena telur yang belum matang tersebut umumnya masih mengandung bakteri Salmonella aktif yang dapat menginfeksi Anda dan janin di dalam kandungan. Alasan lain yang membuat telur rebus setengah matang menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil yaitu berisiko membawa infeksi Salmonella. Infeksi Salmonella nantinya dapat menyebabkan muntaber (muntah dan diare). Dalam kasus yang jarang, bakteri Salmonella dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban. Meski jarang sekali terjadi, infeksi ini bisa menyebabkan keguguran. Bagi janin, infeksi Salmonella juga sama membahayakannya. Salmonella dapat menembus plasenta dan menginfeksi janin, tetapi kasus ini juga sangat jarang. Inilah alasan mengapa telur setengah matang termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Agar aman, hindarilah makan telur setengah matang maupun makan makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang. Masaklah telur sampai matang sehingga tampilan kuning dan putih telurnya padat.  5. Susu mentah Susu juga termasuk ke dalam daftar makanan dan minuman yang menjadi pantangan bagi ibu hamil. Itulah mengapa ada susu ibu hamil untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu hamil.  Akan tetapi, ibu hamil tidak boleh minum sembarang susu. Susu hewani yang masih mentah dan belum dipasteurisasi termasuk dalam minuman dan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan selama beberapa detik untuk membunuh bakteri di dalam susu. Susu mentah tersebut dapat menyebabkan keracunan karena kemungkinan masih terdapat bakteri di dalamnya. Hindari minum susu murni mentah yang belum dipasteurisasi, baik itu susu sapi, susu kambing, atau binatang perah lainnya mentah karena berbahaya untuk tubuh ibu hamil. Bakteri yang terdapat di dalam susu yang belum dipasteurisasi bisa membahayakan janin di dalam kandungan.  Susu yang tidak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil adalah susu yang sudah melalui proses pasteurisasi sebelumnya sehingga aman diminum. 6. Terlalu banyak jeroan Ibu hamil sebenarnya boleh makan jeroan seperti hati ayam, hati sapi, ampela ayam, jantung ayam, dan lainnya.  Hanya saja, melansir dari Pregnancy Birth and Baby, jeroan bisa menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil bila dimakan terlalu banyak dan sering. Hal ini dikarenakan jeroan mengandung banyak vitamin A. Vitamin A memang baik, tapi konsumsi vitamin A berlebihan dapat membahayakan janin. 7. Terlalu banyak kafein Kafein merupakan salah satu daftar pantangan minuman untuk ibu hamil, apalagi jika konsumsinya berlebihan. Ini karena kafein dapat menembus plasenta dan mengakibatkan gangguan pada detak jantung bayi. Sebaiknya batasi konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi semasa hamil. Anda juga bisa mengganti pantangan makanan untuk ibu hamil yang satu ini dengan sesuatu yang lebih sehat, seperti buah dan sayur. 8. Alkohol Meski bukan termasuk makanan, alkohol tergolong minuman yang dilarang untuk ibu hamil. Ibu hamil yang minum alkohol berisiko keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth) yang lebih tinggi. Minum sedikit alkohol saja bahkan dapat berdampak pada terganggunya perkembangan otak bayi. Alkohol dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome. Fetal alcohol syndrome adalah sindrom yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan. 9. Herbal Makanan dilarang untuk ibu hamil berikutnya adalah sesuatu yang berbau herbal. Sebaiknya hentikan dulu minum teh herbal, jamu, dan ramuan pengobatan alternatif lainnya selama kehamilan bila tidak disarankan oleh dokter. Sebenarnya tidak semua herbal dilarang selama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association, herbal yang jadi pantangan makanan untuk ibu hamil adalah ephedra atau efedrina, dong quai, rosemary, dan chamomile. Beberapa jenis ini dapat berdampak buruk jika dikonsumsi layaknya obat-obatan atau dalam jumlah yang banyak. Dong quai, misalnya, bisa menimbulkan efek stimulan rahim yang dapat menimbulkan kontraksi. Disarankan untuk minum teh dari daun teh biasa dahulu daripada harus mengonsumsi teh herbal. Ibu hamil juga harus berkonsultasi ke dokter saat akan menggunakan herbal jenis apapun. Ini untuk menyamakan pendapat tentang pantangan makanan ibu hamil antara dokter dan pasien. 10. Makanan cepat saji Suka atau tidak, makanan cepat saji (fast food) seperti burger, kentang goreng, dan ayam goreng tepung (fried chicken) juga termasuk makanan yang tidak boleh dimakan terlalu sering saat hamil. Ini karena makanan cepat saji mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, ukuran janin terlalu besar (makrosomia). 11. Mayones Mungkin Anda pernah mendengar atau sedang bertanya-tanya mengapa mayones termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Mayones yang dijual di luaran kadang mengandung telur sebagai bahan dasar pembuatannya. Telur yang dijadikan bahan dasar pembuatan mayones tersebut kebanyakan masih mentah sehingga tidak boleh dimakan oleh ibu hamil.  Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, telur mentah merupakan tempat hidup bakteri, seperti Salmonella. Saat hamil, daya tahan tubuh tengah berada pada posisi rendah sehingga rentan untuk terpapar infeksi. Itu sebabnya, makan telur mentah dalam bentu apa pun bisa sangat berbahaya baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

11 Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
penyebab bulu mata rontok

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit