Berendam Air Panas Saat Hamil Ternyata Berbahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Berendam di air panas dapat membuat tubuh rileks dan membantu memperbaiki suasana hati, apalagi untuk para ibu hamil yang suasana hatinya mudah berubah akibat perubahan hormon. Namun tahukah Anda, ternyata berendam di air panas ketika hamil dapat menimbulkan risiko kepada janin?

Pengaruh suhu air pada ibu hamil

Berendam di air hangat merupakan salah satu hal yang harus Anda hindari ketika hamil. Suhu air panas untuk berendam setidaknya mencapai 38,9 derajat celcius, jika Anda berendam selama 10 hingga 20 menit saja, suhu tubuh Anda juga akan meningkat karena menyesuaikan keadaan sekitar. Peningkatan suhu tubuh terjadi akibat tubuh tidak dapat mengeluarkan keringat ketika berendam, sehingga tubuh tidak bisa mengeluarkan panas dan akhirnya membuat suhu tubuh meningkat secara otomatis. Hal ini akan menyebabkan hipertemia pada ibu hamil.

Ketika hipertermia, terjadi tekanan darah akan menurun. Jika tekanan darah menurun pada ibu yang sedang hamil, maka menyebabkan penurunan distribusi oksigen dan zat gizi pada janin. Kekurangan oksigen dan zat gizi pada janin, mengakibatkan berbagai komplikasi seperti, berat badan lahir rendah, kecacatan pada bayi, bahkan kematian janin atau keguguran.

Penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa berendam air panas pada masa trimester pertama akan meningkatkan risiko bayi mengalami kelainan fungsi tubuh saat dilahirkan, seperti kelainan pada otak dan sistem saraf. Penelitian lain yang dilaporkan dalam birth defect research menemukan bahwa masa trimester pertama merupakan masa yang rentan dan risiko ibu mengalami keguguran pada masa ini sangatlah tinggi.

Bakteri dalam air

Selain suhu, hal yang dikhawatirkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan janin adalah bakteri yang ada di dalam air perendam tersebut. Jika Anda memiliki tempat perendaman sendiri, maka pastikan menggunakan disinfektan dan pH air sebaiknya di antara 7,2 hingga 7,8. Namun jika Anda berendam di tempat umum, maka sebelum berendam tanyakanlah hal-hal tentang kebersihan kolam pada pengurusnya, pertanyaannya dapat seperti seberapa banyak orang yang menggunakan kolam tersebut, seberapa sering air kolam diganti, dan apakah menggunakan disinfektan.

Cara aman untuk berendam ketika hamil

Bila Anda sedang berada pada trimester awal, maka Anda tidak boleh berendam di air panas, walaupun berendam hanya sebentar, karena akan langsung mempengaruhi suhu tubuh Anda. Sebagai gantinya, Anda dapat merendam kaki Anda dengan air hangat, hal ini dapat membantu Anda rileks dan tenang. Namun jika Anda sudah melewati trimester pertama dan ingin berendam di air panas, maka langkah berikut ini dapat menurunkan risiko komplikasi pada kehamilan Anda:

  • Berendam di dalam bak tidak lebih dari 10 menit dan sering-sering keluar dari air agar tubuh kembali dingin.
  • Duduk di bagian yang suhu airnya tidak terlalu tinggi, hindari duduk di bagian dekat dengan jet air panas karena biasanya suhu air di bagian tersebut lebih panas dibandingkan dengan bagian lain.
  • Bila Anda merasa berkeringat dan merasa tidak nyaman, keluarlah dari air dan segera dinginkan tubuh Anda. Jangan kembali berendam jika belum merasa nyaman dan tubuh belum kembali normal.
  • Cobalah untuk menjaga dada tidak terendam air, bahkan lebih baik jika hanya setengah bagian badan saja yang terendam oleh air, agar suhu tubuh Anda tidak langsung meningkat drastis.
  • Jangan berendam jika Anda mengalami demam atau flu, hal tersebut akan memperburuk keadaan Anda.
  • Mengurangi suhu air perendam, hal ini akan menurunkan risiko Anda terkena hipertermia.

Bagaimana jika mandi dengan air hangat?

Mandi dengan air panas aman dilakukan untuk ibu hamil, karena risiko untuk mengalami hipertermia lebih kecil. Selama suhu air yang dipakai untuk mandi tidak terlalu tinggi, maka hal ini tidak berisiko bagi kesehatan janin. Selain itu, mandi dengan air panas dengan waktu yang agak lama juga tidak akan langsung meningkatkan suhu tubuh Anda. Pun jika suhu tubuh Anda meningkat akibat terkena air panas, hal ini tidak akan berlangsung lama, karena tubuh tidak berada di dalam air dan cepat bisa mengembalikan ke suhu normal. Lakukan konsultasi rutin dengan dokter Anda dan jika perlu tanyakan apakah Anda boleh menggunakan air panas ketika mandi, karena efek dan kondisi masing-masing orang berbeda sehingga akan menimbulkan dampak yang berbeda pula.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 menit baca

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
    tanda istri hamil

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca