Berbagai Perubahan Pada Kulit Selama Kehamilan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam di di luar tubuh Anda selama hamil. Ini termasuk berbagai perubahan yang terjadi di area lain selain perut Anda.

Selama kehamilan, Anda mungkin mengalami:

  • Stretch mark
  • Perubahan warna kulit (pigmentasi)
  • Bercak
  • Lecet
  • Pembuluh darah pecah
  • Kulit gatal atau sensitif

Perubahan kadar hormon dan sistem kekebalan tubuh Anda merupakan salah satu penyebabnya. Kebanyakan perubahan kulit selama kehamilan akan hilang setelah bayi Anda lahir. Beberapa perubahan kulit, seperti stretch mark dan pigmentasi tertentu dapat menurun pada keluarga. Jika ibu atau saudara Anda mengalaminya saat hamil, Anda mungkin juga akan mengalaminya.

Apakah perubahan pada kulit saat hamil berbahaya?

Perubahan umum pada kulit tidak berhubungan dengan masalah kesehatan. Namun, bicarakanlah dengan dokter jika kulit Anda meradang atau memiliki ruam, iritasi, atau gatal, yang berlangsung lebih dari beberapa hari.

Jika Anda sudah memiliki kondisi kulit seperti eksim atau psoriosis, mungkin ini akan memburuk atau membaik selama kehamilan.

Waspadai beberapa perubahan warna kulit bisa disebabkan oleh kondisi lain yang tidak berkaitan dengan kehamilan Anda. Selalu periksakan ke dokter jika Anda menyadari ada perubahan warna pada kulit atau perubahan ukuran tahi lalat. Jika perubahan pigmentasi disertai rasa sakit, nyeri, atau kemerahan, segera cari pertolongan medis.

Mengapa kulit saya lebih gelap daripada biasanya?

Beberapa bagian kulit yang menggelap biasanya adalah salah satu gejala kehamilan. Kebanyakan calon ibu merasa warna pada puting dan area sekitarnya (areola) menjadi lebih gelap.

Anda akan menyadari area berpigmen lainnya seperti tahi lalat dan bintik-bintik juga menggelap. Namun, seiring berjalannya waktu nanti akan kembali memudar seperti sedia kala.

Bagian pigmentasi coklat pada kening, pipi, dan leher disebut dengan chloasma. Jika Anda memiliki warna kulit yang lebih gelap, chloasma akan terlihat seperti belang yang lebih terang.

Chloasma disebabkan oleh tubuh yang memproduksi melanin berlebih, yang dapat melindungi kulit dari ultraviolet (UV). Sekitar ¾ calon ibu mengalami kondisi ini.

Berada di bawah sinar matahari akan membuat belang lebih gelap dan lebih terlihat. Untuk melindungi kulit Anda, gunakan tabir surya (SPF 15 atau lebih) atau topi saat Anda bepergian.

Jika Anda tidak suka dengan adanya belang, gunakan foundation untuk menyamarkannya. Belang akan memudar dalam 3 bulan setelah bayi Anda lahir, tapi 1 dari 10 ibu memiliki belang yang tidak menghilang.

Apa garis gelap yang membelah perut saya?

Garis vertikal pada perut Anda disebut linea nigra. Biasanya garis ini memiliki lebar sampai 1 cm dan kadang melintas pada pusar. Linea nigra biasanya muncul pada sekitar trimester kedua.

Linea nigra disebabkan oleh pigmentasi akibat perubahan hormon, di mana otot perut meregang dan sedikit memisah untuk memberi ruang pada bayi. Garis akan memudar dalam beberapa minggu setelah Anda melahirkan.

Orang-orang bilang kulit wanita terlihat “glowing” dan lebih bercahaya saat hamil. Apakah ini benar?

“Berseri” atau “glowing” saat hamil bukan sekadar basa-basi. Kulit Anda menahan cairan lebih banyak saat hamil, sehingga membuat kulit lebih kenyal dan menghilangkan kerutan.

Kulit yang merona disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron dan sirkulasi darah pada tubuh. Hal ini juga dapat membuat Anda merasa lebih hangat dan kulit kadang kadang memerah.

Kekurangan efek ini adalah Anda akan terlihat bengkak akibat tertahannya air dan kemerahan pada kulit wajah yang lebih tampak. Kondisi ini akan mereda setelah Anda melahirkan. Sementara itu, Anda dapat menyamarkannya dengan foundation yang melembapkan.

Ingat untuk minum banyak air. Banyak manfaat yang akan dirasakan pada kulit jika Anda terhidrasi dengan baik.

Mengapa pembuluh darah di pipi jadi terlihat jelas?

Pembuluh darah kecil (kapiler) yang pecah dikenal sebagai spider veins (pembuluh darah laba-laba) atau naevi. Hal ini umum terjadi pada kehamilan, terlebih jika Anda rawan terhadap kondisi ini.

Banyaknya darah yang tersirkulasi pada tubuh memberikan tekanan pada pembuluh kapiler, yang juga lebih sensitif saat kehamilan.

Lindungi wajah Anda dari panas atau dingin yang ekstrem. Pembuluh darah akan memudar ketika kadar hormon menurun setelah Anda melahirkan.

Mengapa saya jadi berjerawat?

Anda mungkin akan berjerawat pada trimester pertama. Tingginya kadar hormon meningkatkan produksi sebum, minyak yang menjaga kekenyalan kulit wajah. Terlalu banyak sebum dapat menutup pori-pori, sehingga kulit berminyak dan berjerawat.

Bersihkan wajah secara rutin dengan sabun halus dan air hangat atau pembersih wajah. Jika kulit Anda kering, gunakan pelembap bebas minyak. Jika Anda menggunakan riasan wajah, bersihkan sebelum tidur.

Jangan gunakan krim atau obat jerawat kecuali disarankan oleh dokter. Beberapa produk antijerawat tidak boleh digunakan saat kehamilan. Untungnya, beberapa minggu setelah bayi Anda lahir, kulit Anda akan kembali ke kondisi semula.

Mengapa saya memiliki stretch mark?

Anda mungkin akan menyadari stretch mark muncul seiring dengan bertambahnya berat badan Anda. Kehamilan menyebabkan kulit Anda lebih mudah tertarik dari biasanya. Tingginya kadar hormon juga dapat mengganggu keseimbangan protein pada kulit dan membuatnya lebih tipis.

Setelah kehamilan, stretch mark akan berubah menjadi warna putih keperakan. Hal ini dapat terjadi dalam 6 bulan.

Sayangnya, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah stretch mark, tapi bisa dikurangi dengan:

  • Menghindari kenaikan berat badan terlalu cepat
  • Memijat perut dengan minyak atau krim untuk meningkatkan pertumbuhan jaringan baru
  • Makan makanan kaya nutrisi
  • Mengkonsumsi vitamin E dan C, zinc (seng) dan silica untuk menjaga kulit tetap sehat

Apa yang bisa saya lakukan untuk meringankan lecet?

Dengan bertambahnya berat badan, Anda akan menyadari kulit di antara paha atau di bawah payudara lecet, menyebabkan kulit meradang, mengelupas, dan sedikit berbau. Kondisi ini dikenal dengan intertrigo.

Jika Anda mengalami kondisi tersebut:

  • Jaga area yang terinfeksi agar tetap kering
  • Gunakan bedak tabur untuk menyerap kelembapan
  • Gunakan pakaian berbahan katun
  • Hindari memakai baju ketat

Konsultasikan dengan dokter, terutama jika Anda banyak berkeringat karena dapat menyebabkan infeksi jamur candidal intertrigo. Penting untuk menangani kondisi tersebut sebelum Anda melahirkan, karena dapat menurun pada bayi Anda.

Mengapa kulit saya jadi lebih sensitif dari biasanya?

Tingginya kadar hormon serta kondisi kulit yang tertarik dan lebih tipis dapat menyebabkan kulit menjadi sensitif.

Sabun dan deterjen dapat menyebabkan iritasi. Kondisi kulit yang Anda miliki sebelum kehamilan, seperti eksim, bisa memburuk. Namun, kadang dapat juga terjadi sebaliknya. Wanita dengan psoriasis merasa kondisinya membaik setelah kehamilan.

Anda dapat merasa kulit Anda lebih mudah terbakar saat terkena sinar matahari. Gunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih, dan hindari berada di bawah sinar matahari untuk waktu  lama.

Untuk meminimalisir sensitivitas, pilihlah pakaian berbahan katun dan jagalah tubuh agar tetap lembap.

Mengapa kulit saya terasa gatal?

Wajar bila terjadi gatal dan ruam saat kehamilan tanpa sebab. Hampir ¼ calon ibu mengalami kulit yang gatal.

Gatal umum

Anda akan merasa lebih sensitif terhadap bahan yang biasanya tidak mempengaruhi Anda, seperti klorin pada kolam renang.

Oleskan losion calamine pada area tersebut dapat membantu meredakan gatal. Jika ruam atau iritasi berlangsung lebih dari beberapa hari, konsultasikan dengan dokter.

Gatal parah

Ada kondisi yang relatif langka, yaitu obstetric cholestasis (OC) yang dapat menyebabkan gatal pada seluruh tubuh. Rasa gatal dapat menjadi lebih intens pada telapak tangan atau kaki. Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala ini.

Ruam

Ada beberapa ruam yang berwarna merah dan gatal, tapi tidak berbahaya yang disebabkan oleh kehamilan, seperti:

  • Atopic Eruption of Pregnancy (AEP)
  • Polymorphic Eruption of Pregnancy (PEP)

AEP menyebabkan benjolan yang gatal pada kulit dan biasanya muncul pada trimester pertama pada 1 dari 300 wanita hamil. Kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang setelah bayi Anda lahir.

Anda bisa jadi rawan terhadap AEP, jika Anda memiliki:

  • Eksim
  • Asma
  • Alergi makanan

Mengoleskan krim emollient dapat meringankan gatal. Dokter dapat meresepkan antihistamin untuk mengurangi gatal pada malam hari.

Jika Anda mengalami PEP, Anda akan menyadarinya pada perut Anda, di sekitar tanda kerutan. Ruam dapat menyebar ke bokong dan paha. PEP lebih sering terjadi jika:

  • Anda mengandung bayi pertama
  • Anda mengandung anak kembar
  • Salah satu wanita di keluarga Anda pernah mengalami PEP

Dokter dapat meresepkan antihistamin atau krim steroid untuk mengurangi rasa gatal. PEP biasanya akan hilang 1-2 minggu setelah Anda melahirkan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
    Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    bayi baru lahir

    Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit