Bayi Berhenti Bergerak Dalam Kandungan: Mana yang Masih Normal, dan Mana yang Bahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ibu bisa merasakan kehadiran janin ketika ia mulai menendang dalam kandungan, walaupun kadang terasa menyakitkan. Janin yang aktif bergerak merupakan tanda bahwa janin dalam keadaan yang sehat. Biasanya, janin suka menendang di usia kehamilan 18-22 minggu. Dan, setelah itu mungkin pergerakan janin yang ibu rasakan bisa berkurang. Namun, jika janin tiba-tiba berhenti bergerak di dalam kandungan, tentu hal ini membuat ibu khawatir. Mengapa janin berhenti bergerak?

Berbagai penyebab janin berhenti bergerak

Jangan khawatir dulu, bu. Meski pada umumnya janin bisa terus bergerak kurang lebih sepuluh kali dalam 12 jam, kadang ia akan berhenti bergerak. Ini adalah hal yang normal. Namun, jika pergerakan janin berhenti dalam waktu terlalu lama, mungkin Anda harus memeriksakannya ke dokter.

Berikut ini beberapa penyebab janin berhenti atau jarang bergerak saat memasuki trimester ketiga:

1. Posisi bayi

Hal ini juga dapat memengaruhi seberapa besar ibu bisa merasakan pergerakan janin. Jika posisi janin berada mendekati tulang belakang ibu, mungkin gerakan yang dibuat janin tidak sampai ke perut ibu sehingga ibu kurang bisa merasakannya. Namun, seiring dengan perkembangan janin yang bertambah besar, ibu mungkin makin bisa merasakan tendangan janin.

2. Janin tidur

Ya, janin juga mempunyai jam tidur sejak masih dalam kandungan. Janin tidur biasanya berlangsung selama 20-40 menit atau lebih (tapi tidak lebih dari 90 menit). Saat janin tidur, tentu janin tidak bergerak. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika selama waktu ini Anda tidak dapat merasakan pergerakan janin.

3. Ibu stres atau masalah nutrisi

Saat ibu stres, hormon stres dilepaskan oleh tubuh ibu. Dan, ini bisa memengaruhi jumlah pergerakan janin. Janin mungkin akan bergerak lebih sedikit. Selain itu, dehidrasi atau puasa (atau ibu membatasi asupan makannya) juga dapat menyebabkan pergerakan janin menjadi menurun. Hal ini karena makanan yang ibu makan memberi energi pada janin untuk bergerak.

4. Janin mengalami keterbatasan pertumbuhan

Keterbatasan pertumbuhan dalam rahim dapat dilihat dari ukuran janin yang lebih kecil dari ukuran janin normal pada usia kandungan sama. Janin yang kecil mungkin melakukan gerakan yang sama jumlahnya dengan janin normal, tapi mungkin ibu tidak bisa merasakannya.

5. Ketuban pecah dini

Air ketuban membuat janin bisa bebas bergerak di dalam kandungan. Namun, jika air ketuban makin lama makin sedikit (seperti saat usia kandungan sudah mendekati waktu kelahiran) atau jika ketuban pecah dini, hal ini dapat membatasi pergerakan bayi. Ketuban pecah dini bisa menyebabkan masalah pada janin.

6. Hipoksia

Hipoksia merupakan kondisi saat janin mengalami kekurangan oksigen. Hal ini bisa disebabkan oleh tali pusar janin yang tertekuk atau terlilit, sehingga oksigen tidak bisa diantarkan dengan baik ke janin. Hipoksia bisa menyebabkan efek jangka panjang pada otak dan perkembangan janin secara keseluruhan. Saat janin mengalami hipoksia, biasanya janin mengurangi atau menghentikan gerakannya untuk menghemat energi.

7. Abrupsio plasenta

Abrupsio plasenta adalah kondisi di mana plasenta terpisah dari dinding rahim. Pada kasus yang parah, hal ini dapat membatasi aliran oksigen dan nutrisi ke janin. Jika dibiarkan, hal ini tentu dapat menyebabkan janin meninggal dalam rahim. Sehingga, jika abrupsio plasenta terjadi, janin harus segera dilahirkan, terlebih jika usia kandungan sudah besar.

8. Janin meninggal dalam kandungan (bayi lahir mati)

Bayi lahir mati bisa terjadi setelah usia kandungan lebih dari 20 minggu, tapi biasanya lebih sering terjadi pada usia kandungan 28 minggu. Menurut American Pregnancy Association, 50% ibu yang melahirkan bayi lahir mati mengalami tanda-tanda penurunan pergerakan janin secara bertahap selama beberapa hari sebelum bayi meninggal dalam kandungan.

Segera periksa ke dokter jika merasa pergerakan janin berubah

Jumlah gerakan yang dibuat janin mungkin bisa berbeda-beda antar janin. Janin yang normal biasanya dapat membuat 10 gerakan selama dua jam atau kurang pada usia kehamilan 28 minggu atau lebih. Jika Anda merasa khawatir pergerakan janin menurun, sebaiknya istirahat, minum air, dan makan (terutama makanan manis). Hal ini dapat memberi energi pada janin untuk bergerak.

Namun, jika janin berhenti bergerak dalam waktu lama, mungkin Anda perlu memeriksakannya ke dokter. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika merasakan gerakan bayi tiba-tiba menurun atau berhenti dalam waktu yang lama. Penanganan dini mungkin dapat menghindari terjadinya bayi lahir mati atau hal lain yang tidak diinginkan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir agar Cepat Kering

Saat bayi lahir, tali pusat akan dipotong dan disisakan sedikit. Tak perlu bingung, berikut perawatan tali pusat yang bisa dilakukan!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Perut Terasa Kencang Saat Hamil, Apa Artinya?

Perut kencang saat hamil adalah keluhan umum yang dirasakan ibu hamil. Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasinya? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum teh saat hamil

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit