backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

Cara Memulihkan Stamina Setelah Sakit, Lakukan 7 Hal Ini

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 17/05/2023

Cara Memulihkan Stamina Setelah Sakit, Lakukan 7 Hal Ini

Saat sakit, badan memang belum bisa pulih sepenuhnya seperti sedia kala. Tubuh membutuhkan adaptasi kembali dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Agar lebih cepat kembali bugar, Anda bisa mencoba beberapa cara untuk memulihkan stamina setelah sakit.

Cara memulihkan stamina setelah sakit

Untuk meningkatkan stamina tubuh, Anda bisa melakukan olahraga ringan, berjemur, serta memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan.

Namun, jangan lupa untuk mendapatkan istirahat yang cukup karena kondisi tubuh belum bugar sepenuhnya. Secara lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut!

1. Berolahraga ringan

Mungkin Anda mengira bahwa berolahraga akan menguras tenaga. Padahal, olahraga adalah cara memulihkan stamina setelah sakit yang perlu dilakukan. Mengapa?

Berolahraga melatih kekuatan jantung dan paru-paru. Hal ini akan memperlancar sirkulasi darah Anda. Efeknya, sel-sel tubuh mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup, Anda pun lebih bertenaga.

Olahraga yang dilakukan tidak perlu berat, Anda bisa melakukan olahraga kardio ringan, seperti berjalan kaki jauh, lari-lari kecil, dan bersepeda.

2. Mencukupi kebutuhan air

menyetir mobil saat haus

Setelah sakit, jagalah tubuh tetap hidrasi. Asupan cairan yang cukup ikut menjaga volume darah sehingga tubuh mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. 

Selain itu, banyak minum mengurangi sakit kepala yang membuat Anda makin lemas setelah sakit. 

Sakit kepala bisa berawal dari kondisi kurangnya cairan ke otak. Saat kekurangan cairan, saraf-saraf di kepala pun tertekan dan timbulah rasa sakit.

Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk minum delapan gelas setiap harinya, sebesar 230 ml atau setara dengan 2 liter per hari.

3. Perbanyak makanan bergizi

Usai sakit, biasanya tubuh masih terasa lemas. Cobalah untuk konsumsi makanan kaya gizi sebagai.

Jenis makanan untuk memulihkan stamina setelah sakit yang bisa Anda coba adalah karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, ubi jalar, dan biji-bijian.

Jenis karbohidrat ini diserap tubuh lebih lama sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah yang membuat Anda lemas.

Selain itu, Anda bisa mengonsumsi makanan tinggi protein, seperti dada ayam, ikan, dan daging tanpa lemak. Protein membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dan memberikan energi bagi otot.

4. Cukup tidur

tidur berkualitas meningkatkan kekebalan tubuh covid-19

Meskipun beraktivitas fisik, Anda tetap perlu tidur cukup sebagai cara mengatasi badan lemas setelah sakit. 

Tidur ternyata meningkatkan molekul penting untuk menambah energi. Tidur juga memicu hormon pertumbuhan yang bisa memperbaiki otot yang rusak.

Nah, berbagai khasiat ini bisa memulihkan stamina setelah sakit. Jadi, sebaiknya tidur cukup pada malam hari selama 7 – 9 jam.

Tidak dapat diragukan lagi, kurang tidur dapat meningkatkan kelelahan sehingga Anda tak bertenaga pada keesokan harinya.

Cara meningkatkan kualitas tidur

  • Hindari tidur siang terlalu lama.
  • Matikan semua gawai.
  • Batasi asupan teh atau kopi di malam hari.
  • Olahraga pada siang hari agar tubuh siap tidur nyenyak pada malam hari.

5. Kelola stres

Stres mungkin tidak berkaitan dengan fisik. Namun, kelelahan mental juga bisa membuat tubuh terasa lemas. 

Anda perlu mengetahui cara menghilangkan lemas setelah sakit dengan mengelola stres, bagaimana?

  • Istirahat dari kegiatan rutin dan lakukan hobi, sebisa mungkin batasi menggunakan gawai dalam waktu lama.
  • Rencanakan bertemu dengan teman-teman dan keluarga.
  • Ceritakan beban dan tekanan kepada orang-orang yang dipercaya agar mendapat dukungan.
  • Bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan minat atau hobi Anda, seperti klub olahraga, klub berkebun, atau support group.
  • Kondisi mental yang baik membuat Anda bisa lebih produktif dalam beraktivitas.

    6. Berjemur di bawah sinar matahari

    Siapa sangka bila berjemur di bawah matahari bisa menjadi cara mengatasi badan lemas setelah sakit?

    Berjemur meningkatkan kadar vitamin D tubuh yang berguna untuk pemulihan otot. Tak hanya itu, vitamin D juga penting untuk menjaga kekuatan tulang. 

    Vitamin D juga membantu mengurangi gejala depresi. Diketahui, depresi bisa membuat Anda merasa lemas akibat pola tidur yang tidak teratur. Jadi, stamina tak terisi dengan baik selama tidur. 

    Selain itu, lelah saat depresi muncul akibat kekurangan motivasi untuk mengerjakan apa pun. Hal ini bisa mengurangi kegiatan fisik yang bisa menambah energi.

    7. Menjaga kesehatan secara menyeluruh

    Setelah sakit dan berhasil memulihkan stamina secara perlahan, Anda perlu mempertahankan kebiasaan sehat setiap hari.

    Hal ini membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga Anda tidak mudah sakit di kemudian hari.

    Bila sudah cukup pulih, lakukanlah kebiasaan sehat dengan beberapa cara berikut.

    • Konsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari lauk-pauk tinggi protein, sayur dan buah, serta makanan pokok.
    • Kurangi asupan gula, garam, minyak.
    • Olahraga rutin selama 30 menit intensitas sedang atau 15 menit intensitas tinggi setiap hari.
    • Mengelola waktu dengan baik.
    • Memulai relaksasi.

    Jika sudah rutin olahraga, Anda bisa menambah jarak tempuh, waktu olahraga, dan mencoba angkat beban.

    Cara memulihkan stamina setelah sakit dimulai dengan menjaga asupan dan aktif bergerak. Tidak sampai di situ, Anda juga perlu mengelola kondisi mental agar proses pemulihan semakin optimal.

    Bila kondisi tetap tak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 17/05/2023

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan