Gerakan lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif merupakan bagian dari sistem gerak manusia. Bentuk gerakan ini bisa dijumpai saat melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika berolahraga.
Gerakan lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif merupakan bagian dari sistem gerak manusia. Bentuk gerakan ini bisa dijumpai saat melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika berolahraga.

Namun, masih banyak orang yang belum sadar betul bahwa kemampuan gerakan dasar ini menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang. Agar Anda lebih memahami ketiganya, simak uraian selengkapnya berikut ini.
Gerakan lokomotor adalah jenis gerakan yang ditandai dengan pergerakan seluruh tubuh dan anggota badan. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggerakkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain.
Mengutip Greene Towne Montessori School, gerakan lokomotor penting bagi anak-anak karena untuk membangun kekuatan pada otot dan persendian agar terhindar dari gangguan muskuloskeletal.
Selain itu, gerakan ini juga membantu koordinasi otak yang akan mengirim pesan ke otot sehingga pergerakan tubuh bisa dilakukan dengan cepat.
Keterampilan ini harus dipahami sejak dini karena akan memengaruhi tumbuh kembang anak dan kemampuannya beraktivitas pada kemudian hari.
Kendati begitu, sebagian besar anak mungkin bisa menguasai gerak lokomotor tanpa instruksi dari orang dewasa.
Akan tetapi, Anda harus menyadari dan mencoba melatih gerak lokomotor yang tepat dengan beberapa contoh aktivitas di bawah ini.

Cara berjalan kaki yang benar yaitu kaki lurus sambil mengayunkan lengan secara perlahan. Pastikan gerakan lengan berlawanan dengan kaki.
Saat berjalan kaki, Anda juga bisa melakukannya dengan berbagai cara, misalnya jalan cepat atau jalan dengan kaki tertekuk.
Pastikan lengan Anda ditekuk dan gerakkan berlawanan dengan kaki yang dimulai. Tekuk kaki Anda sehingga tumit hampir menyentuh pantat.
Leaping adalah lompatan yang dilakukan dengan tolakan satu kaki dan mendarat dengan kaki yang lain. Biasanya, gerakan ini digabungkan dengan berlari.
Hop adalah bentuk gerakan meloncat dengan satu kaki dan mendarat dengan kaki yang sama.
Untuk melakukannya, condongkan tubuh Anda ke depan. Lalu, kaki yang tidak dipergunakan dan kedua lengan bertindak sebagai penyeimbang gerakan.
Ini adalah gerakan memindahkan badan dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kedua kaki untuk menolak dan dua kaki untuk mendarat.
Kedua lengan harus membantu dengan berayun ke atas dan gerakan tubuh dikombinasikan dengan dorongan dari kaki untuk mengangkat berat tubuh.
Berbanding terbalik dengan lokomotor, gerakan nonlokomotor adalah gerak yang tidak disertai dengan perpindahan tempat atau gerak yang dilakukan di tempat.
Gerak nonlokomotor biasanya dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan keterampilan gerak menjadi lebih luwes.
Sementara itu, menurut Dr. Shannon S.D. Bredin dari University of British Columbia, gerakan nonlokomotor tidak hanya dapat membantu meningkatkan keseimbangan atau kelenturan, tetapi juga menjadi cara yang bagus untuk mengendalikan tubuh.
Belum lagi, gerakan ini dapat membantu orang-orang untuk mencegah osteoporosis pada usia lanjut.
Oleh karena itu, berlatih gerakan nonlokomotor menjadi semakin penting untuk menjaga kesehatan tulang manusia seiring bertambahnya usia.
Ini lantaran semakin bertambah usia, Anda akan dituntut untuk menjadi lebih mandiri secara fisik. Berikut adalah beragam cara untuk melatih gerakan nonlokomotor.

Kemampuan menyeimbangkan badan dalam berbagai posisi memberikan dasar yang bagus untuk berolahraga.
Latihan keseimbangan dapat Anda temukan manfaatnya saat melakukan gerakan senam yoga, seni bela diri, dan menari.
Untuk menghindari cedera saat olahraga, Anda harus melakukan gerakan pemanasan atau peregangan terlebih dahulu.
Membiasakan peregangan juga dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh dan meredakan sakit punggung.
Gerakan mendorong dan menarik adalah cara yang bagus untuk melatih kekuatan lengan. Kedua gerakan ini juga berguna untuk menjaga kebugaran dan membentuk postur tubuh yang ideal.
Gerakan berayun mengacu pada kemampuan untuk menggerakkan bagian tubuh dari segala sisi. Hal ini berguna untuk melatih kesadaran spasial.
Ini termasuk saat Anda sedang melakukan senam aerobik. Ada berbagai cara untuk membantu Anda mengembangkan keterampilan ini, baik di rumah atau saat mengikuti kelas khusus.
Gerak manipulatif adalah gerak yang membutuhkan kemampuan untuk mengontrol objek atau peralatan apa pun. Jenis gerakan ini sering kali disebut dengan gerakan kontrol objek.
Gerakan manipulatif dalam hal ini berarti melibatkan beberapa unsur gerak yang harus dikoordinasikan menjadi satu gerakan yang baik dan harmonis.
Oleh karena itu, jenis gerakan yang satu ini membutuhkan kemampuan koordinasi yang cukup baik.
Walaupun sebagian besar keterampilan manipulatif menggunakan tangan dan kaki, bagian-bagian tubuh yang lain juga dapat dilibatkan.
Manipulasi terhadap objek tertentu mengarah pada koordinasi mata-tangan dan mata-kaki yang lebih baik.
Beberapa contoh olahraga yang menggunakan gerak manipulatif yakni basket dan sepak bola. Sementara itu, jenis gerak manipulatif di antaranya sebagai berikut.
Jenis gerak manipulatif yang pertama adalah melempar. Untuk melakukan gerakan ini, Anda memerlukan koordinasi antara tangan dan mata.
Gerakan mata dan tangan yang tidak seirama akan membuat objek yang dilemparkan meleset jauh dari sasaran.
Memukul memiliki tujuan untuk menjatuhkan benda. Gerakan ini bisa dilakukan dengan menggunakan tangan, raket, tongkat, atau alat lainnya.

Menendang, termasuk menendang bola, memerlukan koordinasi mata dan kaki. Koordinasi yang baik antara mata dan kaki akan berpengaruh pada arah tembakan atau yang dituju.
Menggiring juga termasuk gerak manipulatif yang memerlukan konsentrasi tinggi. Hal ini dilakukan untuk memindahkan benda dengan kaki atau tangan.
Selain itu, menggiring memerlukan kontrol yang baik sehingga benda sampai pada sasaran.
Jenis gerak manipulatif yang terakhir adalah menangkap objek, baik yang bergerak atau mendekat. Anda bisa melakukan gerakan ini menggunakan satu atau dua tangan.
Melatih gerakan lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif secara rutin dapat membantu mempertahankan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kelenturan tubuh.
Karena itu, cobalah memasukkan berbagai aktivitas yang melibatkan ketiga jenis gerakan tersebut ke dalam rutinitas sehari-hari agar tubuh tetap aktif dan kemampuan gerak terjaga.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Fundamental locomotor and non-locomotor movement skills. (n.d.). Greene Towne – Greene Towne Montessori School, located in Center City, Philadelphia, is dedicated to providing a stimulating learning environment for children ages 18 months to 6 years, consistent with the values and principles developed by Dr. Maria Montessori. Retrieved 21 August 2026, from https://gtms.org/fundamental-locomotor-and-non-locomotor-movement-skills/
Activities. (n.d.). Helping under-5s live active and healthy lives — Early Movers. Retrieved 21 August 2026, from https://www.earlymovers.org.uk/activities/manipulative-skill-activities
Manipulative skill competency and health-related physical fitness in elementary school students. Retrieved 21 August 2026, from https://doi.org/10.1016%2Fj.jshs.2015.03.007
Developing our locomotor skills (WRDSB@Home). (n.d.). School Information. Retrieved 21 August 2026, from https://schools.wrdsb.ca/athome/learn/elementary-home/elementary-2/healthy-active-living/healthy-active-living-all-grades/skill-development/developing-our-locomotor-skills/
Versi Terbaru
23/08/2026
Ditulis oleh Adhenda Madarina
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Carla Pramudita Susanto
General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita