home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Teknik Dasar Lari Jarak Pendek untuk Performa Terbaik

3 Teknik Dasar Lari Jarak Pendek untuk Performa Terbaik

Meski hanya menempuh lintasan pendek, bukan berarti teknik lari jarak pendek atau lari sprint mudah untuk Anda lakukan. Anda harus benar-benar dalam kondisi fit dan mengetahui teknik-teknik dasarnya untuk bisa mencapai garis finis lebih cepat. Nah untuk menguasai hal-hal tersebut, simak terlebih dahulu tips lari cepat berikut ini.

Teknik-teknik dasar lari jarak pendek (sprint)

Lari jarak pendek (sprint) adalah salah satu cabang olahraga lari yang menggunakan jarak lintasan pendek, mulai dari 100 meter, 200 meter, hingga 400 meter. Lari estafet (relay race) juga termasuk dalam kategori ini dengan jarak lintasan 4×100 meter dan 4×400 meter.

Berbicara mengenai lari sprint, tentu tidak akan lepas dari sosok Usain Bolt. Pelari veteran asal Jamaika ini tercatat memiliki rekor sprint jarak 100 meter tercepat, dengan catatan waktu 9.58 detik. Hal inilah yang membuatnya dijuluki sebagai “manusia tercepat di dunia”.

Jika ingin berlari secepat kilat bak Usain Bolt, beberapa teknik dasar lari jarak pendek ini perlu Anda kuasai, mulai dari teknik start, berlari, hingga mencapai garis finis.

1. Teknik start

teknik start jongkok

Dalam perlombaan lari cepat, Anda perlu melakukan start secara efisien. Teknik start yang benar menentukan tingkat keberhasilan seorang pelari untuk mencapai garis finis lebih cepat.

Lari sprint harus memulai balapan dengan teknik start jongkok atau block start. Kedua kaki pelari harus berada pada blok dan mengambil posisi jongkok dengan beban tubuh bertumpu pada kedua tangan di lintasan.

Dikutip dari Brian Mac Sports Coach, ada tiga teknik start jongkok yang umum digunakan dalam lari jarak pendek, yakni start pendek (bunch/bullet start), start menengah (medium start), dan start panjang (elongated start).

  • Start pendek (bunch/bullet start). Posisi jari-jari kaki belakang hampir sejajar dengan tumit kaki depan saat berada pada blok.
  • Start menengah (medium start). Posisi lutut kaki belakang ditempatkan di samping telapak kaki depan.
  • Start panjang (elongated start). Posisi lutut kaki belakang sejajar atau sedikit berada di belakang tumit kaki depan.

2. Teknik lari

teknik lari sprint

Postur tubuh yang baik dan benar bisa meningkatkan kecepatan Anda saat berlari di lintasan. Salah postur atau posisi tubuh bisa memperburuk catatan waktu Anda berlari. Bukan hanya itu, postur tubuh sempurna juga bisa mengurangi risiko cedera saat berlari.

Pelatih Nick Anderson seperti dikutip dari Runners World menjelaskan beberapa teknik untuk mencapai bentuk lari jarak pendek yang sempurna dan berkecepatan tinggi, antara lain sebagai berikut ini.

Bahu dan kepala

Jaga posisi bahu turun serta rileks. Kepala sejajar garis lurus dengan anggota tubuh di bawahnya. Jaga bahu tetap lurus dan hindari rotasi atau putaran berlebih.

Lengan

Posisikan lengan dengan longgar dan siku membentuk sudut 90 derajat. Gerakkan siku lurus ke belakang untuk menciptakan momentum. Saat mengayun kembali ke depan, pompa tangan setinggi bahu.

Pinggang

Coba bayangkan bahwa badan Anda tertarik ke atas dengan seutas tali pada kepala Anda. Ini untuk membuat berat pada pinggang terasa pas. Kencangkan otot perut untuk bisa mendapatkan postur yang pas.

Lutut

Dorong lutut Anda ke depan dan angkat dengan tinggi. Ini akan menghasilkan kekuatan lebih dan mendorong jangkauan langkah lebih jauh.

Kaki

Sesaat bagian telapak kaki akan menyentuh lintasan, angkat jari kaki Anda ke arah tulang kering, hingga telapak kaki Anda ada pada posisi horizontal.

Pastikan Anda mendaratkan telapak kaki Anda dengan bagian tengah dan posisinya berada di bawah tubuh, bukan berada di depan tubuh Anda.

Tumit

Setelah menyentuh lantai, pastikan tumit Anda membentuk gerakan melingkar penuh hingga belakang ke arah bokong, namun tidak sampai menyentuh. Jangan langsung gerakkan tumit ke depan sebelum hampir menyentuh bokong. Ini akan membuat tolakan semakin kuat.

3. Teknik finis

teknik finish lari sprint

Fase finis adalah tahapan lari cepat yang paling menentukan. Pasalnya dalam beberapa pertandingan, pelari akan saling berdekatan satu sama lain saat memasuki garis finis.

Dalam kompetisi internasional, pencatatan dan pelaporan waktu finis harus dilakukan hingga satuan 0.01 detik. Sehingga memerlukan peralatan dan teknologi khusus untuk menilainya.

Peraturan International Association of Athletics Federations (IAAF) menyatakan bahwa waktu seorang pelari dicatat ketika batang tubuh melewati garis finis. Untuk itu, ada tiga teknik finis yang bisa pelari lakukan, yakni:

  • mencondongkan dan menjatuhkan dada ke depan,
  • menjatuhkan salah satu bahu ke depan, dan
  • berlari lebih cepat.

Bentuk latihan untuk meningkatkan teknik lari sprint

Pemanasan bisa jadi salah satu bentuk latihan yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan performa lari jarak pendek. Hal ini perlu dilakukan karena semakin keras Anda memaksa tubuh untuk berlari cepat, semakin besar pula risiko cedera pada otot Anda.

Beberapa latihan pemanasan yang bisa Anda lakukan sebelumnya antara lain sebagai berikut.

  • Jalan dan berlari kecil selama 5 hingga 10 menit sebelum melakukan lari jarak pendek.
  • High knees atau gerakan mengangkat lutut setinggi-tingginya secara bergantian. Jenis latihan ini juga biasa disebut sebagai jalan di tempat.
  • Butt kickers yang gerakannya mirip dengan jalan di tempat, namun hanya bagian lutut ke bawah yang bergerak ke belakang hingga bagian tumit menyentuh bokong.
  • Skipping atau lompat tali bisa dilakukan untuk meregangkan otot kaki.

Selain beberapa teknik pemanasan tersebut, Anda juga bisa melakukan latihan gabungan antara berjalan, jogging, berlari, hingga lari cepat. Mulailah berjalan dan tambah kecepatan Anda setiap 10 detik hingga Anda meraih kecepatan sprint penuh.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hadfield, J. (2019). 9 Simple Tips for Turbo Charging Your Speed to Sprint Faster. Runner’s World. Retrieved 17 June 2019, from https://www.runnersworld.com/training/a20826209/9-steps-to-getting-faster-at-sprinting/.

McCarthy, K. (2011). Usain Bolt: Sprinting Technique. Runner’s World. Retrieved 17 June 2019, from https://www.runnersworld.com/uk/health/a766959/usain-bolt-sprinting-technique/.

Flaherty, S. What are the Rules for the 100M Sprint?. Livestrong.com. Retrieved 12 March 2021, from https://www.livestrong.com/article/132087-what-rules-100m-sprint/.

Mackenzie, B. Sprinting. Brianmac.co.uk. Retrieved 12 March 2021, from https://www.brianmac.co.uk/sprints/index.htm.

Mackenzie, B. Sprint Starts. Brianmac.co.uk. Retrieved 12 March 2021, from https://www.brianmac.co.uk/sprints/starts.htm.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya Diperbarui 28/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x