Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Mengatasi Cedera Tulang Kering Secara Alami Hingga Perawatan Medis

Cara Mengatasi Cedera Tulang Kering Secara Alami Hingga Perawatan Medis

Cedera tulang kering umum terjadi ketika melakukan lari maraton. Kondisi yang juga disebut sebagai shin splint atau medial tibial stress syndrome akan menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Lantas, bagaimana cara mengatasi cedera tulang kering? Simak ulasannya berikut ini.

Cara mengatasi cedera tulang kering di rumah

cara mengatasi cedera tulang kering

Cedera tulang kering atau shin splint sering terjadi pada atlet yang meningkatkan intensitas, atau mengganti rutinitas larinya. Kondisi ini mengakibatkan otot, tendon, dan jaringan tulang sekitar tulang kering bekerja terlalu keras dan terasa nyeri.

Dikutip dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, orang yang mengalami cedera tulang kering akan mengalami nyeri di sepanjang tulang kering dan pembengkakan.

Sebagian besar penanganan kasus cedera tulang kering bisa Anda lakukan dengan mudah di rumah. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan mempercepat kesembuhan cedera seperti berikut ini.

1. Istirahat

Hindari aktivitas fisik yang dapat memperparah rasa nyeri, mengakibatkan bengkak, dan sensasi tidak nyaman. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa beraktivitas sama sekali.

Sembari menunggu sembuh, Anda bisa melakukan olahraga low-impact, seperti berenang, yoga, atau bersepeda. Akan tetapi, hindari berlari selama kaki Anda masih nyeri karena aktivitas ini hanya akan memperparah kondisinya.

2. Kompres es

Tempelkan kompres dingin pada area tulang kering kaki yang terasa sakit. Caranya, bungkus es dalam plastik dan lapisi dengan lap atau handuk agar es tidak langsung menyentuh kulit.

Kompres area yang nyeri selama 15-20 menit dan berikan pijatan lembut jika perlu. Ulangi sebanyak 4-8 kali dalam sehari sampai terasa lebih baik.

3. Minum obat pereda nyeri

Anda dapat minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan rasa sakit dan nyeri akibat cedera. Obat-obatan ini bisa Anda beli di warung atau toko obat terdekat.

Pereda nyeri memiliki efek samping yang menyebabkan masalah perut, sehingga Anda sebaiknya minum obat ini setelah makan.

Secara perlahan, Anda bisa memulai aktivitas normal setelah beberapa minggu jika rasa nyeri sudah hilang. Namun, sebelumnya Anda harus memastikan cedera tulang kering sudah benar-benar sembuh.

Cara mengobati cedera tulang kering dengan perawatan dokter

Ivermectin adalah obat

Jika cara di atas tidak cukup efektif untuk mengatasi cedera olahraga ini, perawatan dokter dibutuhkan. Berikut ini beberapa perawatan yang mungkin direkomendasikan dokter.

1. Menggunakan perban kompresi

Perban kompresi membantu untuk mengendalikan pembengkakan yang harus dipakai saat pasien terjaga maupun aktif. Perawatan ini dapat dengan mudah disesuaikan dengan perubahan ukuran tungkai kaki dan kebutuhan kompresi.

Jika setelah gejala muncul, Anda langsung memeriksakan diri ke dokter, penggunaan perban kompresi menjadi perawatan tahap awal untuk meminimalkan gerakan kaki yang mungkin memperparah gejala.

2. Mendapatkan pelayanan ortotik

Orang yang sering mengalami cedera tulang kering biasanya memiliki telapak kaki datar. Nah, mendapatkan pelayanan ortotik bisa mengatasi cedera tulang kering sekaligus mencegah kemunculannnya di kemudian hari.

Jadi, bagian ortotik membantu Anda untuk mengukur, merancang, dan membuat sisipan sepatu khusus. Tujuannya untuk membantu menyelaraskan dan menstabilkan kaki dan pergelangan kaki serta menghilangkan stres pada otot kaki bagian bawah Anda.

3. Operasi

Jika cara di atas tidak juga ampuh mengatasi cedera tulang kering, prosedur pembedahan mungkin perlu dilakukan.

Biasanya, dokter akan melakukan fasiotomi, yakni pemotongan jaringan fasia di kaki Anda sebagai sarana untuk meredakan nyeri shin splint yang disebabkan oleh kerusakan fasia kaki bagian bawah.

Ada juga prosedur pengelupasan periosteal melibatkan pengangkatan jaringan ikat yang melapisi tibia dan hanya dianjurkan jika shin splint disebabkan oleh peradangan jaringan.

Setelah menjalani operasi, perawatan di rumah lebih lanjut perlu diikuti untuk mempercepat proses pemulihan.

Tanda sembuh dari cedera tulang kering

  • Kaki yang cedera sudah sama fleksibel (dapat ditekuk) dengan kaki yang sehat.
  • Kaki yang cedera sudah sekuat kaki yang sehat.
  • Bisa menekan bagian yang cedera dengan kuat dan tidak terasa sakit.
  • Bisa jogging, lari, dan melompat tanpa rasa sakit.

Gejala cedera tulang kering hampir mirip dengan cedera olahraga lain, seperti patah tulang, tendinitis, atau chronic exertional compartment syndrome.

Semua kondisi tersebut, kemungkinan tidak akan efektif jika diatasi dengan cara di atas. Jika gejala nyeri pada tulang kering tidak juga membaik dengan pengobatan di atas, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut.

Setelah penyebabnya diketahui, barulah dokter bisa memutuskan pengobatan yang tepat untuk Anda jalani.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shin splints – orthoinfo – Aaos. OrthoInfo. (n.d.). Retrieved June 22, 2022, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/shin-splints

Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2021, October 16). Shin Splints. Mayo Clinic. Retrieved June 22, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shin-splints/symptoms-causes/syc-20354105

Shin splints. NHS. (2017). Retrieved June 22, 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/shin-splints/#treating-shin-splints-at-home.

Compression garments and bandages. ONS. (n.d.). Retrieved June 22, 2022, from https://www.ons.org/node/1861?display=pepnavigator&sort_by=created&items_per_page=50

Ormiston RV, Marappa-Ganeshan R. Fasciotomy. [Updated 2022 Apr 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556153/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 5 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro