home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tanda dan Gejala Sinus Tarsi, Cedera Pergelangan Kaki yang Bikin Sulit Berdiri

Tanda dan Gejala Sinus Tarsi, Cedera Pergelangan Kaki yang Bikin Sulit Berdiri

Sebagai bagian tubuh paling bawah, kaki tersusun dari berbagai jenis tulang dan persendian yang kuat untuk menahan tekanan dari berat badan Anda secara terus-menerus. Itu sebabnya jika Anda mengalami cedera di kaki, terutama di area pergelangan kaki, Anda bisa sulit untuk berjalan bahkan untuk berdiri sekalipun. Salah satu jenis cedera pergelangan kaki yang paling umum terjadi disebabkan oleh cedera sinus tarsi.

Apa itu cedera sinus tarsi?

Cedera sinus tarsi alias sindroma sinus tarsi adalah cedera atau trauma yang terjadi di sisi luar pergelangan kaki. Sinus tarsi itu sendiri merupakan rongga di sekitar pergelangan kaki yang terbentuk dari beberapa persendian untuk menghubungkan bagian tulang talus dan calcaneus.

Sindroma sinus tarsi juga dapat terjadi ketika ada luka atau robekan pada salah satu, atau lebih, ligamen dalam sinus tarsi.

Apa penyebab cedera pergelangan kaki sinus tarsi?

Penyebab utama dari sindroma sinus tarsi adalah cedera pergelangan kaki atau trauma yang mengenaik satu atau lebih dari satu ligamen dalam sinus tarsi. Sebagai contoh terkilir, keseleo, atau terjatuh saat berolahraga atau beraktivitas.

Ligamen yang robek akibat terkilir yang cukup parah dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan pecahnya kantung cairan synovial dari persendian yang bertindak sebagai pelumas untuk sendi dan tendon.

Penyebab selain trauma seperti bentuk telapak kaki yang terlalu datar atau cara berjalan yang salah juga dapat menyebabkan tekanan berulang. Tulang talus dan calcaneus pada kaki yang terlalu tertekan secara bersamaan dapat terjadi kerusakan dan peradangan yang sendi di daerah sinus.

Tanda dan gejala sindroma sinus tarsi

Jika cedera mengenai area sinus tarsi, gejala utamanya adalah rasa nyeri, ketidaknyamanan, dan/atau ketidakseimbangan saat berdiri. Rasa nyeri yang menjadi pertanda sinus tarsi biasanya terjadi sesaat setelah terjadi cedera atau setelah kaki menahan beban terlalu lama.

Cedera pergelangan kaki khas sindroma sinus ditandai dengan rasa nyeri yang timbul di sisi luar pergelangan kaki, baik sedang menggerakkan atau hanya ketika sedang mengangkat kaki. Akibatnya seseorang dapat merasa tidak stabil ketika menumpukan berat badan pada bagian kaki belakang.

Kerusakan sinus tarsi terjadi secara perlahan dan nyeri dapat bertambah serius ketika persendian kaki yang sudah mengalami kerusakan menyebabkan seseorang tidak dapat berjalan normal atau mengambil langkah yang terlalu lebar. Pergerakan yang tidak sesuai akan kembali menambah area kerusakan persendian yang mengalami cedera.

Rasa nyeri yang serupa dengan sindroma sinus tarsi juga dapat disebabkan oleh kaki terkilir, arthritis, tendonitis dan patah tulang di sekitar kaki. Namun rasa nyeri kuat yang terpusat di area pergelangan kaki, hingga menyebabkan ketidakseimbangan saat berjalan atau berdiri merupakan pertanda utama dari sindroma sinus tarsi.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengobati cedera pergelangan kaki?

Diagnosis sindroma sinus tarsi disertai dengan pemeriksaan lainnya untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan pada kaki lainnya. Pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu CT-scan untuk menyingkirkan kemungkinan patah tulang. Selain itu, MRI untuk memeriksa kondisi ligamen/jaringan di sekitar sinus tarsi yang memungkinkan terjadinya peradangan.

Cedera sinus tarsi dapat mengganggu aktivitas harian Anda, tapi penanganan pertama cedera ini biasanya cukup mudah karena melibatkan:

  1. Lindungi area kaki. Hal ini penting untuk mencegah cedera lanjutan dengan menggunakan penyangga. Atau dalam kasus pergelangan kaki yang keseleo atau terkilir, pakai sepatu yang bisa meninggikan dan mendukung kaki Anda.
  2. Perbanyak istirahatkan kaki yang cedera. Jangan tempatkan beban berat pada area yang terkilir selama 48 jam. Anda perlu menghindari berdiri terlalu lama, berjalan terlalu cepat atau aktivitas yang memberikan tekanan kuat pada pergelangan kaki.
  3. Gunakan alas kaki yang nyaman. Hal ini penting untuk menyerap tekanan atau getaran benturan di sekitar tumit. Pilih alas kaki yang tebal dan kaku serta terdapat kontur sepatu dengan alas melengkung untuk mengurangi tekanan.
  4. Minum obat pereda nyeri. Anda dapat mengonsumsi ibuprofen atau paracetamol untuk meredakan nyeri dan peradangan.
  5. Suntik kortikosteroid. Berguna untuk menghilangkan nyeri pada area yang cedera, tapi hanya dilakukan di bawah pengawasan dokter

Jika upaya pengobatan di atas gagal, maka langkah selanjutnya adalah operasi untuk merekonstruksi susunan tulang pada kaki. Namun, langkah pembedahan kemungkinan hanya diperlukan ketika struktur tulang kaki sudah tidak sesuai.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sinus Tarsi Syndrome http://www.footeducation.com/page/sinus-tarsi-syndrome (Accessed January 3, 2018)

Sinus Tarsi Syndrome http://www.aapsm.org/sinus_tarsi_syndrome.html (Accessed January 3, 2018)

Sinus Tarsi Syndrome http://www.sportsinjuryclinic.net/sport-injuries/ankle-achilles-shin-pain/sinus-tarsi-syndrome (Accessed January 3, 2018)

Sinus Tarsi Syndrome https://www.physio-pedia.com/Sinus_Tarsi_Syndrome (Accessed January 3, 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 21/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x