Tanda dan Gejala Sinus Tarsi, Cedera Pergelangan Kaki yang Bikin Sulit Berdiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagai bagian tubuh paling bawah, kaki tersusun dari berbagai jenis tulang dan persendian yang kuat untuk menahan tekanan dari berat badan Anda secara terus-menerus. Itu sebabnya jika Anda mengalami cedera di kaki, terutama di area pergelangan kaki, Anda bisa sulit untuk berjalan bahkan untuk berdiri sekalipun. Salah satu jenis cedera pergelangan kaki yang paling umum terjadi disebabkan oleh cedera sinus tarsi.

Apa itu cedera sinus tarsi?

Cedera sinus tarsi alias sindroma sinus tarsi adalah cedera atau trauma yang terjadi di sisi luar pergelangan kaki. Sinus tarsi itu sendiri merupakan rongga di sekitar pergelangan kaki yang terbentuk dari beberapa persendian untuk menghubungkan bagian tulang talus dan calcaneus. Sindroma sinus tarsi juga dapat terjadi ketika ada luka atau robekan pada salah satu, atau lebih, ligamen dalam sinus tarsi.

 Apa penyebab cedera pergelangan kaki sinus tarsi?

Penyebab utama dari sindroma sinus tarsi adalah cedera pergelangan kaki atau trauma yang mengenaik satu atau lebih dari satu ligamen dalam sinus tarsi. Misalnya terkilir, keseleo, atau terjatuh saat berolahraga atau beraktivitas.

Ligamen yang robek akibat terkilir yang cukup parah dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan pecahnya kantung cairan synovial dari persendian yang bertindak sebagai pelumas untuk sendi dan tendon.

Penyebab selain trauma seperti bentuk telapak kaki yang terlalu datar atau cara berjalan yang salah juga dapat menyebabkan tekanan berulang. Tulang talus dan calcaneus pada kaki yang terlalu tertekan secara bersamaan dapat terjadi kerusakan dan peradangan yang sendi di daerah sinus.

Tanda dan gejala sindroma sinus tarsi

Jika cedera mengenai area sinus tarsi, gejala utamanya adalah rasa nyeri, ketidaknyamanan, dan/atau ketidakseimbangan saat berdiri. Rasa nyeri yang menjadi pertanda sinus tarsi biasanya terjadi sesaat setelah terjadi cedera atau setelah kaki menahan beban terlalu lama.

Cedera pergelangan kaki khas sindroma sinus ditandai dengan rasa nyeri yang timbul di sisi luar pergelangan kaki, baik sedang menggerakkan atau hanya ketika sedang mengangkat kaki. Akibatnya seseorang dapat merasa tidak stabil ketika menumpukan berat badan pada bagian kaki belakang.

Kerusakan sinus tarsi terjadi secara perlahan dan nyeri dapat bertambah serius ketika persendian kaki yang sudah mengalami kerusakan menyebabkan seseorang tidak dapat berjalan normal atau mengambil langkah yang terlalu lebar. Pergerakan yang tidak sesuai akan kembali menambah area kerusakan persendian yang mengalami cedera.

Rasa nyeri yang serupa dengan sindroma sinus tarsi juga dapat disebabkan oleh kaki terkilir, arthritis, tendonitis dan patah tulang di sekitar kaki. Namun rasa nyeri kuat yang terpusat di area pergelangan kaki hingga menyebabkan ketidakseimbangan saat berjalan atau berdiri merupakan pertanda utama dari sindroma sinus tarsi.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengobati cedera pergelangan kaki?

Diagnosis sindroma sinus tarsi disertai dengan pemeriksaan lainnya untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan pada kaki lainnya. Seperti melakukan CT-scan untuk menyingkirkan kemungkinan patah tulang, dan MRI untuk memeriksa kondisi ligamen/jaringan di sekitar sinus tarsi yang memungkinkan terjadinya peradangan.

Cedera sinus tarsi dapat mengganggu aktivitas harian Anda, tapi penanganan pertama cedera ini biasanya cukup mudah karena melibatkan:

  1. Lindungi area kaki yang keseleo untuk mencegah cedera lanjutan dengan menggunakan penyangga. Atau dalam kasus pergelangan kaki yang keseleo atau terkilir, pakai sepatu yang bisa meninggikan dan mendukung kaki Anda.
  2. Perbanyak istirahatkan kaki yang cedera. Jangan tempatkan beban berat pada area yang terkilir selama 48 jam, hindari berdiri berdiri terlalu lama, berjalan terlalu cepat atau aktivitas lainnya yang dapat memberikan tekanan terlalu kuat pada pergelangan kaki.
  3. Gunakan alas kaki yang nyaman untuk menyerap tekanan atau getaran benturan di sekitar tumit. Rasa nyeri dapat berkurang ketika getaran berkurang dengan menggunakan alas kaki yang tebal dan kaku serta terdapat kontur sepatu dengan alas melengkung untuk mengurangi tekanan.
  4. Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol untuk meredakan nyeri dan peradangan.
  5. Suntik kortikosteroid untuk menghilangkan nyeri pada area yang cedea, tapi hanya dilakukan di bawah pengawasan dokter

Jika upaya pengobatan di atas gagal, maka langkah selanjutnya adalah operasi untuk merekonstruksi susunan tulang pada kaki. Namun, langkah pembedahan kemungkinan hanya diperlukan ketika struktur tulang kaki sudah tidak sesuai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Epidural Hematoma

Epidural hematoma adalah perdarahan otak yang biasanya disebabkan oleh cedera kepala berat dari kecelakaan lalu lintas. Apa gejalanya dan apa bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Cedera Olahraga, Kebugaran 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Tidak Hanya Wanita, Inilah 7 Manfaat Yoga untuk Pria

Siapa bilang yoga hanya untuk wanita? Banyak gerakan yoga yang bisa membantu pria membentuk otot idaman. Inilah manfaat yoga untuk pria.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Latihan Kelenturan, Kebugaran 10 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab Cedera Testis dan Cara Menanganinya

Penyebab Cedera Testis dan Cara Menanganinya

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
merawat kaki pecah-pecah

Ragam Cara Alami untuk Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
telapak kaki datar flat feet

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
dislokasi bahu

6 Penyebab Muncul Rasa Nyeri pada Bahu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 10 menit