Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Tak Sekadar Jamu, Ada Manfaat Kunyit Putih untuk Mengobati Kanker

    Tak Sekadar Jamu, Ada Manfaat Kunyit Putih untuk Mengobati Kanker

    Sel kanker bisa menyebar dan merusak fungsi jaringan atau organ sehat di sekitarnya. Agar hal ini tidak terjadi, pasien kanker wajib mengikuti pengobatan, mulai dari kemoterapi, operasi, hingga radioterapi. Hingga kini, penelitian masih melakukan riset untuk menemukan obat kanker baru, salah satunya yang menjadi perhatikan adalah kunyit putih. Lantas, apa manfaat kunyit putih untuk mengobati kanker?

    Manfaat kunyit putih untuk mengobati kanker

    manfaat kunyit putih untuk kanker

    Kunyit putih atau zedoaria Rosc adalah rempah yang berasal dari daratan India. Namun cukup populer di Indonesia dengan sebutan kunir dan umumnya dibuat sebagai jamu kunyit asam.

    Bentuk kunyit sekilas memang mirip dengan jahe dan lengkuas. Namun, bila Anda perhatikan baik-baik, kunyit memiliki bau khas dengan rasa pedas dan pahit. Warna rimpangnya keputihan dengan bentuk menyerupai rumpun bercabang,

    Sejak beribu tahun, rempah ini menjadi andalan Ayurveda, yakni metode pengobatan alternatif asal India. Secara tradisional, kunyit putih digunakan sebagai obat untuk mengatasi perut kembung, pilek, batuk, dan demam karena memiliki sifat ekspektoran, diuretik, dan penawar racun.

    Tidak hanya itu saja, peneliti juga menemukan manfaat kunyit putih untuk cikal-bakal obat kanker. Beberapa potensi dari rempah ini sebagai obat kanker, di antaranya:

    1. Menghambat pertumbuhan kanker

    Sel yang sehat memiliki siklus pertumbuhan yang menyesuaikan kebutuhan kondisi tubuh. Jika sel sudah rusak, sel akan mati. Kemudian, sel baru akan tumbuh menggantikan sel yang rusak tersebut.

    Sementara itu, sel kanker bersifat abnormal. Sel ini tumbuh tanpa kendali; terus membelah diri dan tidak mati. Ketidaknormalan sel kanker ini terjadi akibat kacaunya serangkaian perintah sel di dalam DNA yang bermutasi.

    Studi Toxicological research menunjukkan bahwa kunyit putih punya manfaat antikanker, sehingga berpotensi untuk mengobati kanker. Dari penelitian, ilmuwan menemukan kandungan polisakarida dan polisakarida yang terikat dengan protein yang bisa menghambat pertumbuhan sarkoma.

    Sarkoma sendiri adalah kelompok kanker yang pertama kali muncul pada tulang dan jaringan lunak, seperti otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon, dan lapisan sendi.

    Polisakarida memiliki dua efek pada sel kanker, yakni meningkatkan respons imun terhadap sel kanker. Perlu Anda ketahui bahwa peran sistem imun sangat penting bagi manusia. Apalagi untuk penderita kanker, karena sistem imun melemahkan sel kanker dan membantu efektivitas pengobatan kanker.

    2. Mengandung zat sitotoksik pembunuh sel kanker

    Kunyit putih memiliki manfaat untuk obat kanker karena mengandung zat sitotoksik. Sitotoksik mengacu pada zat yang mengakibatkan kerusakan sel, sehingga sel akan mati. Nah, sifat sitotoksik ini ada pada obat kemoterapi yang bisa membunuh sel kanker.

    Sebenarnya, pada sistem kekebalan tubuh Anda, ada zat sitotoksik, yakni sel T yang bisa membunuh bakteri, virus, dan sel kanker. Nah, aktivitas sitotoksik pada kunyit putih dari α-curcumene (alfa-curcumene) pada kanker ovarium.

    Zat ini bisa menginduksi apoptosis, yaitu kematian sel, termasuk sel kanker. Pada studi yang sama, α-curcumene pada sel SiHa menyebabkan aktivasi caspase-3, salah satu pelaksana utama dari proses apoptosis.

    Bila induksi apoptosis terjadi, itu artinya sel akan terprogram untuk mati. Hal ini memungkinkan sel kanker terhambat pertumbuhan dan perkembangannya.

    Perhatikan hal ini sebelum pakai kunyit putih untuk obat kanker

    penyembuhan kanker serviks pemulihan kanker serviks

    Meskipun penelitian menunjukkan manfaat kunyit putih untuk mengobati kanker, perlu pengamatan lebih lanjut. Mengingat efek samping dan keamanannya belum sepenuhnya diketahui.

    Selain itu, batas aman dosis kunyit putih dalam pengobatan juga belum sepenuhnya jelas, sehingga ada kemungkinan menyebabkan konsumsi pemakaian melebihi dosis aman.

    Perlu anda ingat kembali bahwa Anda tidak boleh menjadikan kunyit putih sebagai obat utama dalam mengobati kanker, mulai dalam bentuk ekstrak, suplemen, jamu, atau air rebusan. Anda tetap harus menjalankan pengobatan medis, seperti kemoterapi, radioterapi, dan operasi.

    Tidak cuma kunyit putih, ada juga tanaman herbal lain yang punya potensi serupa terhadap penyakit kanker, seperti pare untuk kanker atau daun sirsak untuk kanker. Namun, kesemua tanaman ini lagi-lagi perlu peninjauan lebih dalam jika ingin Anda gunakan sebagai obat kanker.

    Jadi, sebelum Anda mencoba pengobatan berbasis kunyit putih sebagai perawatan kanker, konsultasikan lebih dalam dengan dokter yang menangani kondisi Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Shin, Y., & Lee, Y. (2013). Cytotoxic Activity from Curcuma zedoaria Through Mitochondrial Activation on Ovarian Cancer CellsToxicological research29(4), 257–261. https://doi.org/10.5487/TR.2013.29.4.257.

    Lobo, R., Prabhu, K. S., Shirwaikar, A., & Shirwaikar, A. (2009). Curcuma zedoaria Rosc. (white Turmeric): A review of ITS CHEMICAL, pharmacological and Ethnomedicinal properties. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 61(1), 13-21. doi:10.1211/jpp.61.01.0003.

    Sarcoma. (2020, December 05). Retrieved May 04, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sarcoma/symptoms-causes/syc-20351048.

    The immune system and cancer. (2021, February 08). Retrieved May 04, 2021, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/what-is-cancer/body-systems-and-cancer/the-immune-system-and-cancer#what.

    Riss, T. L., Moravec, R. A., & Niles, A. L. (2011). Cytotoxicity testing: Measuring VIABLE Cells, dead cells, and Detecting mechanism of cell death. Methods in Molecular Biology, 103-114. doi:10.1007/978-1-61779-108-6_12.

    Zhang, F., Shi, J., Thakur, K., Hu, F., Zhang, J., & Wei, Z. (2017). Anti-Cancerous potential Of Polysaccharide Fractions extracted From Peony Seed DREG on various human cancer cell lines via cell cycle arrest and apoptosis. Frontiers in Pharmacology, 8. doi:10.3389/fphar.2017.00102.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Jun 29, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
    Next article: