Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Salah satu tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks atau kanker leher rahim adalah tes IVA atau visual inspection with acetic acid (VIA). Namun, apa yang harus dilakukan jika seorang ibu hamil perlu mendeteksi dan memastikan pertumbuhan sel kanker pada leher rahimnya. Apakah boleh tes IVA dilakukan saat hamil? Bagaimana jika ibu hamil ternyata terdeteksi kanker serviks?

Apa itu tes IVA?

Kanker serviks merupakan penyakit yang menyerang leher rahim dan disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Guna mendeteksi kanker serviks, seseorang perlu melakukan tes apakah terdapat pertumbuhan sel kanker di dalam leher rahimnya. Tes IVA merupakan salah satu cara mendeteksi kanker serviks.

Tes IVA dilakukan dengan menyeka asam asetat dengan kadar 3-5% pada leher rahim, guna mencari tahu apakah terdapat pertumbuhan sel prakanker di bagian tersebut.

Setelah diusapkan, dokter akan melihat apakah terjadi perubahan warna pada area leher rahim. Dinding leher rahim yang normal tidak akan mengalami perubahan setelah diusap asam asetat. Sebaliknya, leher rahim yang bermasalah, seperti adanya sel prakanker, akan berubah warna menjadi putih.

Dibandingkan dengan metode pap smear, tes IVA memang lebih murah dan mudah untuk dilakukan. Hasil tes ini pun bisa langsung diketahui pada hari yang sama saat tes dilakukan.

Meski demikian, tes IVA ini sama bermanfaatnya dengan metode pap smear. Anda dapat bertanya lebih lanjut ke dokter untuk mengetahui metode apa yang tepat digunakan sesuai dengan kondisi setiap orang.

Bolehkan dilakukan Tes IVA saat hamil?

Deteksi kanker serviks sebenarnya tidak diperlukan saat hamil. Hal ini disebabkan, hasil deteksi kanker serviks saat kehamilan menjadi lebih sulit ditentukan. Jika ingin melakukan hal tersebut, lakukanlah pada minggu ke-12 pascamelahirkan.

Meski demikian, jika sebelumnya Anda pernah mendapat hasil yang tidak baik pada deteksi dini kanker serviks, tes IVA saat hamil mungkin butuh dilakukan. Pada dasarnya, tes IVA ini tidak akan mempengaruhi kehamilan Anda.

Bagaimana jika ibu hamil terdeteksi kanker serviks?

Cancer Research UK menyebut, sebagian dari ibu hamil yang didiagnosa kanker serviks masih berada pada tahap awal dari penyakit ini. Kanker serviks yang didiagnosis pada ibu hamil tidak tumbuh lebih cepat dan menyebar, dibandingkan dengan wanita penderita kanker serviks yang tidak hamil.

Bila Anda didiagnosa memiliki kanker serviks pada trimester dua atau tiga kehamilan, biasanya dokter akan tetap menyarankan untuk melanjutkan kehamilan dan melakukan operasi caesar saat melahirkan. Kemudian, Anda akan melanjutkan perawatan kanker setelah melahirkan, seperti kemoterapi.

Namun, bila Anda melakukan tes IVA saat hamil pada trimester pertama dan terdeteksi kanker serviks, dokter mungkin memberi Anda opsi apakah ingin melanjutkan kehamilannya atau langsung melakukan perawatan.

Bila memilih melanjutkan kehamilan, dokter akan memberi perawatan pada usia kehamilan di trimester kedua. Namun, tentunya perawatan tersebut bukanlah kemoterapi sebab terlalu berbahaya bagi janin Anda.

Kanker serviks selama kehamilan perlu mendapatkan perawatan yang tepat, demi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Diskusikan dengan dokter mengenai perawatan dan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Memilih dan Menggunakan Birth Ball untuk Ibu Hamil

Ibu hamil kerap menggunakan birth ball karena dapat membuatnya merasa nyaman. Namun, bagaimana cara memilih dan menggunakan birth ball yang tepat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 30/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Main Bowling Saat Hamil, Aman atau Tidak?

Olahraga bowling memang tidak membutuhkan banyak pergerakan, tapi apakah bermain bowling tetap aman saat ibu sedang hamil?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 25/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nafsu seks ibu hamil

Kenali Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tips Seks yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit
obat maag ibu hamil

Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 6 menit