Cara Mencegah Kanker Lambung (Perut) yang Dapat Anda Lakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kanker yang menyerang lambung (perut) menimbulkan kekhawatiran karena bisa menyerang siapa saja. Seseorang yang terkena penyakit ini akan mengalami gejala kanker perut seperti masalah pencernaan. Namun, kabar baiknya penyakit ini bisa dicegah. Jadi, tindakan pencegahan kanker lambung (perut) apa saja yang bisa dilakukan? Jika sudah terkena, lantas bagaimana caranya agar hidup tetap sehat? Yuk, lihat cara mencegah sekaligus tips hidup sehat dengan penyakit kanker lambung (perut) berikut ini.

Tips pencegahan kanker lambung (perut)

Memang tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit kanker, baik itu di lambung atau lapisan perut. Namun, ahli kesehatan merekomendasikan pendekatan berupa menghindari atau membatasi hal-hal yang bisa meningkatkan risikonya.

Dilansir dari American Cancer Society, ada beberapa cara untuk mencegah penyakit kanker lambung (perut), yakni:

1. Berhenti merokok

obat berhenti merokok maag

Merokok dapat meningkatkan risiko kanker lambung proksimal, yakni bagian lambung yang paling dekat dengan kerongkongan. Tidak hanya itu, kebiasaan buruk ini juga bisa meningkatkan risiko jenis kanker lain, seperti kanker paru-paru, kanker kerongkongan (esofagus), kanker serviks, dan jenis kanker lainnya.

Jadi, tindakan pencegahan kanker lambung (perut) yang bisa Anda lakukan adalah berhenti merokok. Cobalah untuk mengurangi jumlah batang rokok secara perlahan hingga Anda benar-benar bisa terlepas dari kebiasaan ini.

2. Hati-hati dalam menggunakan aspirin

obat kanker mulut

Aspirin adalah obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri, contohnya radang sendi. Namun, perlu Anda ketahui bahwa penggunaan obat ini bisa menyebabkan risiko kanker lambung (perut) meningkat karena memicu tumbuhnya polip dan perdarahan internal di lambung dan lapisan perut.

Jika Anda membutuhkan obat pereda nyeri, akan lebih baik mencoba paracetamol sebagai pilihan utama. Bila memang harus menggunakan aspirin, gunakan jika dibutuhkan saja dan jangan lupa konsultasi ke dokter agar lebih aman.

3. Jaga pola makan dan rutin olahraga

makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Tindakan pencegahan kanker lambung (perut) selanjutnya adalah menjaga pola makan dan olahraga secara rutin. Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang kaya antioksidan, contohnya buah nanas, jeruk, brokoli, teh hijau, gandum, dan kacang almond.

Anda juga harus membatasi konsumsi makanan yang dibakar, berminyak atau tinggi lemak, makanan olahan, makanan tinggi gula, dan alkohol. Kemudian, seimbangkan dengan olahraga secara rutin. Keduanya bisa menjaga tubuh tetap sehat dan membantu mengendalikan berat badan tetap ideal.

Jika Anda ingin mendapatkan tambahan antioksidan lewat suplemen, jangan lupa konsultasi lebih dahulu dengan dokter.

4. Obati infeksi bakteri H.pylori

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Infeksi bakteri H. pylori menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kanker lambung (perut). Ini karena bakteri tersebut dapat menginfeksi lapisan lambung atau perut, menimbulkan adanya luka, yang sewaktu-waktu bisa memicu sel di sekitarnya jadi abnormal.

Umumnya infeksi bakteri ini menimbulkan gejala maag. Guna mendeteksi infeksi, Anda bisa menjalani tes napas. Jika hasilnya positif, Anda akan diberi antibiotik. Ikuti pengobatan ini hingga tuntas sebagai tindakan pencegahan berkembangnya penyakit kanker lambung (perut).

5. Lakukan pengujian genetik

biopsi kanker adalah

Risiko kanker juga bisa tinggi akibat sindroma kanker lambung (perut) herediter atau mereka yang pernah mengalami kanker payudara. Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini, pengujian genetik perlu dilakukan untuk melihat apakah Anda juga berisiko atau tidak.

Tindakan ini bisa menjadi pencegahan kanker lambung karena membantu Anda mengetahui risiko sekaligus akan mendapat arahan dari dokter onkologi untuk menurunkan risiko tersebut.

Gaya hidup sehat untuk penderita kanker lambung (perut)

Jika Anda sudah mencoba untuk melakukan pencegahan, namun kemudian dokter menegakkan diagnosis kanker lambung (perut) pada Anda, tentu rasa sedih dan cemas pasti Anda rasakan. Akan tetapi, jangan biarkan diri Anda terlarut dalam kesedihan. Bila Anda sudah bisa menenangkan diri, langkah selanjutnya adalah mencoba bangkit dari kondisi tersebut.

Selain menjalani pengobatan kanker lambung, seperti kemoterapi atau radioterapi. Anda juga harus menerapkan gaya hidup yang tepat untuk pasien kanker agar kondisi Anda tetap sehat.

Gaya hidup ini dilakukan tidak hanya sebagai tindakan pencegahan penyebaran kanker lambung, tapi juga membantu meningkatkan efektivitas pengobatan kanker sehingga kualitas hidup Anda jadi lebih baik.

Berikut penerapan gaya hidup sehat yang tepat untuk pasien kanker lambung atau perut, yaitu:

1. Ikuti pengobatan kanker sesuai arahan dokter

Cara mencegah kanker lambung agar tidak bertambah parah adalah mengikuti pengobatan sesuai arahan dokter. Ini meliputi cek kesehatan rutin, jadwal pengobatan dan tes skrining, dan konsultasi lanjutan mengenai perawatan kanker di rumah.

2. Jalani diet kanker

makanan untuk mengatasi insomnia

Nutrisi sangat penting untuk pasien kanker lambung (perut). Sayangnya, efek samping pengobatan dan gejala kanker seperti mual, muntah, dan nafsu makanan yang menurun membuat pasien kesulitan untuk makan dengan benar. Inilah sebabnya, pasien perlu menjalani diet kanker.

Pasien kanker direkomendasikan makan dengan porsi kecil setiap 2-3 jam. Pilihan makanan untuk pengidap kanker lambung (perut) sangat beragam, mulai dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian diperbolehkan. Contohnya, lemon, jeruk, brokoli, dan teh hijau.

Namun pada pasien yang menggunakan selang jejunostomi, makanan yang bisa dikonsumsi hanya boleh berbentuk cairan. Konsultasikan lebih dalam hal ini pada ahli onkologi dan ahli gizi yang menangani kondisi Anda.

3. Hindari berbagai hal yang bisa meningkatkan risikonya

Sebenarnya, tindakan pencegahan dan tips hidup sehat dengan penyakit kanker lambung (perut) hampir serupa. Anda harus menghindari berbagai hal yang bisa meningkatkan risikonya, seperti merokok dan minum alkohol.  Kemudian, menjauhi pantangan makanan untuk pengidap kanker lambung seperti makanan yang dibakar dan berpengawet.

4. Olahraga rutin dan hindari infeksi

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Agar penerapan gaya hidup sehat jadi lebih sempurna, Anda harus memastikan diri tetap aktif bergerak, caranya dengan rutin olahraga. Tidak perlu memilih olahraga yang sulit, cukup dengan berjalan santai atau jalan cepat, bersepeda, atau berenang.

Jika Anda baru saja menjalani operasi pengangkatan sel kanker, olahraga baru boleh dilakukan setelah 4-6 minggu pascaoperasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Penis

Kanker penis adalah jenis kanker yang berkembang di alat reproduksi pria. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan kanker penis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Kanker Lidah

Kanker lidah dapat terjadi pada siapa pun, tanpa atau dengan gejala. Berikut informasi mengenai defisini, gejala, penyebab dan pengobatan kanker lidah.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Kanker mulut menandakan sel abnormal yang menyerang gusi, lidah, bibir, atau area lain di mulut. Yuk, pelajari mengenai gejala, penyebab, dan obatnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
gejala kanker mata

Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
anemia defisiensi besi anemia megaloblastik

Anemia Megaloblastik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit