Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Manfaat Daun Teratai Sebagai Obat Kanker Menurut Para Ahli

    Manfaat Daun Teratai Sebagai Obat Kanker Menurut Para Ahli

    Anda mungkin satu dari sekian banyak orang yang menyangka bahwa daun teratai hanya tanaman hias yang tidak bisa dikonsumsi. Padahal, daun teratai ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya sebagai obat kanker. Untuk mengenai bagaimana tumbuhan ini menjadi pengobatan alternatif untuk penyakit mematikan tersebut, simak penjelasannya berikut ini, ya.

    Daun teratai memiliki banyak manfaat untuk kesehatan

    Daun teratai merupakan salah satu tumbuhan yang sudah sejak lama digunakan sebagai obat tradisional di Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

    Nah, daun bunga teratai berbentuk seperti mangkok dan tidak sedikit orang yang salah mengira bunga teratai sebagai bunga lili. Nah, teratai ternyata tidak hanya cantik sebagai hiasan, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

    Sebagai contoh, biji teratai ternyata dapat membantu mengatasi diare. Tidak hanya itu, biji dari tumbuhan yang memiliki nama latin Nelumbo nucifera ini ternyata dapat membantu meredakan inflamasi atau peradangan tubuh.

    Lalu, akar teratai juga dapat menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah dalam tubuh. Belum lagi, menambahkan teratai pada teh hijau dan menempelkannya pada bagian wajah dapat menghilangkan jerawat.

    Nah, dari berbagai manfaat tersebut, bisa Anda lihat bahwa hampir seluruh bagian dari teratai memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, ternyata para ahli juga menduga bahwa daun teratai dapat Anda gunakan sebagai obat kanker.

    Ya, ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa daun teratai bermanfaat untuk pengobatan kanker, terutama kanker paru dan kanker payudara. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya.

    Daun teratai untuk mengatasi kanker paru

    daun teratai obat kanker

    Kanker paru adalah salah satu penyakit kanker paling mematikan. Bahkan, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada tahun 2020, ada dua juta lebih kasus baru untuk kanker paru.

    Sementara, angka kematian akibat kanker paru pada tahun 2020 mencapai 1.8 juta jiwa. Nah, sebagai penanganan terhadap penyakit ini, para ahli melakukan berbagai percobaan, termasuk kepada daun teratai.

    Sebuah penelitian pada tahun 2014 menyatakan bahwa Anda mungkin bisa menggunakan daun teratai sebagai obat untuk mengatasi kanker paru. Manfaat tersebut berasal dari senyawa organik, neferine, yang terdapat pada teratai.

    Para ahli meyakini senyawa organik tersebut berpotensi membunuh dan mencegah persebaran sel kanker paru dalam tubuh. Meski masih belum dapat Anda gunakan sebagai pengobatan utama, tetapi daun teratai ini mungkin dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan.

    Pada penelitian tersebut, para ahli juga menyatakan daun teratai memiliki potensi untuk menjadi salah satu pengobatan tradisional yang dapat menjadi pilihan utama pengobatan kanker paru.

    Hanya saja, untuk memastikan manfaat dari daun teratai sebagai obat untuk kanker paru, para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut.

    Daun teratai untuk mengatasi kanker payudara

    Selain untuk menjadi obat kanker paru, daun teratai ternyata juga berpotensi membantu mengobati kanker payudara. Ya, para ahli telah melakukan penelitian terhadap ekstrak daun teratai sebagai obat kanker payudara.

    Pada penelitian tersebut, para ahli mencoba untuk mencari tahu efek ekstrak daun teratai terhadap pengobatan untuk kanker payudara serta potensinya mencegah kanker bermetastasis.

    Ternyata, ekstrak daun teratai memang terbukti dapat mencegah migrasi sel kanker sehingga menghambat metastasis kanker ke bagian tubuh yang lainnya.

    Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa daun teratai juga berpotensi menjadi obat untuk kanker payudara. Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk mengonsumsi daun teh sebagai pengobatan tambahan saat menjalani rekomendasi pengobatan dari dokter.

    Meski telah melakukan penelitian secara in vivo dan in vitro, para ahli tetap harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat dari ekstrak daun teratai yang satu ini.

    Sebenarnya, tak ada masalah jika Anda ingin mengonsumsi daun teratai ini sebagai pengobatan. Akan tetapi, Anda tetap harus memperhatikan anjuran dan saran dokter mengenai pengobatan untuk berbagai masalah kesehatan.

    Oleh sebab itu, pastikan bahwa saat mengonsumsi daun teratai sebagai obat untuk kanker, Anda melakukannya atas sepengetahuan dan seizin dokter.

    Dengan begitu, dokter juga bisa membantu memonitor perkembangan dari penyakit setelah Anda memutuskan untuk mengonsumsi tanaman ini sebagai obat herbal.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Tong, Y., Li, Z., Wu, Y., Zhu, S., Lu, K., & He, Z. (2021). Lotus leaf extract inhibits ER breast cancer cell migration and metastasis. Nutrition & metabolism18(1), 20. https://doi.org/10.1186/s12986-021-00549-0

    Cancer. Retrieved 6 May 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer

    Yang, Mon-Yuan & Chang, Yun-Ching & Chan, Kuei-Chuan & Lee, Yi-Ju & Wang, Chau-Jong. (2011).Flavonoid-enriched extracts from Nelumbo nucifera leaves inhibits proliferation of breast cancer in vitro and in vivo. European Journal of Integrative Medicine. 3. e153-e163. 10.1016/j.eujim.2011.08.008.

    Poornima, P., Weng, C. F., & Padma, V. V. (2014). Neferine, an alkaloid from lotus seed embryo, inhibits human lung cancer cell growth by MAPK activation and cell cycle arrest. BioFactors (Oxford, England)40(1), 121–131. https://doi.org/10.1002/biof.1115
    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui Jun 29, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
    Next article: