home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Daun Teratai Sebagai Obat Kanker Menurut Para Ahli

Manfaat Daun Teratai Sebagai Obat Kanker Menurut Para Ahli

Anda mungkin satu dari sekian banyak orang yang menyangka bahwa daun teratai hanya tanaman hias yang tidak bisa dikonsumsi. Padahal, daun teratai ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya sebagai obat kanker. Untuk mengenai bagaimana tumbuhan ini menjadi pengobatan alternatif untuk penyakit mematikan tersebut, simak penjelasannya berikut ini, ya.

Daun teratai memiliki banyak manfaat untuk kesehatan

Daun teratai merupakan salah satu tumbuhan yang sudah sejak lama digunakan sebagai obat tradisional di Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Nah, daun bunga teratai berbentuk seperti mangkok dan tidak sedikit orang yang salah mengira bunga teratai sebagai bunga lili. Nah, teratai ternyata tidak hanya cantik sebagai hiasan, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

Sebagai contoh, biji teratai ternyata dapat membantu mengatasi diare. Tidak hanya itu, biji dari tumbuhan yang memiliki nama latin Nelumbo nucifera ini ternyata dapat membantu meredakan inflamasi atau peradangan tubuh.

Lalu, akar teratai juga dapat menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah dalam tubuh. Belum lagi, menambahkan teratai pada teh hijau dan menempelkannya pada bagian wajah dapat menghilangkan jerawat.

Nah, dari berbagai manfaat tersebut, bisa Anda lihat bahwa hampir seluruh bagian dari teratai memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, ternyata para ahli juga menduga bahwa daun teratai dapat Anda gunakan sebagai obat kanker.

Ya, ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa daun teratai bermanfaat untuk pengobatan kanker, terutama kanker paru dan kanker payudara. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya.

Daun teratai untuk mengatasi kanker paru

daun teratai obat kanker

Kanker paru adalah salah satu penyakit kanker paling mematikan. Bahkan, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada tahun 2020, ada dua juta lebih kasus baru untuk kanker paru.

Sementara, angka kematian akibat kanker paru pada tahun 2020 mencapai 1.8 juta jiwa. Nah, sebagai penanganan terhadap penyakit ini, para ahli melakukan berbagai percobaan, termasuk kepada daun teratai.

Sebuah penelitian pada tahun 2014 menyatakan bahwa Anda mungkin bisa menggunakan daun teratai sebagai obat untuk mengatasi kanker paru. Manfaat tersebut berasal dari senyawa organik, neferine, yang terdapat pada teratai.

Para ahli meyakini senyawa organik tersebut berpotensi membunuh dan mencegah persebaran sel kanker paru dalam tubuh. Meski masih belum dapat Anda gunakan sebagai pengobatan utama, tetapi daun teratai ini mungkin dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan.

Pada penelitian tersebut, para ahli juga menyatakan daun teratai memiliki potensi untuk menjadi salah satu pengobatan tradisional yang dapat menjadi pilihan utama pengobatan kanker paru.

Hanya saja, untuk memastikan manfaat dari daun teratai sebagai obat untuk kanker paru, para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut.

Daun teratai untuk mengatasi kanker payudara

Selain untuk menjadi obat kanker paru, daun teratai ternyata juga berpotensi membantu mengobati kanker payudara. Ya, para ahli telah melakukan penelitian terhadap ekstrak daun teratai sebagai obat kanker payudara.

Pada penelitian tersebut, para ahli mencoba untuk mencari tahu efek ekstrak daun teratai terhadap pengobatan untuk kanker payudara serta potensinya mencegah kanker bermetastasis.

Ternyata, ekstrak daun teratai memang terbukti dapat mencegah migrasi sel kanker sehingga menghambat metastasis kanker ke bagian tubuh yang lainnya.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa daun teratai juga berpotensi menjadi obat untuk kanker payudara. Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk mengonsumsi daun teh sebagai pengobatan tambahan saat menjalani rekomendasi pengobatan dari dokter.

Meski telah melakukan penelitian secara in vivo dan in vitro, para ahli tetap harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat dari ekstrak daun teratai yang satu ini.

Sebenarnya, tak ada masalah jika Anda ingin mengonsumsi daun teratai ini sebagai pengobatan. Akan tetapi, Anda tetap harus memperhatikan anjuran dan saran dokter mengenai pengobatan untuk berbagai masalah kesehatan.

Oleh sebab itu, pastikan bahwa saat mengonsumsi daun teratai sebagai obat untuk kanker, Anda melakukannya atas sepengetahuan dan seizin dokter.

Dengan begitu, dokter juga bisa membantu memonitor perkembangan dari penyakit setelah Anda memutuskan untuk mengonsumsi tanaman ini sebagai obat herbal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tong, Y., Li, Z., Wu, Y., Zhu, S., Lu, K., & He, Z. (2021). Lotus leaf extract inhibits ER breast cancer cell migration and metastasis. Nutrition & metabolism18(1), 20. https://doi.org/10.1186/s12986-021-00549-0

Cancer. Retrieved 6 May 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer

Yang, Mon-Yuan & Chang, Yun-Ching & Chan, Kuei-Chuan & Lee, Yi-Ju & Wang, Chau-Jong. (2011).Flavonoid-enriched extracts from Nelumbo nucifera leaves inhibits proliferation of breast cancer in vitro and in vivo. European Journal of Integrative Medicine. 3. e153-e163. 10.1016/j.eujim.2011.08.008.

Poornima, P., Weng, C. F., & Padma, V. V. (2014). Neferine, an alkaloid from lotus seed embryo, inhibits human lung cancer cell growth by MAPK activation and cell cycle arrest. BioFactors (Oxford, England)40(1), 121–131. https://doi.org/10.1002/biof.1115
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x