11 Cara Mencegah Terjadinya Serangan Jantung yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/06/2020 . 10 menit baca
Bagikan sekarang

Semua orang mungkin mengalami serangan jantung, apalagi jika memiliki faktor risikonya. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya serangan jantung, seperti mengubah gaya hidup dan menerapkan pola makan sehat. Lalu, apa lagi hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya serangan jantung?

11 cara mengurangi risiko serangan jantung

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi dan menurunkan risiko serangan jantung.

1. Berhenti merokok

Pada dasarnya, rokok memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan Anda secara menyeluruh. Bahkan, tidak hanya untuk diri Anda sendiri, kebiasaan merokok juga dapat memberikan dampak yang buruk untuk orang di sekitar Anda.

Kebiasaan merokok termasuk salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami serangan jantung. Pasalnya, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko atheroscleroris dan meningkatkan tekanan darah, dua kondisi yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Maka itu, demi mencegah terjadinya serangan jantung, lebih baik Anda berhenti merokok. Bahkan, menurut World Health Organization (WHO), risiko serangan jantung dan stroke dapat menurun secara drastis tepat setelah orang menghentikan kebiasaan yang kurang sehat ini.

2. Perbaiki kadar kolesterol dalam darah

Kadar kolesterol di dalam darah memiliki pengaruh terhadap kesehatan jantung. Anda berpotensi mengalami serangan jantung apabila memiliki kadar kolesterol seperti berikut:

  • Total tingkat kolesterol di atas 200.
  • HDL (kolesterol “baik”) di bawah 40.
  • LDL (kolesterol “jahat”) di atas 160.
  • Trigliserida di atas 150.

Jika kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi, kolesterol akan menumpuk di dalam pembuluh darah arteri. Kolesterol tersebut lama kelamaan akan membentuk plak yang menyumbat pembuluh arteri dan membuat aliran darah menuju jantung terhambat. Kondisi tersebut dapat menjadi penyebab serangan jantung.

Demi mencegah terjadinya serangan jantung, Anda perlu mengurangi makanan yang tinggi kandungan lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol. Selain itu, Anda perlu rutin berolahraga agar dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung.

Jika mengubah pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat masih belum dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, konsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Saat total kolesterol Anda menurun, maka kadar kolesterol jahat ikut menurun dan kadar kolesterol baik akan meningkat.

Anda juga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik di dalam tubuh dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Melakukan olahraga secara rutin.
  • Menurunkan berat badan.
  • Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah.
  • Menghindari makanan yang mengandung lemak trans yang mudah ditemukan pada margarin dan kentang goreng.

3. Kendalikan tekanan darah Anda

Tidak sedikit orang Indonesia yang memiliki tekanan darah tinggi, sehingga risiko mengalami serangan jantung pun meningkat. Umumnya, tekanan darah tinggi tidak disertai dengan gejala tertentu. Maka itu, penting bagi Anda untuk memeriksakan tekanan darah Anda demi mengetahui apakah masih tergolong aman atau sudah cukup mengkhawatirkan.

Normalnya, tekanan darah berada pada angka kurang dari 120/80 mmHg. Jika saat Anda menjalani pemeriksaan tekanan darah dan angka yang muncul lebih dari itu, tandanya Anda mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Dengan demikian, Anda perlu mencegah terjadinya serangan jantung dengan cara menurunkan tekanan darah Anda. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi tekanan darah Anda:

  • Makan makanan sehat, seperti mengurangi asupan garam.
  • Menurunkan berat badan.
  • Meningkatkan aktivitas fisik.
  • Mengontrol stres.
  • Membatasi asupan alkohol.

4. Aktif bergerak

Olahraga rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru, menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap sehat. Pasalnya, berat badan berlebih atau obesitas bisa meningkatkan risiko serangan jantung

Menghindari serangan jantung juga bisa dilakukan dengan cara berolahraga setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu. Tidak ada batasan jenis olahraga apa yang bisa dan harus dilakukan sebagai cara mencegah serangan jantung. Semua olahraga pada dasarnya baik. Anda dapat berjalan kaki, jogging, naik sepeda, berenang, yoga, atau bahkan tinju.

Jika Anda tak biasa berolahraga, cek dulu dengan dokter untuk melihat apakah ada batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh Anda lakukan. Aktivitas fisik pun tak terbatas hanya dengan olahraga. Saat Anda berada di kantor, jadwalkan istirahat sejenak untuk bangkit berdiri, gerakkan kaki dan tangan Anda, dan lakukan pemanasan ringan untuk memompa jantung Anda.

Hal ini juga bisa disiasati dengan pergi makan siang ke tempat yang agak jauh dengan jalan kaki. Jangan melulu hanya makan di meja kerja karena tubuh jadi makin jarang digerakkan. 

5. Jalani diet sehat dan perbanyak minum air putih

Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi juga termasuk cara yang bisa Anda tempuh jika ingin mencegah terjadinya serangan jantung. Jenis serta jumlah makanan yang Anda konsumsi dapat memengaruhi beberapa faktor risiko dari salah satu jenis penyakit jantung yang satu ini.

Pilih makanan yang kaya akan nutrisi, misalnya kaya vitamin, mineral, serat, dan nutrisi yang rendah kalori. Biasanya, makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut adalah sayuran, buah, dan juga gandum.

Selain itu, makanan lain yang juga baik untuk mencegah terjadinya serangan jantung adalah produk olahan susu rendah lemak, ikan, kacang-kacangan. Sementara itu, kurangi makanan dan minuman manis serta daging merah.

Rajin minum air putih juga bisa Anda lakukan sebagai cara untuk mencegah terjadinya serangan jantung. Pasalnya, rutin minum air putih dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Jika Anda mengidap penyakit jantung, Anda perlu menanyakan kepada dokter apakah Anda perlu membatasi jumlah cairan yang Anda konsumsi setiap hari. Perlu diingat, bukan hanya berapa banyak yang Anda minum. Sumber cairan lain juga perlu diperhitungkan, seperti es krim, agar, dan sup.

Jika Anda perlu membatasi cairan, timbanglah berat badan Anda setiap pagi. Peningkatan berat badan yang cepat bisa menjadi pertanda bahwa cairan menumpuk di dalam tubuh Anda.

6. Jaga berat badan ideal

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko dari serangan jantung. Oleh karena itu, jika Anda ingin mencegah serangan jantung, salah satu cara yang harus Anda lakukan adalah menurunkan berat badan. Setidaknya, berat badan Anda harus pada angka normal agar Anda berhasil mencegah terjadinya serangan jantung.

Caranya, Anda bisa mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan bernutrisi yang rendah kalori. Lalu, imbangi dengan aktivitas fisik seperti rutin berolahraga setiap hari. Pasalnya, jika tidak membiasakan diri mempraktekkan gaya hidup sehat, lemak tubuh akan menumpuk dan menyebabkan obesitas.

Masalahnya, obesitas juga meningkatkan Anda mengalami faktor risiko lain dari serangan jantung. Sebagai contoh, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi,  dan resistensi insulin yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Untuk mengetahui berapa berat badan ideal Anda, hitung Body Mass Index (BMI) melalui kalkulator BMI.

7. Kontrol diabetes

Diabetes juga salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan Anda mengalami serangan jantung. Oleh karena itu, demi mengurangi risiko serangan jantung Anda perlu mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh agar tetap normal.

Sayangnya, tidak semua orang sadar bahwa dirinya menderita diabetes. Apabila Anda menderita diabetes, meski kadar gula darah Anda dalam kondisi normal, risiko Anda mengalami serangan jantung akan tetap ada.

Oleh karena itu, periksakan kondisi gula darah Anda agar mengetahui bagaimana kadarnya di dalam tubuh. Dengan begitu, Anda bisa mengambil langkah selanjutnya.

8. Belajar mengelola stres

Stres adalah hal yang wajar terjadi dan bisa dialami oleh semua orang. Masalahnya, bukanlah apa yang menyebabkan stres, tapi bagaimana Anda meresponnya. Saat Anda sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi hormon adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Akibatnya, tekanan darah bisa meningkat dan berpotensi menyebabkan serangan jantung.

Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mencegah serangan jantung yang dipicu oleh stres, Anda bisa melakukannya dengan cara pintar-pintar mengelola emosi. Jika stress Anda sudah dirasa berlebihan, tidak ada salahnya menceritakannya pada seseorang, baik orang terdekat maupun konselor profesional.

Anda juga bisa mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam sebagai cara untuk mencegah stres agar tidak menyebabkan serangan jantung.

9. Batasi konsumsi alkohol

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol rupanya dapat meningkatkan berbagai faktor risiko serangan jantung. Sebagai contohnya, alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, stroke, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Bahkan, alkohol juga dapat meningkatkan kadar trigliserida di dalam tubuh.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, alkohol dapat meningkatkan risiko Anda mengalami obesitas, kecanduan alkohol, dan berbagai pengaruh buruk lainnya. Oleh karena itu, batasi konsumsi alkohol Anda, untuk membantu mencegah terjadinya serangan jantung.

10. Perbanyak makan buah dan sayur

Sebagai upaya cara mencegah terjadinya serangan jantung, perbanyaklah makanan kaya serat. Makanan tinggi serat dapat membantu menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Selain itu, makanan berserat juga membantu Anda mengelola berat badan yang sehat.

Anda bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan. Alpukat, apel, pir, dan pisang termasuk kelompok buah-buahan yang tinggi serat. Sementara itu, brokoli, wortel, dan bayam termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan seratnya.

Gandum utuh, kacang merah, kacang kedelai, dan beras merah juga termasuk bahan pangan kaya serat. Susu rendah lemak atau bebas lemak juga baik untuk kesehatan. Anda masih boleh makan daging dan seafood, tapi pilih daging yang tidak berlemak sebagai sumber protein hewani Anda.

11. Perhatikan gejala dan beri tahu dokter

Tidak hanya untuk orang-orang yang berisiko terkena serangan jantung, lebih waspada terhadap setiap perubahan dalam tubuh pada dasarnya wajib dilakukan oleh setiap orang untuk berjaga-jaga. Tentu saja lebih baik mencegah daripada harus mengatasi serangan jantung.

Saat Anda mengalami salah satu gejala serangan jantung, jangan berharap gejala tersebut hilang dengan sendirinya. Jika didiamkan saja, gejala tersebut mungkin akan semakin parah dan tentunya hal tersebut tidak menguntungkan bagi Anda.

Salah satu cara mudah untuk mencegah terjadinya salah satu jenis penyakit jantung, yaitu serangan jantung, adalah dengan lebih peka terhadap gejala serangan jantung yang mungkin muncul. Hal ini bisa dilakukan dengan memerhatikan perubahan atau sensasi baru yang terjadi pada tubuh Anda.

Sebagai contoh, kesulitan menarik napas, sesak saat berbaring atau saat beraktivitas, timbul bengkak pada kaki dan tangan, dan gejala lain yang diduga menjadi gejala dari serangan jantung ini. Perlu Anda perhatikan bahwa gejala serangan jantung pada wanita dan pria mungkin saja berbeda. 

Jika Anda memang mengalami serangan jantung, dokter akan memberikan pertolongan pertama pada serangan jantung dan membantu mengatasi kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . 1 menit baca

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 menit baca

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . 5 menit baca

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi sebaiknya lebih berhati-hati karena bersepeda berlebihan bisa berisiko terkena serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 24/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 menit baca
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 menit baca