home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Membedakan Nyeri Dada Akibat Serangan Jantung dan Heartburn (Maag)

Cara Membedakan Nyeri Dada Akibat Serangan Jantung dan Heartburn (Maag)

Sebagian besar orang menduga bahwa rasa nyeri di bagian dada sudah pasti merupakan gejala serangan jantung. Padahal, asam lambung naik juga dapat menyebabkan nyeri dan sensasi perih di dada (heartburn). Hati-hati, salah menebak penyakit yang timbul dari nyeri dada bisa menyebabkan salah penanganan juga. Lantas, bagaimana cara mengetahui beda antara nyeri dada akibat serangan jantung dan heartburn? Simak penjelasan berikut ini.

Memahami kondisi serangan jantung dan heartburn

Sebelum mengetahui beda nyeri dada akibat serangan jantung dan heartburn, Anda mungkin perlu memahami terlebih dahulu mengenai kedua kondisi tersebut. Serangan jantung adalah salah satu jenis penyakit jantung yang terjadi saat aliran darah menuju jantung terhambat.

Hal ini disebabkan adanya penyumbatan di arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang membawa oksigen ke otot-otot jantung. Akibatnya, otot jantung yang kekurangan oksigen lama-kelamaan akan rusak sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik.

Sementara itu, heartburn adalah sensasi perih dan panas di dada yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus). Cairan lambung yang sifatnya sangat asam ini dapat mengiritasi lapisan dinding esofagus dan memicu sakit tenggorokan. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai maag, meskipun sebetulnya dalam dunia medis tidak dikenal istilah penyakit maag.

Meskipun heartburn sama sekali tidak berhubungan dengan jantung, efek iritasi akibat naiknya asam lambung juga dapat menjalar ke dada. Ini karena letak kerongkongan sangat dekat dengan jantung.

Maka itu, serangan jantung maupun naiknya asam lambung dapat menyebabkan rasa nyeri pada dada. Untuk mengetahui kondisi mana yang sedang Anda alami, Anda perlu tahu beda antara nyeri dada akibat serangan jantung dan heartburn. Lalu, apa perbedaan dari keduanya?

Kenali nyeri dada timbul saat serangan jantung dan asam lambung

Kebanyakan orang sering kali tertukar saat mencari beda antara nyeri dada akibat serangan jantung dan heartburn karena naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan. Hati-hati, salah menentukan penyakit bisa mengakibatkan salah penanganan yang akhirnya berujung fatal.

Nyeri dada karena serangan jantung dan heartburn memang cenderung mirip, karena keduanya sama-sama menimbulkan sensasi perih dan tekanan di dada. Akan tetapi, ada ciri khas gejala serangan jantung yang berbeda dengan gejala heartburn. Begini cara membedakannya.

  • Nyeri dada akibat serangan jantung

jenis serangan jantung

Nyeri dada akibat serangan jantung dan nyeri dada karena heartburn memberikan sensasi rasa sakit yang beda. Nyeri pada bagian dada sering kali menjadi salah satu gejala yang timbul akibat serangan jantung. Namun, Anda perlu memahami bahwa tidak semua orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan gejala ini. Dikutip dari Cleveland Clinic, sakit dada akibat serangan jantung lebih umum dialami oleh pria ketimbang wanita.

Alih-alih nyeri dada akibat serangan jantung, gejala serangan jantung yang dialami wanita biasanya berbeda. Sebagai contoh rasa sakit pada bagian lengan, leher, hingga rahang. Sayangnya, gejala serangan jantung ini cenderung samar-samar sehingga sering diabaikan oleh para wanita yang mengalaminya.

Gejala nyeri di dada akibat serangan jantung biasanya membuat pasien merasa dadanya sedang ditekan, diremas, dan menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman. Tidak hanya itu, gejala ini biasanya juga timbul bersamaan dengan gejala lainnya.

Sebagai contoh, rasa mual, sesak napas, keringat dingin, hingga kepala ringan dan rasa lelah yang berlebihan. Semua gejala serangan jantung ini umumnya bertahan lama, tapi Anda dapat mengurangi rasa sakitnya dengan duduk sambil mengatur pernapasan pelan-pelan.

  • Nyeri dada akibat heartburn

Asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan juga bisa menyebabkan rasa tak nyaman di dada. Namun, rasa nyaman itu bukan karena asam lambung memiliki dampak pada jantung. Pada dasarnya, beda heartburn dan serangan jantung adalah naiknya asam lambung ke esofagus ini tidak memengaruhi kondisi jantung Anda.

Hanya saja, letak esofagus dan jantung yang berdekatan menyebabkan timbul rasa sakit dan tak nyaman pada dada akibat naiknya asam lambung. Biasanya, gejala ini juga disertai dengan sensasi lidah pahit dan perut terasa penuh alias kembung.

Sakit di dada akibat heartburn tentu beda dan tidak menjadi penyebab serangan jantung. Akan tetapi, rasa nyeri di bagian dada akibat asam lambung ini bisa berlangsung hingga satu jam lamanya.

Beda nyeri dada akibat serangan jantung dan heartburn

Jika Anda telah memahami sakit di dada akibat serangan jantung dan heartburn, kini saatnya memahami beda antara keduanya.

Rasa nyeri dada akibat heartburn atau asam lambung naik ke kerongkongan biasanya akan menjadi semakin parah setelah Anda makan, membungkuk, berbaring, atau mengubah posisi yang dapat semakin menaikkan asam lambung. Sementara itu, nyeri dada akibat serangan jantung tidak berubah semakin parah.

Di samping itu, rasa nyeri dada akibat heartburn bisa diatasi dengan minum obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung di dalam perut. Sementara, jika nyeri dada yang Anda rasakan disebabkan serangan jantung, minum obat pereda asam lambung tidak akan mengurangi rasa sakitnya.

Di sisi lain, Anda mungkin merasakan perut kembung jika memang sedang mengalami heartburn. Sementara, Anda tidak akan merasakannya jika yang Anda alami adalah serangan jantung. Maka, saat nyeri dada yang timbul bersama dengan kondisi seperti perut kembung, kemungkinan asam lambung Anda sedang naik ke esofagus.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is That Pain in Your Chest Heartburn or a Heart Attack?. Retrieved 4 May 2020, from  https://health.clevelandclinic.org/is-that-pain-in-your-chest-heartburn-or-a-heart-attack/

Heartburn or Heart Attack: When to Worry. Retrieved 4 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/in-depth/heartburn-gerd/art-20046483

Heartburn or Heart Attack?. Retrieved 4 May 2020, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/heartburn-or-heart-attack

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 08/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x