Selain dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, timun diklaim bermanfaat untuk menurunkan kolesterol tinggi. Benarkah manfaat tersebut dan bagaimana tips mengonsumsinya? Berikut ulasannya.
Selain dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, timun diklaim bermanfaat untuk menurunkan kolesterol tinggi. Benarkah manfaat tersebut dan bagaimana tips mengonsumsinya? Berikut ulasannya.

Di balik rasanya yang segar, timun atau mentimun ternyata sudah lama dipercaya bisa membantu menurunkan kolesterol beserta risiko komplikasi yang menyertainya.
Manfaat ini diperoleh dari berbagai zat gizi yang terdapat dalam timun, seperti vitamin C, serat, kalium, dan magnesium.
Sebagai jenis buah-buahan, mentimun tidak mengandung lemak jenuh maupun lemak trans sehingga tidak akan meningkatkan kolesterol dalam darah.
Meski begitu, perlu diingat bahwa timun hanya bisa dijadikan bagian dari menu harian Anda. Artinya, makan timun tidak bisa menggantikan pengobatan kolesterol.

Selama tidak dikonsumsi secara berlebihan, berikut adalah beberapa manfaat timun bagi seseorang dengan kolesterol tinggi.
Studi yang diterbitkan dalam International of Basic, Applied, and Innovative Research menunjukkan bahwa timun bisa mengurangi risiko penyakit jantung karena kemampuanya dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah.
Selama ini, penumpukan lemak pada seseorang dengan kolesterol tinggi memang telah dikaitkan dengan risiko pembentukan plak dalam pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah ke jantung.
Penelitian tersebut melibatkan 29 subjek yang diberi 400 gram mentimun utuh selama 21 hari sebelum sarapan.
Timun merupakan buah yang dapat mengurangi risiko diabetes dengan cara mengatur penggunaan gula dalam tubuh. Timun juga rendah karbohidrat yang bisa memicu kenaikan gula darah.
Menurut Heart UK, diabetes bisa merusak lapisan arteri sehingga kolesterol Anda lebih mudah menempel pada pembuluh atau sulit dikeluarkan oleh tubuh.
Seseorang dengan diabetes juga cenderung memiliki kadar lemak baik (HDL) yang lebih rendah dibandingkan lemak jahat (LDL).
Maka dari itu, mengonsumsi timun untuk menjaga kadar gula darah secara tidak langsung juga bermanfaat untuk pengidap kolesterol tinggi.
Artikel terkait
Kolesterol tinggi terjadi ketika kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh Anda jauh lebih tinggi dibandingkan kolesterol baik (HDL).
Berbagai senyawa fitokimia dalam timun, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid dipercaya baik untuk pengidap kolesterol tinggi karena dapat menurunkan lemak jahat.
Senyawa fitokimia akan mengurangi risiko LDL untuk mengalami oksidasi. Ketika oksidasi LDL berkurang, komposisi kolesterol dalam tubuh Anda akan tetap seimbang.
Kondisi ini juga mengurangi risiko Anda untuk mengalami komplikasi kolesterol tinggi, yaitu penyakit jantung.
Timun ternyata juga baik untuk pengidap kolesterol tinggi yang mengalami kelebihan berat badan.
Menurut laman Heart Organization, seseorang yang memiliki berat badan berlebih cenderung lebih mudah mengalami kenaikan lemak jahat (LDL) dan penurunan lemak baik (HDL).
Sementara itu, timun bisa membantu Anda mengontrol berat badan karena buah ini rendah kalori sekaligus tinggi serat. Serat dalam tubuh akan membuat Anda kenyang lebih lama sehingga tidak ingin makan sebelum waktunya.

Kombinasi serat dan kandungan air yang tinggi pada timun dapat membantu melancarkan buang air besar.
Ketika pencernaan bekerja dengan baik, tubuh Anda mampu mengakses zat gizi yang diperlukan untuk mendukung metabolisme. Dengan kata lain, metabolisme Anda menjadi lebih lancar.
Ini berarti tubuh Anda juga mampu mengolah lemak dengan lebih efektif. Hal ini akan mencegah lonjakan lemak yang menjadi salah satu penyebab kolesterol tinggi.
Demi mendapatkan manfaat maksimal dari timun, Anda disarankan untuk mengonsumsinya bersama dengan kulitnya.
Mengupas kulit timun justru bisa mengurangi jumlah serat, vitamin, dan zat gizi lain di dalamnya yang bermanfaat untuk pengidap kolesterol tinggi.
Oleh karena itu, pastikan untuk mencuci buah sampai benar-benar bersih sehingga tidak ada sisa kotoran atau pestisida yang menempel pada kulitnya.
Timun sebaiknya memang dikonsumsi langsung sebagai lalapan atau rujak, tetapi Anda juga boleh mengolahnya menjadi jus. Bila perlu, campurkan timun dengan buah penurun kolesterol lainnya.
Selain itu, pastikan Anda tidak menjadikan timun sebagai pengganti obat-obatan. Anda sebaiknya tetap berkonsultasi kepada dokter sebelum mengonsumsi timun secara rutin.
Kendati timun memiliki banyak manfaat, mungkin ada kondisi tertentu yang membuat Anda harus membatasi asupannya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Oguaka, V. N., Ogbodo, E. C. (2017). Effect of cucumber consumption on serum lipid profile and liver aspartate transaminase and alanine transaminase in apparently healthy undergraduate students. International Journal of Basic, Applied, and Innovative Research. Retrieved 14 August 2024, from https://www.ajol.info/index.php/ijbair/article/view/174920.
Diabetes. (n.d.). HEART UK – The Cholesterol Charity. Retrieved 14 August 2024, from https://www.heartuk.org.uk/cholesterol/diabetes.
Common misconceptions about cholesterol. (2018, January 29). www.heart.org. Retrieved 14 August 2024, from https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/about-cholesterol/common-misconceptions-about-cholesterol.
Putri, R., & Anggraini, D. I. (2022). The potency of cucumber (Cucumis sativus L.) peel extract as anticholesterol. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 90-100. Retrieved 14 August 2024, from https://doi.org/10.31603/pharmacy.v8i1.3493.
Versi Terbaru
21/08/2024
Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro