Mengenal Gangguan Hipotensi Supine Pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan pada dasarnya menyebabkan banyak perubahan pada tubuh wanita, termasuk penurunan tekanan darah alias hipotensi. Ya, selama kehamilan tekanan darah wanita biasanya mengalami penurunan sebanyak 15 persen. Banyak wanita hamil mengalami tekanan darah rendah, terutama pada trimester pertama dan kedua kehamilan. Namun dalam beberapa kasus tertentu, seorang wanita juga dapat mengalami gangguan hipotensi supine.

Apa itu hipotensi supine?

mengendalikan tekanan darah ibu hamil

Sindrom hipotensi supine (SHT) alias gangguan hipotensi telentang adalah penurunan tekanan darah sistolik sebesar 30 persen (sekitar 15-30 mmHG) pada ibu hamil ketika mereka berada dalam posisi telentang.

Tekanan darah sistolik atau angka atas tekanan darah menunjukkan tingkat tekanan saat jantung sedang memompa darah untuk dialirkan ke seluruh bagian tubuh.

Kondisi ini disebabkan karena uterus (rahim) yang membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Pembesaran uterus akan menekan vena kava (vena terbesar dari batang tubuh) dan aorta bawah ketika berada dalam posisi teletnang.

Penekanan vena cava ini membatasi aliran darah kembali ke jantung. Akibatnya, terjadilah penurunan aliran balik vena yang menimbulkan gejala tekanan darah rendah. Dalam keadaan yang cukup berat, kondisi ini akan mengakibatkan ibu kehilangan kesadaran.

Hipotensi telentang biasanya terjadi mulai usia kehamilan trimester 2. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita pada trimester 3 atau usia kehamilan 36-38 minggu. Faktor risiko dari gangguan ini meliputi kehamilan kembar dan obesitas. Pasalnya kedua hal tersebut dapat memengaruhi ukuran, bentuk, dan berat uterus wanita.

Apa saja gejala hipotensi supine?

obat mual saat hamil

Ketika tekanan darah rendah terjadi dan turun cukup drastis, seorang wanita mungkin akan memunculkan gejala seperti:

  • Takikardia, detak jantung cepat atau lemah saat istirahat
  • Mual
  • Muntah
  • Wajah pucat pasi
  • Keluar keringat dingin
  • Lemah
  • Pusing dan merasa sangat tidak nyaman
  • Kesulitan bernapas
  • Kliyengan
  • Pingsan

Gejala tekanan darah rendah ini biasanya terjadi sementara dalam 3 sampai 10 menit setelah wanita berada dalam posisi berbaring atau terlentang.

Apakah kondisi ini berbahaya?

folikulitis pruritus adalah penyebab kulit gatal saat hamil

Ada teori yang menyatakan bahwa tekanan berkepanjangan atau berulang pada vena juga bisa mengurangi aliran darah ke plasenta, yang dapat berakibat negatif pada perkembangan janin.

Dampak yang ditimbulkan pada janin ini termasuk distres janin, alias gawat janin. Sementara pada ibu akan menimbulkan berkurangnya suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan syok.

Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian ibu dan/atau janin.

Lantas, bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Banyak ahli menyarankan wanita hamil di usia kandungan lebih dari 20 minggu untuk tidur dengan posisi miring ke kiri atau duduk. Penting bagi Anda untuk menghindari berdiri terlalu lama.

Pasalnya berdiri terlalu lama, terutama pada trimester ketiga, secara drastis dapat mengurangi aliran darah kembali ke jantung. Hal ini pada akhirnya menyebabkan pusing, pingsan, dan bahkan cedera karena jatuh.

Bolehkah wanita hamil dengan kondisi ini berolahraga?

infeksi saat hamil

Untuk mencegah gangguan hipotensi telentang, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan wanita agar tidak melakukan olahraga dengan posisi terlentang setelah trimester pertama. Jika Anda merasakan pusing setiap kali olahraga dengan posisi berbaring, maka berhentilah melakukan olahraga dengan posisi tersebut.

Belum ada penelitian yang mendukung dugaan bahwa berolahraga dengan posisi terlentang dapat berakibat negatif pada perkembangan janin. Tak hanya itu, sampai saat ini juga belum ada bukti yang cukup kuat bahwa beristirahat atau tidur telentang dapat membatasi aliran darah.

Silakan konsultasi ke dokter kandungan untuk informasi lebih lanjut. Dokter akan memberikan saran medis dan pengobatan yang sesudai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Bolehkah Penderita Hipertensi Melakukan HIIT (High-Intensity Interval Training)?

Olahraga HIIT (high-intensity interval training) memang bermanfaat bagi jantung dan peredaran darah, tapi bolehkah penderita hipertensi melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hipertensi, Health Centers 30/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit