home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sering Disangka Flu Biasa, Ini Ciri-ciri Penyakit Pes yang Perlu Diwaspadai

Sering Disangka Flu Biasa, Ini Ciri-ciri Penyakit Pes yang Perlu Diwaspadai

Penyakit pes bersifat mematikan jika tidak segera diobati dengan antibiotik. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh hewan pengerat. Penyakit ini biasanya berjangkit pada daerah yang kepadatan penduduknya berlebihan dan lingkungan kesehatannya buruk. Apa saja gejala penyakit pes bila Anda tinggal di daerah yang rawan? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Gejala dan jenis-jenis pes

Penyakit pes dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan bagian tubuh yang terinfeksi. Tanda dan gejala yang muncul pada penyakit ini tergantung dari jenis pes yang di derita. Orang yang terinfeksi pes biasanya akan mengalami gejala seperti flu selama 2 sampai 6 hari. Kemudian, setelahnya gejala pes akan muncul. Berikut gejala pes yang terjadi sesuai jenis yang diderita.

1. Bubonic plague

Bubonic plague (pes bubo) merupakan jenis pes paling umum, menular ketika kutu atau tikus yang terinfeksi menggigit Anda. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan peradangan. Gejala yang muncul dari pes bubo memang sangat mirip orang yang kena flu. Akan tetapi, perhatikan gejala-gejala lainnya berikut ini.

  • Demam disertai menggigil
  • Badan terasa lemas
  • Kejang
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Munculnya bengkak seukuran telur ayam, terasa hangat bahkan terasa panas ketika dipegang dan sakit. Biasanya pembengkakan ini muncul pada pangkal paha, selangkangan, leher, atau ketiak. Pembangkakan ini disebut buboes. Bakteri ini berjalan melalui sistem limfatik dan berakhir di kelenjar getah bening dimana menyebabkan pembengkakan tersebut yang. Hal ini biasanya terjadi dalam satu sampai tujuh hari pemaparan.

2. Pneumonia plague

Jenis pes ini terjadi ketika bakteri sudah menyerang paru-paru. Penyakit ini satu-satunya yang bisa ditularkan manusia melalui batuk. Gejala paling cepat muncul sehari setelah adanya gigitan atau sentuhan langsung dengan tikus atau kutu yang terinfeksi. Gejala yang muncul dari pes ini adalah demam tinggi, sakit kepala, badan lemas, mual dan muntah, nyeri dada, batuk darah atau air liur dan lendir juga berdarah, serta sesak napas.

Gejala ini berkembang dengan cepat dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan syok dalam dua hari setelah infeksi. Jika pengobatan antibiotik tidak dimulai dalam sehari setelah tanda dan gejala muncul pertama kali, infeksi tersebut kemungkinan akan berakibat fatal.

3. Septicemic plague

Penyakit pes tingkat lanjut, ketika bakteri sudah memasuki darah karena tidak segera diobati. Gejala yang muncul dari pes ini adalah:

  • Demam disertai menggigil
  • Lemas luar biasa
  • Nyeri perut disertai diare
  • Mual dan muntah
  • Syok
  • Perdarahan dari mulut, hidung, rektum (dubur), atau di bawah kulit karena darah tidak bisa menggumpal
  • Kulit menghitam akibat adanya jaringan yang mati (gangren), biasanya terjadi pada jari tangan, jari kaki, atau ujung hidung. Gejala ini menyebabkan penyakit pes disebut sebagai black death atau wabah hitam.

Komplikasi penyakit pes

Bila tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang bahkan bisa mengancam nyawa. Berikut daftar komplikasi yang mungkin terjadi.

1. Meningitis

Adanya pembengkakan selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, namun meningitis jarang terjadi.

2. Ganggren

Bekuan darah pada pembuluh darah jari tangan dan kaki. Adanya pembekuan tersebut bisa mengganggu aliran darah dan menyebabkan jaringan itu mati. Bagian jari tangan dan kaki Anda yang jaringannya telah mati tersebut harus diamputasi.

3. Kematian

Menurut WHO, tingkat kematian pes bubonic mencapai 30 sampai 60 persen, dan selalu mematikan untuk jenis pneumonia plague jika tidak diobati. Kebanyakan orang yang mendapatkan pengobatan antibiotik segera selamat dari penyakit pes, tapi yang tidak diobati memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Berdasarkan data WHO, dari tahun 2010 sampai 2015 ada 3.248 kasus penyakit pes yang dilaporkan dari seluruh dunia, 584 di antaranya tidak berhasil diselamatkan.

Bagaimana penyakit ini menginfeksi dan didiagnosis?

Penyakit ini terjadi ketika Anda mengalami gigitan dari tikus atau kutu yang terinfeksi pes. Namun, bukan hanya dari kedua binatang tersebut, bisa juga dari kelinci, kucing, atau anjing.

Untuk mendiagnosis adanya penyakit ini, biasanya akan dilakukan tes darah atau endoskopi. Kemudian, sampelnya akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Hasil awal mungkin siap hanya dalam dua jam, tapi pengujian dan konfirmasi penyakit membutuhkan waktu 24 sampai 48 jam.

Umumnya dokter akan mulai perawatan dengan antibiotik sebelum diagnosis penyakit dipastikan (tapi sudah sangat dicurigai). Hal ini dilakukan karena pes berkembang dengan cepat dan harus diobati secepat mungkin agar dapat membuat mempercepat pemulihan atau mencegah penyakit lebih parah.

Antibiotik biasanya diberikan lewat infus, seperti streptomisin, doksisiklin, atau tetrasiklin. Jika diobati pada waktu yang tepat, tingkat kelangsungan hidup dapat berkisar dari 85 sampai 99 persen.

Bagaimana mencegah terjadinya penyakit pes?

Meskipun belum ada ketersediaan vaksin yang efektif, para ilmuwan sedang berupaya mengembangkannya. Antibiotik dapat membantu mencegah infeksi jika Anda berisiko atau terkena wabah. Lakukan tindakan pencegahan berikut jika Anda tinggal atau menghabiskan waktu di daerah di mana penyakit pes sering terjadi.

Jaga kebersihan lingkungan. Bersihkan area bersarang yang potensial, seperti tumpukan sikat, batu, kayu bakar, dan sampah.

Jauhkan hewan peliharaan Anda dari kutu. Tanyakan kepada dokter hewan mengenai kesehatan hewan peliharaan serta produk yang bisa membasmi kutu pada binatang.

Memakai sarung tangan. Saat menangani hewan yang berpotensi terinfeksi, pakai sarung tangan untuk mencegah sentuhan antara kulit Anda dan bakteri berbahaya.

Gunakan obat nyamuk. Awasi anak-anak dan hewan peliharaan Anda saat menghabiskan waktu di luar rumah dengan menggunakan losion anti nyamuk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 26/11/2017
x