Infeksi Cacing Gelang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi infeksi cacing gelang

Ascaris lumbricoides adalah nama latin dari cacing gelang yang hidup di perut atau usus manusia. Cacing ini merupakan penyebab penyakit ascariasis alias cacingan pada manusia.

Cacing gelang termasuk parasit dalam tubuh manusia dari jenis roundworms. Cacing ini seringnya berada pada lingkungan yang tidak bersih dan tinggal di wilayah yang beriklim hangat.

Panjang cacing gelang dewasa yang berkembang biak di usus manusia bisa lebih dari 30 cm. Itu sebabnya, cacing gelang besar ini dapat dilihat dengan mata telanjang.

Apabila tidak segera diobati, penyakit cacingan atau ascariasis dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, seperti penyumbatan serta luka pada usus.

Seberapa umumkah penyakit akibat cacing gelang?

Ascaris lumbricoides adalah parasit penyebab penyakit cacingan yang paling umum. Siapa saja bisa mengalami cacingan akibat terinfeksi parasit cacing ini.

Meski begitu, penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang tinggal di daerah dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk.

Anda dapat menghindari penyakit ini dengan mengurangi faktor risikonya. Konsultasikanlah dengan dokter Anda mengenai langkah pencegahan yang dapat Anda ambil.

Tanda-tanda dan gejala

Infeksi awal dari cacing ini biasanya tidak ada gejalanya. Gejala akan muncul seiring pertumbuhan cacing yang semakin berkembang.

Terdapat dua gejala cacingan yang dapat terjadi, bergantung ke bagian tubuh mana cacing itu menginfeksi.

Organ tubuh yang biasa diserang adalah paru-paru dan usus. Dikutip dari Mayo Clinic, gejala penyakit yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides), sesuai dengan organ tubuh yang diserang adalah:

Gejala pada paru-paru

Gejala yang akan muncul saat terjadi infeksi cacing di paru-paru meliputi:

  • Batuk
  • Napas terasa semakin pendek
  • Ada darah di dalam mukus
  • Dada terasa tidak nyaman
  • Demam

Gejala pada usus

Gejala yang akan muncul saat Ascaris lumbricoides alias cacing gelang menyerang bagian dalaam usus, antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perut terasa tidak nyaman
  • Penurunan berat badan
  • Selera makan menurun
  • Penyumbatan usus sehingga perut bisa terasa nyeri dan terjadi muntah parah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala seperti yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tubuh setiap orang berbeda dalam merespons suatu kondisi. Mungkin saja ada gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab infeksi cacing gelang

Penyebab penyakit cacingan adalah cacing Ascaris lumbricoides, alias cacing gelang. Meski cacing ini tidak ditularkan dari satu orang ke orang lainnya, cacing ini dapat ditularkan melalui kontak dengan air yang terkontaminasi, makanan, atau tangan.

Makan sayuran mentah yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi tanpa dicuci terlebih dahulu dapat menyebabkan kondisi ini. Mengonsumsi daging yang belum matang juga dapat mengakibatkan munculnya cacing gelang dalam tubuh Anda. 

Cacing Ascaris lumbricoides muda (larva) bergerak pindah dari usus ke bagian tubuh lainnya, seperti paru-paru. Cacing ini kemudian kembali ke usus, sebagai tempat para cacing ini tumbuh dewasa dan menghasilkan telur.

Faktor risiko infeksi cacing gelang

Beberapa faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ascariasis alias infeksi cacing gelang adalah:

  • Usia
    Kebanyakan orang yang terinfeksi cacing Ascaris lumbricoides adalah anak-anak, terutama anak di bawah usia 10 tahun. Anak-anak dalam kelompok usia ini dapat berada pada risiko yang lebih tinggi karena mereka sedang senang-senangnya untuk bermain di tanah.
  • Iklim hangat
    Infeksi cacing gelang juga lebih umum terjadi di negara-negara dengan suhu hangat sepanjang tahun, seperti Indonesia. 
  • Sanitasi yang buruk
    Cacingan Ascaris lumbricoides berkembang biak di tempat yang memiliki sanitasi buruk.

Komplikasi infeksi cacing gelang

Kebanyakan kasus ascariasis atau infeksi cacing gelang bersifat ringan dan tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang berarti.

Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah cacing di dalam tubuh akan bertambah semakin banyak dan memengaruhi berbagai organ tubuh.

Jika hal ini terjadi, infeksi berisiko mengakibatkan komplikasi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Pertumbuhan yang melambat
    Karena infeksi ini menyebabkan nafsu makan menurun dan penyerapan nutrisi dari makanan kurang maksimal, penderita berisiko mengalami pertumbuhan yang melambat. Komplikasi ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak.
  • Perforasi dan penyumbatan pada usus
    Pada kasus ascariasis berat, jumlah cacing gelang yang terlalu banyak dapat menyumbat sebagian usus. Hal ini bisa menyebabkan muntah-muntah dan sakit perut parah. Sumbatan tersebut bahkan bisa membentuk lubang pada dinding usus, sehingga berisiko terjadi perdarahan.
  • Penyumbatan saluran pada hati atau pankreas
    Dalam beberapa kasus, cacing juga dapat menyumbat saluran hati atau pankreas Anda, sehingga menimbulkan rasa nyeri yang tak tertahankan.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Beberapa tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi penyakit cacingan adalah:

  • Tes feses
    Untuk mendiagnosis penyakit, dokter akan memeriksa feses Anda apakah mengandung telur dan larva cacing atau tidak. Meski begitu, biasanya telur baru akan muncul setidaknya 40 hari setelah Anda terinfeksi. Jika Anda hanya terinfeksi oleh cacing jantan, Tubuh Anda tidak akan memiliki telur cacing.
  • Tes darah
    Darah Anda dapat diuji untuk mengukur adanya peningkatan jumlah dari jenis sel darah putih tertentu, yang disebut eosinofil. Penyebabnya karena ascariasis dapat meningkatkan eosinofil Anda. Namun, selain cacingan, beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat meningkatkan eosinofil Anda. Jadi, tingginya eosinofil belum tentu berarti Anda pasti terkenan cacingan.
  • Tes pencitraan
    Tergantung pada situasi dan kondisi kesehatan Anda, dokter juga bisa menggunakan rontgen, USG, CT, atau MRI scan untuk mendeteksi keberadaan cacing di dalam tubuh.

Bagaimana cara mengobati infeksi cacing gelang?

Biasanya, hanya infeksi parah yang perlu diobati. Dalam beberapa kasus, penyakit akibat cacing Ascaris lumbricoides ini akan sembuh dengan sendirinya. Berikut pilihan pengobatan penyakit cacingan adalah:

  • Obat-obatan
    Obat cacing atau antelmintik adalah pilihan pertama pengobatan terhadap infeksi cacing gelang. Dikutip dari CDC, pilihan obat antiparasit adalah albendazole, ivermectin, dan mebendazole. Obat-obatan ini dikonsumsi selama satu hingga tiga hari untuk membunuh cacing dewasa.
  • Operasi
    Dalam kasus yang parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan cacing dari dalam tubuh. Komplikasi cacingan seperti penyumbatan atau luka pada usus juga biasanya memerlukan operasi.

Pencegahan infeksi cacing gelang

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mencegah infeksi cacing gelang adalah sebagai berikut:

  • Hindarilah makanan dan minuman yang terkontaminasi. Masaklah makanan dan minuman hingga matang.
  • Cuci tangan Anda secara menyeluruh sebelum makan dan setelah menggunakan toilet dengan sabun.
  • Periksalah hewan peliharaan apakah memiliki cacing atau tidak.
  • Periksalah semua anggota keluarga apakah ada yang memiliki infeksi tertentu atau tidak.
  • Bersihkan perlengkapan kamar mandi bersih secara menyeluruh setelah pengobatan.
  • Hubungi dokter jika Anda memiliki demam dan sakit perut yang parah.
  • Hubungi dokter jika Anda terus memiliki sakit perut, nyeri dada, atau sesak napas.
  • Bila perlu, upayakan untuk mengonsumsi obat cacing secara rutin. Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat cacing.

Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter demi mendapatkan solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi di trimester pertama kehamilan yang menyebabkan mual dan muntah amat parah. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Kolik

Kolik adalah kondisi saat bayi menangis terus menerus tanpa penyebab yang jelas dan tak bisa dihentikan. Lantas, bisakah kondisi ini dicegah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Pilihan Obat Cacing yang Direkomendasikan untuk Orang Dewasa

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga bisa terkena cacingan. Simak rekomendasi obat cacing untuk orang dewasa berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
ingin muntah saat cemas hingga batuk

Mual Sampai Ingin Muntah Saat Cemas dan Panik? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit