Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mana yang Lebih Berbahaya, Tertusuk Paku Atau Serpihan Kayu?

Mana yang Lebih Berbahaya, Tertusuk Paku Atau Serpihan Kayu?

Anda mungkin pernah tertusuk paku ataupun serpihan kayu ketika beraktivitas di luar rumah tanpa pelindung kaki dan tangan. Jika tidak segera dikeluarkan, paku dan serpihan kayu yang menancap dapat menyebabkan infeksi. Meski sama-sama berbahaya, mana yang memiliki dampak lebih besar di antara keduanya?

Apa yang terjadi saat kulit tertusuk paku dan serpihan kayu?

Sumber: Steemit

Kulit adalah pelindung pertama tubuh dari serangan bibit penyakit seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Saat sesuatu menancap pada kulit, tubuh akan mengalami berbagai mekanisme untuk menyembuhkan luka dan mengeluarkan benda asing tersebut.

Begitu kulit terluka, pembuluh darah di sekitar luka akan menyempit. Keping darah lalu memproduksi protein fibrin yang saling berikatan untuk menyumbat luka. Hal ini juga bisa menghentikan perdarahan pada kulit yang tertusuk paku atau serpihan kayu.

Setelah itu, pembuluh darah melebar kembali agar sel-sel darah putih dapat bergerak menuju area luka guna menyerang kuman yang masuk. Sebagai dampaknya, area luka mengalami peradangan, bengkak, kemerahan, dan terkadang disertai nanah.

Bila paku dan serpihan kayu menancap selama berhari-hari, granuloma akan terbentuk. Granuloma adalah benjolan berisi sel yang melindungi jaringan kulit Anda. Sel-sel ini menahan agar benda tersebut tak bergerak ataupun memicu lebih banyak kerusakan.

Mana yang lebih berbahaya di antara keduanya?

suntik tetanus

Tertusuk paku dan serpihan kayu sama-sama dapat memicu peradangan serta infeksi. Namun, benda yang terbuat dari logam, kaca, atau bahan anorganik lainnya umumnya menimbulkan reaksi kekebalan tubuh yang lebih ringan dibandingkan serpihan kayu.

Benda logam, terutama yang sudah berkarat, sering dikaitkan dengan tetanus. Padahal, tetanus bukan disebabkan oleh karat, melainkan infeksi bakteri C. tetani. Bakteri ini bisa hidup di mana pun asalkan ada oksigen dan tak hanya ditemukan pada logam berkarat.

Sedangkan serpihan kayu adalah bahan organik yang tersusun dari sel tumbuhan. Serpihan kayu juga membawa bakteri dan jamur yang menyebabkan penyakit. Luka tusuk serpihan kayu sering kali lebih terasa nyeri dengan bengkak yang lebih parah.

Melansir laman Cleveland Clinic, kulit yang tertusuk serpihan kayu dan duri tanaman juga lebih cepat mengalami infeksi dibandingkan paku atau kaca. Ini sebabnya Anda disarankan untuk langsung mengeluarkan serpihan kayu yang menancap pada kulit.

Apa yang harus dilakukan bila Anda tertusuk paku atau kayu? Sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mengeluarkannya dengan aman.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Remove a Splinter (and When to Call the Doctor). https://health.clevelandclinic.org/how-to-remove-a-splinter-and-when-to-call-the-doctor/ Diakses pada 4 Desember 2019.

What happens in my body when I get a cut? https://www.sciencefocus.com/the-human-body/what-happens-in-my-body-when-i-get-a-cut/ Diakses pada 4 Desember 2019.

What Happens If You Don’t Take Out a Splinter? https://www.livescience.com/65710-should-you-always-remove-splinters.html Diakses pada 4 Desember 2019.

Do Rusty Nails Really Give You Tetanus? https://www.livescience.com/65007-do-rusty-nails-cause-tetanus.html Diakses pada 4 Desember 2019.

Burning Question: What happens if you don’t remove a splinter? https://www.abc.net.au/news/health/2017-06-28/what-happens-if-you-dont-remove-a-splinter/8656250 Diakses pada 4 Desember 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 24/01/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro