Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Varian R.1 dari Virus Penyebab COVID-19

Mengenal Varian R.1 dari Virus Penyebab COVID-19

Pandemi COVID-19 belum juga usai. Setelah kemunculan COVID-19 varian Delta yang membuat lonjakan kasus meningkat, kini kembali ditemukan varian baru yang dinamai R.1. Lantas, seperti apa varian R.1? Apakah ada perbedaan daripada varian COVID-19 lainnya?

Apa itu varian R.1 COVID-19?

Varian R.1 merupakan versi virus SARS-CoV-2 yang mengalami mutasi, sehingga terdapat perubahan struktur dan fungsi virus. Seperti varian lainnya, R.1 dapat memengaruhi tubuh seseorang secara berbeda dari virus yang asli.

Mutasi virus ini terdeteksi pertama kali di Jepang bulan Januari 2021, dan sejak itu menyebar ke negara lain termasuk Amerika Serikat. CDC melaporkan pada bulan April bahwa varian R.1 COVID-19 telah menyebabkan wabah di sebuah panti jompo yang terletak di negara bagian Kentucky.

Virus ini menginfeksi sebanyak 26 penghuni dan 20 petugas kesehatan. Sekitar 18 di antara para penghuni yang terinfeksi telah divaksinasi sepenuhnya, sedangkan dari petugas kesehatan yang telah divaksin berjumlah 4 orang.

Apakah varian ini lebih mudah menyebar?

Masih harus diteliti lebih lanjut apakah varian R.1 dapat menyebar lebih cepat atau lebih lambat daripada jenis COVID-19 lainnya.

Sejauh ini, kasus COVID-19 varian R.1 masih cenderung sedikit. Persentase kasus varian ini hanya memakan sekitar 0,5% dari seluruh kasus COVID-19. Bila dibandingkan dengan varian Delta, misalnya, varian R.1 tidak terlalu menular.

Meski demikian, varian ini tetap harus diwaspadai, sebab R.1 memiliki mutasi yang cukup membahayakan. Terdapat tiga mutasi yang terdeteksi pada varian R.1, yaitu D614G, E484K, dan W152L.

Mutasi D614G menunjukkan bahwa penularan varian R.1 meningkat bila dibandingkan dengan virus aslinya. Mutasi E848K yang juga ditemukan dalam varian Beta dan Gamma menunjukkan bahwa virus ini bisa mengurangi efektivitas vaksin. Sedangkan mutasi W152L kemungkinan dapat mengurangi efektivitas antibodi penetral virus.

Hal ini telah terbukti, mengingat ada beberapa pasien yang telah divaksinasi secara penuh masih bisa terinfeksi oleh virus. Maka dari itu, varian R.1 tetap dianggap berpotensi untuk menurunkan tingkat kekebalan vaksin.

Saat ini, WHO menggolongkan varian R.1 COVID-19 dalam Variants Under Monitoring. Ini berarti, varian R.1 telah menunjukkan indikasi yang dapat menimbulkan risiko di masa depan. Maka dari itu, varian ini masih membutuhkan pemantauan.

Adakah perbedaan gejala yang ditimbulkan varian R.1?

Tidak ada perbedaan gejala yang mencolok di antara varian R.1 dengan varian yang lainnya. Kebanyakan pasien yang bergejala tetap mengalami tanda-tanda layaknya penyakit COVID-19 pada umumnya, seperti:

Gejala bisa mulai muncul dalam 2-14 hari setelah terinfeksi dengan virusnya.

Mencegah penularan varian R.1 COVID-19

Meski varian ini bisa menyerang orang-orang yang telah divaksin, tapi kemungkinannya tetap lebih kecil bila dibandingkan dengan orang-orang yang belum mendapat vaksin.

Tingkat serangan varian R.1 COVID-19 pada penghuni yang tidak divaksinasi 3 kali lebih tinggi daripada penghuni yang telah melakukan vaksin. Ditambah lagi, vaksin juga mengurangi kemungkinan pasien untuk rawat inap dan bahkan mencegah kematian akibat COVID-19.

Dengan demikian, vaksin masih menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk melindungi Anda dari virus COVID-19. Vaksin akan membentuk perkembangan respons imun terhadap virus SARS-CoV-2.

Vaksinasi juga dapat melindungi orang-orang di sekitar Anda, terutama untuk mereka yang memiliki risiko tinggi seperti orang-orang lanjut usia, orang-orang dengan kondisi medis tertentu, dan orang-orang yang bekerja pada layanan kesehatan.

Setelah mendapatkan vaksinasi, Anda juga harus senantiasa menerapkan protokol 5M yakni:

  • menggunakan masker, terutama saat bepergian atau berada di tempat umum,
  • menjaga jarak dari orang lain dengan aman sekitar 2 meter,
  • mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir,
  • menghindari kerumunan, serta
  • mengurangi mobilitas, usahakan untuk tetap beraktivitas di rumah.

Jangan lupa untuk menjaga daya tahan tubuh meskipun sudah vaksin dengan mengonsumsi suplemen, makan makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta melakukan olahraga teratur. Apapun variannya, yang penting Anda tetap disiplin dalam melakukan upaya pencegahan.

Fokus


Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

COVID-19 Outbreak Associated with a SARS-CoV-2 R.1 Lineage Variant in a Skilled Nursing Facility After Vaccination Program. (2021). Centers For Disease Centers. Retrieved 30 September 2021, from https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/70/wr/mm7017e2.htm

Tracking SARS-CoV-2 Variants. (2021). World Health Organization. Retrieved 30 September 2021, from https://www.who.int/en/activities/tracking-SARS-CoV-2-variants/

Coronavirus Disease (COVID-19): Vaccines. (2021). World Health Organization. Retrieved 30 September 2021, from https://www.who.int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-(covid-19)-vaccines#:~:text=The%20COVID%2D19%20vaccines,the%20virus%20if%20exposed.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 7 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.