home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mutasi COVID-19 Varian B.1.617 dan B.1.618 dari India Telah Masuk di Indonesia, Apa Bahayanya?

Mutasi COVID-19 Varian B.1.617 dan B.1.618 dari India Telah Masuk di Indonesia, Apa Bahayanya?

India kini sedang diterjang gelombang kedua pandemi yang luar biasa berat hingga disebut sebagai gelombang tsunami COVID-19. Penambahan kasus mencapai 200-300 ribu per harinya. Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan di India kolaps. Mutasi COVID-19 varian baru B.1.617 yang membawa dua mutasi dominan dianggap sebagai salah satu penyebab melonjaknya gelombang kedua pandemi di India. Varian tersebut kini telah masuk ke Indonesia, seperti apa bahayanya?

Varian B.1617 yang disebut membawa mutasi ganda

varian mutasi COVID-19 india B.1.617

Varian ini memiliki nama resmi B.1.617, namun banyak orang dan media massa menyebut varian ini sebagai double mutant atau mutasi ganda COVID-19.

Varian B.1.617 ini membawa belasan mutasi COVID-19 sebelumnya, maka beberapa ahli mengatakan sebutan double mutant tidak lah tepat. Varian ini disebut double mutant karena terdapat dua jenis mutasi yang menonjol, yakni E484Q dan L452R.

Perubahan genetika pada set mutasi E484Q terletak di lokasi yang sama dengan mutasi E484K (mutasi Eek). Mutasi Eek dijuluki escape mutation atau mutasi yang mampu menghindari antibodi saat melawan virus yang mulai menginfeksi tubuh. Karena kesamaan ini, mutasi E484Q juga dikhawatirkan dapat membantu virus menghindari beberapa jenis antibodi termasuk kemungkinan antibodi yang dibentuk oleh vaksin.

Sedangkan mutasi L452R adalah mutasi yang telah muncul pada beberapa varian lain, mutasi ini pertama kali diamati di Denmark pada Maret lalu. Mutasi ini bukan hanya terdapat pada varian B.1.617, tapi juga telah terdeteksi pada varian B.1.429 yang tersebar luas di California.

Dalam varian B.1.617 itu diketahui juga terdapat mutasi P681R. Kombinasi tiga mutasi E484Q, L452R, dan P681R dalam satu varian B.1.617 sangat diwaspadai karena dianggap dapat membuat virus lebih pintar dalam menghindari kemampuan antibodi manusia.

Sebuah studi preprint yang diterbitkan di jurnal BiorXiv menyebut kombinasi ketiga mutasi ini dalam varian B.1.617 bisa membuat COVID-19 lebih mudah menular.

Varian B.1.617 ini pertama kali muncul pada bulan Oktober dan sekarang kemungkinan menjadi varian paling umum di India. Walaupun sejauh ini, tingkat pengujian pada varian di India masih sangat terbatas.

Varian mutasi B.1.618, jenis baru mutasi COVID-19

mutasi covid-19 india

Selain varian B.1.617, India melaporkan telah mendeteksi varian baru yakni B.1.618. Varian B.1.618 atau yang banyak disebut sebagai triple mutation ini terdeteksi di Bengal, salah satu wilayah di India dengan kasus COVID-19 terbanyak.

Tingkat infeksi dan keparahan gejala COVID-19 akibat varian mutasi B.1618 di India masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya saat ini hanya sedikit pusat penelitian di India yang meneliti genom virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Sebutan triple mutation yang digunakan oleh banyak orang dan media massa ini juga dianggap keliru oleh para ahli karena seakan-akan menjadikan varian B.1.618 adalah turunan dari varian B.1617.

“Sampel pertama varian B.1.618 ada di West Bengal akhir Oktober 2020. Tidak ada hubungannya dengan B.1.617, kecuali untuk beberapa kesamaan strain yang juga dimiliki oleh semua varian SARS-CoV-2 pada saat ini seperti D614G,” jelas Divya Tej Sowpati, ilmuwan di Pusat Biologi Seluler dan Molekuler (CCMB), India.

Indonesia perlu waspada terhadap varian baru

varian mutasi COVID-19 B.1.617 India

Beberapa ahli menyebut varian ini bukan satu-satunya penyebab parahnya gelombang kedua pandemi COVID-19 di India, karena ada varian B.1.1.7 Inggris yang juga diketahui mendorong meningkatnya kasus di beberapa wilayah di sana.

Selain varian baru, melonjaknya kasus di India juga terjadi karena beberapa faktor lain, diantaranya lemahnya protokol kesehatan.

“Belum ada bukti kuat varian B.1.617 ini lebih menular atau resistan terhadap vaksin. Tapi, kita harus memperlakukan varian ini sebagai ancaman nyata sebelum terlambat menghentikannya. Jangan sampai kita kembali ke masa awal pandemi lagi,” tulis Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban (27/4).

Varian B.1.617 India ini telah ditemukan setidaknya di 16 negara diantaranya, di Inggris, Amerika Serikat, dan Israel. Terakhir diketahui bahwa varian ini telah masuk ke Indonesia. “Sudah ada mutasi baru yang masuk yaitu mutasi dari India. Ada dua insiden yang sudah kita lihat, dua-duanya di Jakarta,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang disiarkan Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan harus kembali dilaksanakan penuh disiplin. Selain itu, jangan lupa untuk menghindari kerumunan serta area tertutup atau ruangan dengan ventilasi buruk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Cherian S. et al. (2021) Convergent evolution of SARS-CoV-2 spike mutations, L452R, E484Q and P681R, in the second wave of COVID-19 in Maharashtra, India. bioRxiv, https://doi.org/10.1101/2021.04.22.440932, ​https://www.biorxiv.org/content/10.1101/2021.04.22.440932v1.
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal diperbarui 2 hari lalu
x