Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Vaksin Lengkap Ampuh Kurangi Risiko Long COVID, Benarkah?

Vaksin Lengkap Ampuh Kurangi Risiko Long COVID, Benarkah?

Risiko munculnya gejala sisa setelah sembuh dari COVID-19 alias long COVID masih menjadi salah satu ancaman bagi semua orang. Beberapa ahli mengklaim bahwa pemberian vaksin dapat mengurangi risiko timbulnya gejala long COVID. Apakah klaim tersebut benar adanya?

Pengaruh vaksin terhadap risiko terjadinya long COVID

Pasien COVID-19 biasanya akan dinyatakan sembuh dari infeksi virus setelah hasil tesnya negatif atau tak lagi memiliki gejala selama 10 hari terakhir. Namun, sebagian pasien melaporkan adanya gejala yang bertahan selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan setelah sembuh meski tes antigen bahkan PCR menunjukkan hasil negatif.

Gejala sisa ini disebut dengan long COVID, di mana pasien yang sudah dinyatakan negatif dari COVID-19 masih mengalami gejala jangka panjang.

Long COVID ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari kelelahan kronis, nyeri otot, sulit fokus, sesak napas, hingga batuk. Setiap orang dapat mengalami gejala dan durasi long COVID yang bervariasi.

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah apakah vaksin COVID-19 berdampak terhadap risiko Long COVID?

[embed-community-12]

Vaksinasi COVID-19 terbukti efektif mengurangi keparahan infeksi. Sebuah studi dari The Lancet Infectious Diseases mencoba mencari tahu seperti apa dampak vaksin terhadap risiko kondisi bernama resmi PASC ini (Post Accute Sequelae of COVID).

Penelitian tersebut menggunakan data pengguna sebuah aplikasi mobile di Inggris, COVID Symptom Study. Dengan aplikasi tersebut, pengguna yang pernah terkena COVID-19 dapat mencatat apa saja gejala-gejala yang dialami. Tujuannya adalah untuk membantu para peneliti menyusun riset terkait COVID-19.

Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa vaksinasi dosis lengkap menurunkan risiko COVID-19 secara drastis, di mana hanya ditemukan sekitar 0,2% yang positif terinfeksi virus. Ketika Anda telah divaksin dan kemudian terinfeksi COVID-19, maka peluang untuk mengalami gejala berat atau komplikasi menjadi jauh lebih kecil.

Orang yang sudah vaksin 2 kali memiliki peluang 31% lebih kecil untuk mengalami gejala-gejala akut COVID-19, serta risiko 73% lebih rendah untuk dirawat inap di rumah sakit. Jika sudah mendapat vaksin dosis lengkap dan masih mengalami gejala-gejala saat terinfeksi COVID-19, hanya 5% yang merasakan gejala lebih dari 4 minggu.

Penelitian lain dari Nature Medicine menunjukkan bahwa pada orang-orang yang belum divaksin, sekitar 1 dari 20 orang yang terkena COVID-19 bergejala akan terus mengalami gejala selama 8 minggu. Sementara itu, 1 dari 50 merasakan gejala selama 3 bulan atau lebih.

Ini artinya, vaksin dapat membantu menurunkan keparahan dan durasi gejala COVID-19 sekaligus risiko terjadinya long COVID. Kita tahu bahwa mereka yang bergejala berat ketika terinfeksi COVID-19 berisiko lebih besar mengalami Long COVID. Maka ketika gejala saat terinfeksi lebih ringan, risiko timbulnya gejala jangka panjang pun berkurang.

Bagaimana cara kerja vaksin mengurangi gejala long COVID?

kombinasi vaksin Covid-19

Dari beragam hasil studi seperti yang telah dicantumkan di atas, vaksin dinilai membawa pengaruh positif terhadap penyintas COVID-19 yang rentan mengalami gejala jangka panjang.

Akan tetapi, banyak ahli yang menekankan bahwa beberapa studi yang ada masih harus dikembangkan lebih lanjut, terutama untuk mengetahui secara pasti bagaimana cara kerja vaksin dalam menghilangkan gejala long COVID.

Meski banyak penyintas yang melaporkan perbaikan kondisi serta penurunan gejala long COVID setelah divaksin, hubungan antara keduanya masih belum diketahui secara jelas.

Ada yang menduga hal tersebut bisa terjadi karena reaksi sistem imun tubuh terhadap vaksin yang berpengaruh langsung terhadap risiko gejala long COVID. Namun, satu hal yang bisa dipastikan adalah vaksinasi tidak memberi dampak negatif terhadap penyintas dengan long COVID.

Kasus reinfeksi COVID-19 bukanlah hal yang baru. Ketika penyintas COVID-19 terinfeksi virus kedua kalinya, ada kemungkinan reinfeksi tersebut memicu munculnya gejala-gejala long COVID.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang dengan gejala long COVID untuk mendapatkan vaksinasi sesegera mungkin agar dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Fokus


Walau sudah ada vaksin, long COVID masih menjadi ancaman

Dari beberapa studi yang ada, bisa dikatakan peluang untuk terkena long COVID setelah vaksin akan mengecil. Namun, bukan berarti long COVID bisa diremehkan. Peluang yang kecil bukan berarti tidak akan terjadi sama sekali.

Vaksin membantu tubuh agar lebih siap melawan infeksi virus, namun upaya-upaya menjaga kesehatan dan mencegah penularan tetap harus dilakukan.

Gejala Long COVID perlu diperhatikan karena berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari meski pasien sudah dinyatakan sembuh. Long COVID tak hanya menyerang penyintas COVID-19 berusia lanjut dan memiliki komorbid, namun juga dialami penyintas berusia muda tanpa penyakit bawaan apa pun.

Hingga saat ini, belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir. Salah satu upaya terbaik yang bisa Anda lakukan agar dapat terhindar dari kemungkinan terburuk seperti long COVID adalah mendapatkan vaksin dosis lengkap secepat mungkin dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Antonelli, M., Penfold, R., Merino, J., Sudre, C., Molteni, E., & Berry, S. et al. (2021). Risk factors and disease profile of post-vaccination SARS-CoV-2 infection in UK users of the COVID Symptom Study app: a prospective, community-based, nested, case-control study. The Lancet Infectious Diseases. https://doi.org/10.1016/s1473-3099(21)00460-6

Sudre, C., Murray, B., Varsavsky, T., Graham, M., Penfold, R., & Bowyer, R. et al. (2021). Attributes and predictors of long COVID. Nature Medicine, 27(4), 626-631. https://doi.org/10.1038/s41591-021-01292-y

Post-COVID Conditions: Overview – CDC. (2021). Retrieved September 24, 2021, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/clinical-care/post-covid-conditions.html 

Steves, C. (2021). Long COVID: double vaccination halves risk of developing long-lasting symptoms – The Conversation. Retrieved September 24, 2021, from https://theconversation.com/long-covid-double-vaccination-halves-risk-of-developing-long-lasting-symptoms-165270

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.