Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Merawat Hubungan Selama Physical dan Social Distancing dengan Pasangan

Tips Merawat Hubungan Selama Physical dan Social Distancing dengan Pasangan

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sejak diterapkan selama beberapa hari terakhir, social distancing ternyata cukup efektif menghambat penyebaran COVID-19. Namun, hal ini juga menjadi mimpi buruk bagi pasangan yang terpaksa menjalin hubungan jarak jauh sementara. Dengan banyaknya hal yang dibatasi, social distancing dengan pasangan ternyata tak semudah yang dikira.

Dalam hubungan jarak jauh, memang ada saja kendala yang dapat memicu datangnya konflik. Terlebih lagi bila Anda dan pasangan terpautkan jarak dalam situasi yang tidak menentu seperti saat ini. Walau demikian, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan dengan pasangan agar physical dan social distancing tidak mengundang pertengkaran.

Tips menjaga asmara selama physical dan social distancing dengan pasangan

tips pasangan ldr

Jarangnya bertemu, kesibukan yang berbeda, hingga kendala berkomunikasi hanyalah segelintir faktor yang menjadi penyebab pasangan bertengkar ketika terpisahkan jarak. Rasa cemas dan stres akibat berita COVID-19 yang simpang siur pun bisa memperkeruh situasi ini.

Supaya hubungan Anda tidak ikut terkena dampaknya, berikut sejumlah tips menjaga hangatnya hubungan selama menjalani social distancing dengan pasangan.

1. Jangan mengkritik pasangan

Jika ini adalah kali pertama Anda berjauhan dengan pasangan, tentu sulit menentukan ritme berkomunikasi yang nyaman. Pasangan Anda mungkin menelepon ketika Anda bekerja. Atau, ia membalas pesan singkat Anda dalam waktu yang lumayan lama.

Pada situasi seperti ini, cobalah untuk tidak langsung mengkritik pasangan. Hindari mengatakan hal-hal seperti, “Kamu tidak mau berusaha,” “Kamu selalu saja lupa,” dan sejenisnya. Coba dinginkan kepala terlebih dulu, lalu sampaikan keinginan Anda.

Fokuslah pada satu perilakunya yang perlu diperbaiki, bukan pada sesuatu yang tidak ia lakukan tadi. Saat mengatakan ini, sampaikan perasaan Anda dan apa yang Anda harapkan. Ingat, hal yang sama pun berlaku bila Anda melakukan kesalahan serupa.

2. Menanamkan pada diri bahwa semua ini hanya sementara

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Communication Quarterly, pasangan jarak jauh merasa lebih puas dan tidak begitu stres ketika tahu kapan mereka bisa saling bertemu kembali. Hal serupa juga diterapkan selama social distancing dengan pasangan.

Tanamkan pada diri Anda dan pasangan bahwa masa karantina ini hanya berlangsung sementara. Setelah semuanya kembali normal, Anda berdua akan saling bertemu lagi dan menjalani hari-hari seperti dahulu.

Lantas, bagaimana jika pasangan Anda tidak bisa menanamkan hal yang sama? Coba ajak pasangan Anda bicara dari hati ke hati. Tanyakan apa yang membuatnya cemas dan ajaklah ia mencari solusi untuk mengatasi rasa cemasnya tersebut.

3. Membuat prioritas

Anda mungkin memiliki jadwal kerja, tidur, atau kegiatan lainnya yang berbeda dengan pasangan selama menjalani social distancing. Sebelum memutuskan siapa yang harus menghubungi pada pukul berapa, coba susun prioritas Anda berdua terlebih dulu.

Sebagai contoh, jika Anda berdua bekerja di rumah sejak pagi hingga sore hari, waktu terbaik untuk berkomunikasi mungkin adalah malam hari. Pilihlah momen ketika Anda berdua sama-sama sedang bersantai sehingga komunikasi menjadi lebih nyaman.

Sampaikan pula pendapat masing-masing tentang telepon yang mendadak, jadwal siapa yang lebih fleksibel, siapa yang sebaiknya menghubungi duluan, dan sebagainya. Ada banyak cara membuat komunikasi semasa karantina menjadi lebih berwarna.

4. Saling memberi ruang antara satu sama lain

Sebesar apa pun keinginan suatu pasangan untuk saling bercengkerama, akan ada momen ketika Anda ingin menikmati ‘me time‘ atau dengan teman terdekat. Ini adalah hal yang wajar, dan pasangan Anda pun berhak memiliki keinginan yang sama.

Ketika menjalani social distancing, sesekali doronglah pasangan Anda untuk mengobrol dengan teman-temannya. Gunakan aplikasi video call yang bisa memuat banyak orang sekaligus agar suasananya tidak kalah ramai dengan berkumpul secara langsung.

Anda dapat melakukan kegiatan yang sama, mencoba hobi baru, atau mengisi waktu dengan kegiatan yang Anda sukai. Setelah cukup dengan diri sendiri, obrolan dengan pasangan tentu jadi lebih bermakna karena Anda berdua saling dilanda rindu kembali.

Begini Gejala Coronavirus COVID-19 yang Perlu Anda Waspadai

5. Fokus menjadikan komunikasi lebih berkualitas

Menurut sebuah studi dalam jurnal Family Process, banyak pasangan jarak jauh justru merasa lebih puas dengan komunikasinya dibanding pasangan yang sering bertemu. Pasalnya, mereka menyadari betapa berharganya kesempatan untuk saling mengobrol.

Coba gunakan ini untuk memperkuat hubungan Anda berdua. Meski social distancing bersifat sementara, tidak ada salahnya untuk fokus membuat komunikasi menjadi lebih berkualitas.

Anda dan pasangan bisa mencoba mengobrol sebelum tidur, berdiskusi tentang hal-hal yang menarik, atau saling bercerita tentang apa Anda lakukan selama sehari di rumah. Terkadang, sesuatu yang tampaknya sepele bahkan bisa menjadi menarik.

Menjalani social distancing dengan pasangan memang tidak mudah, sebab Anda perlu membiasakan diri dengan rutinitas yang berubah. Namun, semua hal yang terasa berat selama masa karantina mungkin akan membuat Anda dan pasangan semakin dekat.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Keeping the peace with your partner during social distancing. (2020). Retrieved 26 March 2020, from https://msutoday.msu.edu/news/2020/keeping-the-peace-with-your-partner-during-social-distancing/

Kelmer, G., Rhoades, G., Stanley, S., & Markman, H. (2012). Relationship Quality, Commitment, and Stability in Long-Distance Relationships. Family Process, 52(2), 257-270. doi: 10.1111/j.1545-5300.2012.01418.x

Maguire, K. C. (2007). “Will It Ever End?”: A (Re)examination of Uncertainty in College Student Long-Distance Dating Relationships. Communication Quarterly, 55(4). doi: 10.1080/01463370701658002

10 Tips to Make a Long-Distance Relationship Work . (2020). Retrieved 26 March 2020, from https://www.psychologytoday.com/intl/blog/friendship-20/201806/10-tips-make-long-distance-relationship-work

How Social Distancing Can Make or Break Your Relationship. (2020). Retrieved 26 March 2020, from https://www.realsimple.com/work-life/family/relationships/social-distancing-relationship-challenges

Dealing with coronavirus social distancing when you have housemates – ABC Life. (2020). Retrieved 26 March 2020, from https://www.abc.net.au/life/surviving-coronavirus-social-distancing-with-housemates/12080772

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 01/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x