Cara Perawatan di Rumah Jika Mengalami Gejala Ringan COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pasien yang positif terkena COVID-19 tidak selalu menunjukkan gejala yang berat. Bahkan, kebanyakan kasus seringnya tak memunculkan gejala atau hanya berupa gejala ringan seperti batuk kering dan sakit tenggorokan. Jika Anda merupakan salah satu yang mungkin terjangkit COVID-19 dan ingin melakukan perawatan di rumah, berikut hal-hal yang harus dilakukan.

Ketahui jika kondisi Anda memungkinkan untuk dirawat di rumah

membedakan jenis batuk

Sebelum mulai melakukan perawatan, tentunya Anda harus memastikan lagi kepada dokter apakah kondisi Anda memungkinkan untuk menjalani perawatan tanpa bantuan medis di rumah sakit.

Mungkin Anda memiliki kekhawatiran bahwa penyakit akan bertambah parah dan membutuhkan pengawasan dari dokter setiap saat. Namun, COVID-19 merupakan self-limiting disease, yang artinya  penyakit ini sesungguhnya bisa sembuh dengan sendirinya jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

WHO juga menyarankan bagi pasien yang mengalami gejala ringan, rawat inap mungkin tidak diperlukan selama pihak keluarga juga bekerja sama untuk terus mengawasi perkembangan pasien.

Selain memiliki gejala ringan, Anda yang ingin menjalani perawatan di rumah juga harus memastikan bahwa tidak memiliki kondisi penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung, paru-paru, atau kondisi immunocompromising yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pasien.

Terutama pada situasi seperti sekarang, di mana rumah sakit memiliki kapasitas dan sumber daya yang terbatas sedangkan pasien terus melonjak. Dengan melakukan perawatan di rumah, Anda akan membantu menjaga ketersediaan ruang bagi pasien yang lebih membutuhkan.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

951,651

Confirmed

772,790

Recovered

27,203

Death
Distribution Map

Hal yang harus dilakukan selama perawatan COVID-19 di rumah

berkeringat saat demam

Dalam perawatan untuk penyakit COVID-19, baik pihak yang merawat maupun pasien tentunya harus mendapatkan edukasi yang memadai tentang virus dan penyebarannya serta melakukan pemantauan setiap saat. Dokter mungkin akan memberikan beberapa anjuran yang berbeda tergantung dengan keadaan pasien.

Namun, berikut adalah hal-hal dasar yang harus dilakukan.

1. Isolasi di kamar terpisah dari anggota keluarga lain

Selama menjalani perawatan COVID-19 di rumah, isolasikan diri di kamar yang berbeda. Jika memungkinkan, tinggalah di kamar yang letaknya berjauhan dari kamar lainnya. Kamar juga harus memiliki ventilasi yang baik dengan pintu atau jendela terbuka. Bila ada, gunakan juga kamar mandi yang berbeda.

2. Cuci tangan

Mencuci tangan tidak hanya wajib dilakukan oleh pihak yang merawat, tapi juga pasien sendiri. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik, terutama jika tangan sudah mulai terlihat kotor, keringkan dengan tisu sekali pakai. Gunakan juga hand sanitizer yang mengandung sedikitnya 60% alkohol.

Pilih hand wash atau sabun cuci tangan dengan kandungan aloe vera yang memiliki fungsi tambahan untuk melembutkan kulit. Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, pilih hand wash yang mengandung allergen-free fragrance. Dengan begitu, Anda bisa tetap menjaga kebersihan serta kelembutan kulit tangan sekaligus.

3. Pasien COVID-19 wajib gunakan masker

Penyakit COVID-19 dapat menular melalui tetesan air liur yang keluar saat bersin, batuk, atau berbicara. Air liur yang keluar tersebut juga bisa menempel di atas permukaan benda dan bisa saja menularkan orang yang bersentuhan dengan benda tersebut.

Oleh karena itu, pasien harus menggunakan masker setiap waktu dan ganti dengan yang baru setiap beberapa kali sehari atau sampai terasa lembab. Masker bedah sudah cukup membantu untuk mengurangi tersebarnya percikan ke luar. Pastikan masker juga sudah menutupi hidung dan mulut dengan tepat. Pemakaian masker juga harus dilakukan oleh pihak yang merawat pasien.

Ketika bersin atau batuk, tutup mulut dan hidung dengan tisu kertas, setelah itu langsung buang ke tempat sampah.

ibuprofen covid-19

4. Minum obat-obatan yang meringankan gejala

Beberapa obat yang mungkin Anda perlukan adalah obat penghilang rasa sakit, obat batuk, atau obat resep. Anda juga bisa minum obat lain yang sekiranya dapat mengurangi gejala yang dirasakan.

Bagi yang merasakan gejala COVID-19 seperti nyeri tubuh atau sakit kepala obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen mungkin akan membantu. Bila mengalami demam, Anda bisa mengatasinya dengan minum obat bebas dan menggunakan bantuan lain untuk menurunkan panas seperti kompres dingin.

Suplemen tambahan seperti vitamin C mungkin akan diperlukan untuk membantu mengembalikan daya tahan tubuh.

5. Membersihkan ruangan dan benda-benda di sekitar pasien COVID-19

Terutama pada benda-benda yang sering disentuh seperti meja, bingkai tempat tidur, atau perabotan yang lainnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, virus penyebab COVID-19 bisa bertahan di atas permukaan benda-benda, oleh karena itu bersihkanlah dan jika perlu gunakan disinfektan.

Bersihkan permukaan benda dengan sabun dan air, lalu beri disinfektan yang mengandung klorin, misalnya 0.1% natrium hipoklorit atau alkohol 60-90% setidaknya sekali sehari. Cuci juga pakaian, sepatu, sprei, dan handuk mandi pasien menggunakan sabun cuci seperti biasa, atau jika Anda menggunakan mesin cuci atur suhu air pada 60-90°C.  Pisahkan cucian kotor milik pasien dari yang lainnya.

Apa Itu Herd Immunity dan Hubungannya dengan COVID-19?

Ingatlah, meski kebanyakan kondisi bisa membaik dengan sendirinya, terkadang ada beberapa kasus di mana gejala tak kunjung menghilang. Pantau keadaan Anda dan jika hal tersebut terjadi atau malah semakin parah, segera hubungi petugas kesehatan untuk segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit