Olahraga Menggunakan Masker Saat Pandemi, Begini Menurut Pakar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh dalam menghadapi pandemi COVID-19 adalah dengan berolahraga. Namun, bagi para pecinta olahraga di luar ruangan mungkin bertanya-tanya, apakah aman olahraga dengan memakai masker?

Olahraga dengan masker aman, asalkan…

olahraga masker

Menurut laporan dari sejumlah media terdapat tiga pelajar di Tiongkok yang meninggal dunia usai olahraga saat menggunakan masker. Berita tersebut membuat masyarakat khawatir mengingat penggunaan masker diwajibkan saat bepergian ke luar, termasuk berolahraga. 

Menurut Andi Fadhilah, fisioterapis yang pernah menangani timnas sepakbola putri, olahraga dengan menggunakan masker cukup aman meskipun tidak 100 persen. Bagi orang yang sudah terbiasa berolahraga rutin mungkin tidak menjadi masalah. 

Permasalahan berolahraga dengan masker justru terletak pada mereka yang masih pemula. Dilansir dari artikel yang dimuat dalam jurnal Breathe, ada dua organ tubuh yang berperan penting ketika seseorang berolahraga, yaitu jantung dan paru. 

Paru-paru membawa oksigen ke dalam tubuh untuk menyediakan energi dan menghilangkan karbondioksida. Lalu, jantung akan memompa oksigen ke otot yang sedang dipakai saat berolahraga. 

Otot akan bekerja lebih keras saat berolahraga, menggunakan lebih banyak oksigen dan menghasilkan karbondioksida yang lebih banyak pula. Sementara itu, penggunaan masker saat olahraga justru akan menghalangi dan mengurangi jumlah udara yang masuk.

Hal ini dapat menyebabkan kapasitas oksigen di dalam tubuh berkurang dan tubuh menjadi lebih cepat lelah karena oksigen tidak menghasilkan energi yang cukup. Selain itu, fungsi paru yang berkurang mungkin membuat Anda merasa kehabisan napas dan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Anda tidak perlu khawatir karena perasaan tidak nyaman tersebut cukup normal. Namun, ketika Anda mengalami beberapa tanda di bawah ini ketika berolahraga menggunakan masker, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat. 

  • Sakit kepala ringan atau pusing
  • Sesak napas
  • Beberapa bagian tubuh merasa kebas

Ketiga tanda di atas menunjukkan bahwa tubuh mungkin kekurangan oksigen, sehingga jangan memaksakan diri untuk melanjutkan.

Maka dari itu, bagi para atlet atau mereka yang sudah terbiasa berolahraga, penggunaan masker tidak akan berdampak begitu banyak. Lain halnya dengan orang-orang yang baru memulai olahraga karena tubuhnya belum terlalu siap. 

Tips olahraga dengan menggunakan masker

Sebagai salah satu upaya mencegah penularan COVID-19, masker diperlukan agar risiko terkena droplet (cipratan air liur) yang terkontaminasi virus berkurang. Namun, olahraga pakai masker bisa menimbulkan masalah pada pernapasan, terutama pada mereka yang belum terbiasa berolahraga.

Lantas, apa yang perlu dilakukan untuk tetap berolahraga dan melindungi diri dari penularan virus dengan memakai masker?

1. Memakai masker yang tidak terlalu tebal

Olahraga dengan menggunakan masker sebenarnya cukup aman bila memakai jenis masker yang tidak terlalu tebal. Jenis masker yang tersedia di pasaran cukup banyak, mulai dari masker N95, masker bedah, hingga masker kain. 

Masker N95 dan masker bedah mungkin efektif untuk mengurangi masuknya partikel halus dan cukup disarankan dipakai demi mencegah penularan virus. Namun, varian masker seperti ini mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh. 

“Jika dibandingkan dengan kedua masker tersebut, masker kain mungkin kurang dapat menyaring partikel halus. Namun, masker kain terbilang lumayan aman digunakan saat olahraga,” tutur Andi Fadhilla. 

new normal COVID-19 oke

2. Selalu memperhatikan tanda-tanda bahaya

Selain memilih masker yang tidak terlalu tebal, olahraga dengan menggunakan masker juga dapat dilakukan bila Anda memperhatikan kondisi tubuh dengan baik. Di era teknologi yang sudah maju ini, sudah ada banyak cara yang memudahkan Anda untuk melihat tanda-tanda tubuh. 

Sebagai contoh, Anda bisa melihat detak jantung ketika berolahraga lewat aplikasi yang terpasang di ponsel. Bahkan, kini sudah tersedia alat yang membantu memonitor seberapa cepat pernapasan.

Jika Anda merasa deru pernapasan terjadi lebih dari 12 kali dalam satu menit saat berolahraga, artinya tubuh sudah mulai kekurangan oksigen. 

Dengan memperhatikan tanda-tanda, Anda mengetahui kapasitas diri sendiri sampai mana dan tidak memaksakan diri untuk tetap lanjut berolahraga. 

3. Social distancing saat berolahraga

olahraga masker

Penggunaan masker saat berolahraga, seperti lari, jogging, atau bersepeda, pun memerlukan social distancing ketika berada di luar. 

“Sebenarnya yang paling penting ketika berolahraga di tengah pandemi COVID-19 ini adalah social distancing dengan tidak berolahraga yang melibatkan banyak orang,” tambah Dhila yang kini tengah menyelesaikan gelar masternya di Thailand. 

Beberapa negara seperti Singapura memperbolehkan masyarakatnya melepas masker saat melakukan olahraga berat luar ruangan. Namun, mereka tetap harus memakainya kembali selepas berolahraga atau ketika suasana sudah mulai ramai. 

4. Mulai dari olahraga yang ringan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, orang yang sudah terbiasa berolahraga mungkin tidak berdampak cukup besar ketika melakukannya dengan menggunakan masker. Namun, kondisi ini ini tentu tidak sama dengan mereka yang baru memulai olahraga. 

Jika Anda butuh menggunakan masker saat olahraga di luar ruangan, sebaiknya mulai dengan latihan ringan terlebih dahulu. Gerakan olahraga ringan ini pun dilakukan secara bertahap. Misalnya, bagi penggemar lari mungkin dapat mulai berlari dengan jarak tempuh dekat. 

Jenis olahraga yang sesuai dengan iklim di Indonesia, terutama saat menggunakan masker pun dinilai cukup aman semua. Begini, prinsip olahraga agar tubuh menjadi sehat dan bugar. 

Maka dari itu, jenis olahraga yang dilakukan pun tidak perlu yang terlalu berat, melainkan mulai dari yang ringan hingga ringan. Hal ini bertujuan agar tubuh tidak terlalu lelah karena penggunaan masker membatasi jumlah masuknya oksigen ke tubuh. 

Tips Cegah Iritasi Akibat Pemakaian Masker Sehari-hari

Siapa yang tidak dianjurkan berolahraga menggunakan masker?

Olahraga dengan menggunakan masker dapat mengurangi oksigen yang diperlukan tubuh untuk mendapatkan energi saat beraktivitas fisik. Kondisi ini tentu bisa berdampak cukup besar pada beberapa orang, sehingga disarankan untuk lebih waspada ketika berolahraga dengan masker. 

  • Memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma
  • Baru mulai berolahraga karena tubuhnya perlu lebih banyak konsumsi oksigen
  • Lansia

Permasalahannya adalah ketika seseorang memaksakan diri untuk tetap menggunakan masker saat berolahraga justru dapat menimbulkan masalah pernapasan, seperti hipoksia. Apabila seseorang mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) dan terus memaksakan diri untuk olahraga, gagal napas sangat mungkin terjadi. 

Oleh karena itu, bagi Anda yang punya riwayat penyakit pernapasan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar Anda mengetahui kondisi tubuh sebelum memulai olahraga dengan menggunakan masker. 

Olahraga dengan menggunakan masker sebenarnya terbilang cukup aman, asalkan Anda mengetahui kondisi sendiri dan tidak memaksakan diri ketika tubuh sudah terasa tidak nyaman.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Vaksinasi COVID-19 akan diberikan pada 70% persen penduduk dalam waktu 15 bulan demi mencapai herd immunity. Tapi vaksin saja tak cukup.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

13 Olahraga yang Baik untuk Penyandang Cacat atau Disabilitas

Keterbatasan fisik bukan berarti penghalang untuk tetap aktif berolahraga. Berikut olahraga untuk penyandang cacat atau disabilitas.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Olahraga Lainnya, Kebugaran 22 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Beberapa negara menemukan kasus hewan tertular COVID-19, mulai dari harimau, cerpelai, hingga hewan pelihawaan seperti anjing dan kucing.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 2 pada kelompok lansia dan petugas layanan publik. Bagaimana pelaksanaannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kopi untuk diabetes

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
olahraga saat musim hujan

7 Tips Aman Berolahraga saat Musim Hujan yang Dingin dan Berangin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit