home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mutasi Eek, Mutasi Baru COVID-19 yang Terdapat di Berbagai Varian

Mutasi Eek, Mutasi Baru COVID-19 yang Terdapat di Berbagai Varian

Sejak kemunculannya di akhir tahun 2019, virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 telah bermutasi ke dalam beberapa varian. Mutasi-mutasi tersebut mengubah beberapa sifat virus dalam menginfeksi manusia, salah satunya virus menjadi lebih mudah menular dibanding versi aslinya. Dari berbagai mutasi yang telah teridentifikasi, mutasi E484K atau mutasi Eek disebut sebagai salah satu mutasi yang menyulitkan penyelesaian penanganan pandemi COVID-19 di berbagai negara.

Mutasi Eek diduga dapat membuat virus mampu menghindar dari perlawanan sistem kekebalan tubuh. Muatasi ini diperkirakan telah terdeteksi di Indonesia. Terdapat 10 orang kasus COVID-19 dengan varian mutasi B.1.7.7 di mana 1 orang di antaranya terinfeksi kombinasi B.1.7.7 yang membawa mutasi Eek.

Apa itu mutasi E484K? Simak ulasan berikut.

Mutasi E484K atau Eek dalam berbagai varian mutasi COVID-19

mutasi covid-19 Eek E484K

Mutasi adalah kesalahan kecil yang terjadi saat virus memperbanyak diri di dalam tubuh manusia. Kumpulan mutasi akan mengubah beberapa bagian struktur atau kode genetik virus dari wujud aslinya yang kemudian disebut sebagai varian atau bisa juga disebut garis keturunan.

Saat ini setidaknya ada tiga varian mutasi yang menjadi perhatian utama dunia yakni B.1.7.7 pertama kali ditemukan di Inggris, B.1.351 Afrika Selatan, dan P.1 (B.1.1.28) di Brasil.

Sedangkan mutasi E484K bukanlah varian baru, ini adalah set mutasi yang terjadi pada beberapa varian berbeda dan telah ditemukan pada varian B.1.351 dan varian P.1. Menyusul temuan pada dua varian tersebut, Senin (1/2/2021) Public Health England (PHE) menemukan adanya set mutasi Eek ini pada varian B.1.1.7 Inggris.

Mutasi E484K dijuluki sebagai escape mutation karena dapat menghindari antibodi saat mencegah virus menginfeksi sel tubuh.

Penelitian yang dilakukan Ravindra Gupta dan tim dari Universitas of Cambridge telah mengonfirmasi bahwa infeksi COVID-19 dari varian B.1.7.7 dengan mutasi Eek dapat meningkatkan kebutuhan serum antibodi untuk melawan dan mencegah virus menginfeksi sel-sel.

Sebelumnya telah diketahui bahwa varian B.1.7.7 lebih mudah menular ketimbang versi sebelumnya. Kombinasi mutasi Eek di dalam varian B.1.7.7 ini membuatnya lebih mengkhawatirkan.

Kekhawatiran lainnya adalah kombinasi mutasi Eek dan varian Afrika Selatan meningkatkan potensi reinfeksi penyintas COVID-19 yang sebelumnya terinfeksi dari varian asli.

Akankah vaksin efektif melawan infeksi COVID-19 dari kombinasi ini?

Mutasi COVID-19 Eek

Ada penelitian yang menunjukkan, vaksin COVID-19 saat ini masih mampu memberikan perlindungan pada varian B.1.1.7 Inggris, namun tanpa mutasi Eek.

Hasil uji klinis terbaru dari Novavax dan Johnson & Johnson menunjukkan vaksin mereka kurang efektif di Afrika Selatan dibandingkan dengan di Amerika Serikat. Para ahli menduga penurunan efikasi ini disebabkan oleh tingginya kasus COVID-19 yang membawa mutasi E484K.

Kekhawatiran bahaya mutasi E484K ini membuat para ilmuwan berpikir untuk meracik ulang vaksin COVID-19 disesuaikan agar lebih cocok pada varian baru dengan kombinasi mutasinya.

Tim Oxford AstraZeneca, misalnya, mengumumkan bahwa mereka sedang mendesain ulang vaksinnya agar lebih efektif melawan mutasi baru. Bisa dalam komposisi baru atau mungkin dengan menambah dosis misalnya vaksin ulang setiap 1 tahun sekali.

Belum mendapat vaksin? Ayo daftar vaksinasi COVID-19 untuk lansia di sini!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Public Health England. Investigation of novel SARS-CoV-2 variant: technical briefing 4. https://assets.publishing.service.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/957504/Variant_of_Concern_VOC_202012_01_Technical_Briefing_5_England.pdf.
  • Collier, D.A., De Marco, A., Ferreira, I.A.T.M. et al. Sensitivity of SARS-CoV-2 B.1.1.7 to mRNA vaccine-elicited antibodies. Nature (2021). https://doi.org/10.1038/s41586-021-03412-7
  • Ferrareze, P., Franceschi, V., de Menezes Mayer, A., Caldana, G., Zimerman, R., & Thompson, C. (2021). E484K as an innovative phylogenetic event for viral evolution: Genomic analysis of the E484K spike mutation in SARS-CoV-2 lineages from Brazil. doi: 10.1101/2021.01.27.426895
  • Department of Health and Social Care. Press release: UK to support rest of the world to find covid-19 virus variants. February 2021. www.gov.uk/government/news/uk-to-support-rest-of-the-world-to-find-covid-19-virus-variants.
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x