Mutasi Baru Virus SARS-CoV-2 Penyebab COVID-19 dari Inggris, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Virus SARS-CoV-2 bermutasi menjadi jenis yang lebih mudah menular. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, ada setidaknya 60 wilayah di Inggris yang mencatatkan adanya penularan COVID-19 dari varian baru dari mutasi virus corona ini. 

Bagaimana Inggris mengetahui mutasi baru virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 lebih mudah menular?

Mutasi covid-19 Inggris

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengumumkan, para peneliti mengidentifikasi adanya mutasi baru virus corona penyebab COVID-19. 

Varian baru ini disebut dengan nama VUI-202012/01. Jenis varian ini mengalami 14 mutasi dari versi yang sebelumnya, termasuk mutasi 7 mutasi pada bagian spike protein yakni protein yang berperan membuka pintu masuk ke dalam tubuh manusia. 

Ini dinilai sebagai perubahan yang relatif besar dibandingkan varian lain yang kini menyebar di seluruh dunia. Varian baru virus SARS-CoV-2 tersebut diduga menjadi penyebab meningkatnya kasus penularan COVID-19 di Inggris sepekan terakhir.

“Saat ini kami telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 kasus COVID-19 dengan varian mutasi ini terutama di wilayah Inggris bagian selatan,” kata Hancock dalam sebuah konferensi pers di London, Senin (14/12).

Belum diketahui sejauh mana mutasi virus ini berpengaruh terhadap infeksi pada manusia. Sifatnya yang lebih mudah menular juga masih dugaan karena kemunculan evolusi virus ini sejalan dengan peningkatan kasus penularan COVID-19 di Inggris. 

Lucy van Dorp, peneliti genom virus di University College London (UCL) dalam artikelnya di The Conversation mengatakan, sulit untuk menguraikan sebab akibat dari kasus seperti ini. Hal ini karena bisa jadi mutasi virus ini hanya kebetulan teridentifikasi di wilayah yang penularannya tinggi atau pengendaliannya buruk. 

Penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keparahan infeksi COVID-19 dari jenis ini sedang dilakukan oleh banyak ahli di berbagai negara. Mereka berbagi data profil genetika virus SARS-CoV-2 dari varian mutasi ini kepada para peneliti global. 

“Kami belum mengetahui lebih jauh mengenai mutasi ini, tapi bagaimanapun kami harus segera mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan penyebaran kasus walaupun program vaksin sudah diluncurkan,” lanjutnya. 

Hingga kini belum ada bukti apakah jenis mutasi ini bisa membuat gejala infeksi COVID-19 lebih parah atau malah lebih ringan. Para ahli masih meneliti bagaimana virus penyebab COVID-19 ini bermutasi pengaruhnya pada kasus-kasus penularan di Inggris.

Bagaimana virus bermutasi dan apa pentingnya?

Mutasi Baru COVID-19 dari Inggris, Berbahayakah?

Mutasi adalah bagian alami dari evolusi virus. Dalam kasus SARS-CoV-2, mutasi ini mungkin muncul karena kesalahan acak selama virus memperbanyak diri di dalam tubuh manusia. Salah satu pemicunya adalah protein antivirus yang berada di dalam tubuh orang yang terinfeksi atau adanya rekombinasi dua untaian genetika. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda rekombinasi dalam genetika virus penyebab COVID-19.

“Informasi genetika pada virus dapat berubah dengan cepat dan terkadang perubahan ini menguntungkan virus. Memungkinkan virus dapat lebih mudah menular dan membuatnya bisa menghindari efek vaksin atau pengobatan,” kata Jonathan Ball, Profesor Virologi Molekuler di Universitas Nottingham. 

“Tapi dalam banyak kasus, mutasi-mutasi seperti ini tidak berpengaruh sama sekali pada sifatnya dalam menginfeksi tubuh manusia,”  jelas Ball.

droplet covid-19

Mutasi virus penyebab COVID-19 yang terjadi di Inggris ini terjadi dalam kombinasi mutasi dan jumlah yang tidak biasa. Salah satu mutasi virus SARS-CoV-2 sebelumnya, yakni varia N501Y, telah terbukti meningkatkan kemampuan virus dalam mengikat ke reseptor (pintu masuk) sel manusia. 

N501Y ini pertama kali diidentifikasi di Brasil pada April 2020. Varian mutasi N501Y kemudian dikaitkan dengan varian mutasi yang meningkatkan penularan COVID-19 di Afrika Selatan. 

Malaysia juga pernah mengumumkan peningkatan kasus penularan COVID-19 di negaranya disebabkan mutasi virus SARS-CoV-2 yang dinamakan D614G. Mutasi ini diidentifikasi berpotensi mengubah perilaku virus menjadi tipe yang memiliki kemampuan infeksi lebih tinggi.

Karena alasan inilah penting untuk mempelajari setiap mutasi yang terjadi pada virus terutama yang sedang mewabah seperti COVID-19.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit