Kolesterol Tinggi dan Risiko COVID-19, Adakah Kaitannya?

    Kolesterol Tinggi dan Risiko COVID-19, Adakah Kaitannya?

    Kadar kolesterol yang tinggi adalah salah satu risiko utama penyakit jantung. Karena hal ini, timbunan lemak dapat menyumbat pembuluh darah dan bisa menimbulkan serangan jantung di kemudian hari. Kolesterol tinggi tak hanya menyebabkan penyakit jantung dan stroke, tapi juga meningkatkan risiko perburukan gejala jika terinfeksi COVID-19.

    Kaitan kolesterol tinggi dan risiko COVID-19

    Seperti yang telah banyak diketahui, seseorang lebih rentan mengalami gejala COVID-19 yang parah bila ia memiliki faktor risiko terhadap penyakit jantung seperti obesitas, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Tingginya kadar kolesterol juga membuat risiko kematian akibat COVID-19 lebih tinggi.

    Dampak yang timbul karena kolesterol tak hanya muncul ketika positif terinfeksi. Kabarnya, kadar kolesterol yang berlebih dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap penularan COVID-19.

    Penelitian terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan orang-orang dengan indeks massa tubuh (BMI) dan kolesterol tinggi berisiko lebih tinggi terhadap COVID-19. Namun, kaitan di antara keduanya belum diketahui secara pasti.

    Kendati demikian, para ilmuwan berteori bahwa kolesterol LDL dapat berkontribusi terhadap vaskulopati atau kelainan pembuluh darah pada pasien COVID-19.

    Perlu Anda ketahui, kolesterol terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL).

    Berbeda dengan HDL yang mengambil kelebihan kolesterol dan membawanya kembali ke dalam organ hati untuk didaur ulang, LDL mengangkut partikel kolesterol ke seluruh tubuh. Ini membuat kolesterol menumpuk di dinding pembuluh darah dan membuatnya jadi menyempit.

    Penumpukan plak kolesterol dalam pembuluh darah ini membuat sel endotel, lapisan yang melapisi seluruh sistem peredaran darah, lebih rentan terhadap serangan COVID-19.

    Virus COVID-19 akan menyerang sel endotel dan menyebabkan cedera, memicu reaksi peradangan yang mengarah pada koagulopati, yakni pembekuan darah luas dalam tubuh.

    Menurunkan risiko kematian akibat COVID-19 pada pasien tinggi kolesterol

    Bila Anda terlanjur tertular COVID-19 dengan kondisi kolesterol yang tinggi, kemungkinan Anda tetap harus mengonsumsi obat penurun kolesterol bersamaan dengan pengobatan untuk mengatasi virus.

    Biasanya, dokter akan memberikan obat statin untuk mengurangi kadar kolesterol darah. Obat ini bekerja dengan menghalangi enzim hati yang berperan dalam pembuatan kolesterol.

    Memang, sempat ada kekhawatiran mengenai efek samping obat, mengingat obat statin menargetkan reseptor ACE2, reseptor yang juga memungkinkan virus penyebab COVID-19 menginfeksi tubuh.

    Namun ternyata, hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dari UC San Diego menunjukkan bahwa penggunaan statin pada pasien COVID-19 dengan kolesterol tinggi dapat menurunkan risiko kematian sebanyak 32% di antara pasien rawat inap yang memiliki riwayat penyakit jantung atau hipertensi.

    Kemungkinannya, ini terjadi sebab statin memiliki efek anti-inflamasi yang berpotensi menghentikan perkembangan virus. Statin juga dapat mengurangi tingkat cedera pada pembuluh darah karena serangan virus.

    Pada pasien yang berisiko mengalami gejala berat COVID-19, terapi statin dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi penyakit jantung yang mengancam jiwa.

    Walau begitu, beberapa obat statin dapat menyebabkan efek samping parah seperti nyeri otot dan kerusakan hati. Terapi pengobatan mungkin harus dihentikan bila Anda mengalami efek samping tersebut.

    Amankah vaksin untuk orang-orang berkolesterol tinggi?

    Vaksin COVID-19 dapat melindungi Anda dari risiko tertular dan menularkan penyakit. Dengan mendapatkan vaksin, Anda juga bisa membantu melindungi orang lain yang lebih rentan terhadap infeksi.

    Maka dari itu, vaksinasi adalah langkah pencegahan yang sangat penting bagi orang-orang dari segala usia, terutama bila Anda memiliki kondisi medis tertentu yang membuat Anda berisiko lebih tinggi tertular penyakitnya.

    Pemberian vaksin aman untuk orang-orang yang tinggi kolesterol, selama Anda tidak memiliki alergi terhadap salah satu bahan yang terkandung dalam vaksin COVID-19. Untuk memastikannya, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter terkait sebelum menjalani vaksinasi.

    Menurunkan kolesterol yang tinggi juga penting dilakukan

    Tak hanya mendapatkan vaksinasi, Anda juga sebaiknya senantiasa menjaga kadar kolesterol agar tetap berada pada angka yang normal.

    Pada orang-orang dewasa di atas 20 tahun, kadar kolesterol LDL dapat dikatakan normal bila jumlahnya tidak melebihi 100mg/dL. Sedangkan kadar trigliserida yang normal adalah di bawah 150 mg/dL.

    Lagi-lagi, kolesterol yang tinggi dapat membuat Anda lebih rentan terhadap berbagai penyakit kronis. Sebelum penyakitnya terjadi, cegah dengan lakukan langkah-langkah berikut.

    1. Makan makanan sehat

    Konsumsilah makanan sehat yang dapat membantu mengurangi kolesterol tinggi dan meningkatkan kesehatan jantung Anda. Misalnya makanan yang kaya asam lemak omega-3 dan serat larut.

    Kurangi konsumsi makanan yang tinggi akan kandungan lemak jenuh seperti daging merah dan produk susu penuh lemak serta makanan yang banyak mengandung lemak trans.

    2. Rutin berolahraga dan beraktivitas fisik

    Aktivitas fisik berintensitas sedang dapat membantu meningkatkan kolesterol high-density lipoprotein (HDL) yang baik untuk tubuh.

    Lakukan olahraga setidaknya selama 30 menit sebanyak tiga sampai lima kali seminggu. Anda juga bisa berkonsultasi kepada dokter mengenai durasi dan jadwal olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda.

    3. Berhenti merokok

    Merokok dapat membuat kolesterol LDL menjadi lebih lengket, sehingga lebih mudah menempel pada dinding arteri jantung dan menyebabkan penyumbatan.

    Oleh karena itu, mulailah menghentikan kebiasaan merokok dari sekarang. Dalam jangka panjang, langkah ini dapat menghindari Anda dari risiko penyakit jantung.

    4. Menjaga berat badan

    Meski tubuh Anda berada pada berat yang normal, kolesterol tinggi tetap dapat menghantui Anda. Namun, hal ini lebih mungkin terjadi pada orang-orang yang kelebihan berat badan.

    Berat badan berlebih dan obesitas dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh. Jadi, usahakan berat badan Anda tetap ideal, ya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber
    Aung, N., Khanji, M. Y., Munroe, P. B., & Petersen, S. E. (2020). Causal Inference for Genetic Obesity, Cardiometabolic Profile and COVID-19 Susceptibility: A Mendelian Randomization Study. Frontiers in genetics, 11, 586308. Retrieved 4 January 2022.

    Cao, X., Yin, R., Albrecht, H., Fan, D., & Tan, W. (2020). Cholesterol: A new game player accelerating vasculopathy caused by SARS-CoV-2?. American journal of physiology. Endocrinology and metabolism, 319(1), E197–E202. Retrieved 4 January 2022.

    Common Meidcation Used to Reduce Cholesterol Levels May Reduce COVID-19 Severity. (2021). UC San Diego Health. Retrieved 4 January 2022, from https://health.ucsd.edu/news/releases/Pages/2021-07-15-common-medication-used-to-reduce-cholesterol-levels-may-reduce-covid-19-severity.aspx

    Top 5 Lifestyle Changes to Improve Your Cholesterol. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 4 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/reduce-cholesterol/art-20045935

    Cholesterol Levels: What You Need to Know. (n.d.). MedlinePlus. Retrieved 4 January 2022, from https://medlineplus.gov/cholesterollevelswhatyouneedtoknow.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Jan 13
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.