Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Infeksi Nosokomial

Infeksi Nosokomial

Infeksi menjadi salah satu penyebab berbagai penyakit karena menimbulkan peradangan maupun luka, yang nantinya bisa merusak fungsi jaringan maupun organ. Masalah kesehatan ini bisa terjadi di mana saja, tapi paling umum di rumah, dan dikenal dengan sebutan infeksi nosokomial. Ingin tahu seperti apa gejala, penyebab, dan penanganannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Definisi infeksi nosokomial

Apa itu infeksi nosokomial?

Infeksi nosokomial adalah jenis infeksi yang menyebar di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Dalam dunia medis, kondisi ini juga disebut sebagai health-care associated infection (HAI) atau hospital-acquired infections.

Suatu infeksi dapat digolongkan sebagai HAI apabila penularannya terjadi di rumah sakit. Gejalanya pun baru muncul ketika pasien sudah keluar dari rumah sakit. Selain itu, para pekerja di rumah sakit juga sangat mungkin terinfeksi.

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit atau jamur. Banyak faktor yang dapat memicu seseorang terinfeksi di rumah sakit. Beberapa di antaranya, seperti rendahnya kekebalan tubuh, penggunaan teknologi dan prosedur medis yang meningkatkan risiko infeksi, dan penyebaran bakteri yang kebal obat di antara orang-orang di rumah sakit.

Beberapa jenis infeksi nosokomial di rumah sakit yang paling umum ditemukan adalah:

Seberapa umum infeksi nosokomial?

Menurut data dari World Health Organization, rata-rata 8,7% pasien yang dirawat di rumah sakit mengidap infeksi nosokomial. Artinya, terdapat sekitar 1,4 juta orang di dunia yang mendapatkan infeksi dari rumah sakit.

Pekerja kesehatan yang langsung menangani pasien terinfeksi seperti dokter dan perawat juga berisiko tinggi mengalami penyakit ini. Sementara itu, sebuah studi dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine menunjukkan bahwa terdapat sekitar 7% kasus infeksi rumah sakit di negara maju dan 10% di negara berkembang.

Infeksi nosokomial adalah salah satu kondisi medis yang menjadi penyebab terbanyak kematian di dunia. Namun, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kesehatan, kini kasus hospital acquired infection dapat diatasi dan dicegah dengan baik.

Tanda-tanda dan gejala infeksi nosokomial

Wanita demam

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang mungkin menunjukkan berbagai gejala, tergantung pada jenis infeksi yang menyerang dan penyebab utamanya.

Namun, biasanya infeksi dari rumah sakit memiliki tanda-tanda dan gejala umum, seperti:

  • Demam.
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya (aritmia).
  • Napas lebih cepat dan pendek (tachypnea).
  • Iritasi atau ruam pada kulit.
  • Rasa tidak nyaman dan nyeri secara menyeluruh.
  • Mengeluarkan cairan, misalnya nanah.
  • Area infeksi membengkak.

Berdasarkan jenis infeksinya, berikut ini adalah beberapa gejala infeksi nosokomial yang mungkin muncul:

1. Infeksi aliran darah

Infeksi rumah sakit yang berkaitan dengan infeksi aliran darah menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut.

  • Demam.
  • Tubuh menggigil.
  • Suhu tubuh sangat rendah.
  • Buang air kecil lebih jarang dari biasanya.
  • Denyut nadi lebih cepat.
  • Napas lebih cepat.
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.

2. Pneumonia

Apabila infeksi nosokomial berhubungan dengan pneumonia, tanda-tanda dan gejala yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut.

  • Demam.
  • Batuk yang disertai dahak.
  • Wheezing (mengi, suara tersengal-sengal).
  • Suara bergemeretak saat bernapas.
  • Berkeringat berlebih.
  • Napas lebih pendek dan cepat.
  • Rasa sakit yang menusuk di dada saat bernapas atau batuk.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Tubuh lemas.
  • Mual dan muntah.
  • Kebingungan, terutama pada pasien berusia lanjut.

3. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih juga dapat dikaitkan dengan terjadinya infeksi di rumah sakit. Gejala infeksi saluran kemih, meliputi:

  • Ingin buang air kecil terus-menerus
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Sering kencing, tetapi jumlah urine sedikit
  • Urine terlihat berbusa
  • Urine berwarna merah, merah muda, atau coklat seperti cola
  • Urine berbau
  • Rasa nyeri di panggul pada perempuan

4. Infeksi luka operasi

Jika infeksi nosokomial yang diderita berhubungan dengan luka operasi, tanda-tanda dan gejala yang akan muncul umumnya seperti berikut ini.

  • Muncul cairan atau nanah dari luka.
  • Luka berbau tidak sedap.
  • Demam.
  • Tubuh menggigil.
  • Luka terasa hangat saat disentuh.
  • Kemerahan pada area sekitar luka.
  • Sakit dan nyeri saat disentuh.

Anda dapat dikatakan mengalami infeksi nosokomial jika Anda dirujuk ke rumah sakit dan terinfeksi penyakit yang sebelumnya tidak pernah Anda miliki. Infeksi biasanya muncul sampai:

  • Sekitar 48 jam setelah masuk rumah sakit.
  • Tiga hari setelah keluar rumah sakit.
  • Kira-kira 30 hari setelah operasi.
  • Dalam fasilitas pelayanan kesehatan ketika pasien dirujuk karena alasan selain infeksi.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala hospital acquired infection seperti di atas, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik. Terkadang, ada tanda-tanda atau gejala lainnya yang mungkin tidak tercantum di atas.

Apabila Anda merasa cemas akan suatu gejala atau merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya, segera konsultasikan ke dokter.

Penyebab infeksi nosokomial

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang disebabkan oleh penyebaran virus, bakteri, atau jamur di seluruh tubuh pasien. Penularan ini bisa terjadi akibat prosedur medis, kontak antarpasien, atau karena memasukkan alat medis ke dalam tubuh.

Kebanyakan pasien di rumah sakit memiliki sistem imun yang cenderung lemah, maka itu infeksi rentan terjadi. Tipe paling umum adalah infeksi aliran darah, pneumonia (contoh: pneumonia yang terkait dengan ventilator), infeksi saluran kemih, dan infeksi tempat operasi.

Berikut adalah tiga kuman penyebab penyakit (patogen) yang paling sering menyebabkan infeksi nosokomial:

1. Bakteri

Bakteri adalah patogen utama yang paling banyak ditemukan pada kasus infeksi nosokomial. Beberapa bakteri terdapat secara alami di dalam tubuh pasien, kemudian infeksi terjadi karena kekebalan tubuh pasien menurun.

Jenis bakteri Acinetobacter adalah yang paling sering ditemukan pada infeksi di ruang ICU. Selain itu, terdapat juga Bacteroides fragilis, yang biasa ditemukan di infeksi saluran usus atau usus besar. Bakteri-bakteri seperti Enterobacteriaceae, S. aureus, dan C. difficile juga ditemukan pada infeksi bakteri di rumah sakit.

2. Virus

Selain bakteri, virus juga termasuk penyebab utama infeksi nosokomial. Sebanyak 5% kasus infeksi rumah sakit disebabkan oleh virus. Penularannya dapat melalui pernapasan, kontak tangan, mulut, dan kotoran.

Salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh virus adalah hepatitis. Hepatitis biasanya ditularkan melalui jarum suntik yang tidak steril. Selain itu, virus seperti influenza, HIV, rotavirus, dan virus herpes-simplex juga ditemukan pada infeksi rumah sakit.

3. Parasit jamur

Orang yang mengalami gangguan sistem imun tubuh juga rentan terkena infeksi oleh parasit jamur di rumah sakit. Jenis parasit jamur yang paling sering ditemukan adalah Aspergillus sp., Candida albicans, dan Cyptococcus neoformans.

Jenis infeksi nosokomial

Sementara, jika dilihat berdasarkan jenis infeksinya, berikut ini adalah beberapa penyebab infeksi yang penularannya terjadi di rumah sakit:

1. Infeksi aliran darah

Central line-associated bloodstream infection atau infeksi aliran darah merupakan jenis infeksi nosokomial yang paling berbahaya, dengan tingkat kematian sebesar 12-25%.

Infeksi aliran darah ini biasanya disebabkan oleh penggunaan alat yang dimasukkan ke dalam tubuh, seperti kateter atau alat intravaskular. Bakteri yang mungkin dapat memicu infeksi ini adalah Staphylococcus, Enterococcus, dan berbagai jenis jamur Candida.

2. Infeksi saluran kemih

Infeksi ini merupakan jenis nosokomial yang paling banyak ditemukan. Sebanyak 12% kasus infeksi nosokomial berhubungan dengan kondisi ini. Infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh mikroflora yang ada di dalam tubuh pasien.

Pasien yang memiliki kateter urine di dalam tubuhnya rentan terkena kondisi ini. Kateter berpotensi menghambat aliran urine, sehingga terjadi infeksi pada kandung kemih. Bakteri yang sering ditemukan adalah E. coli, C. albican, dan P. aeruginosa.

3. Pneumonia

Penyakit lain yang berkaitan dengan infeksi nosokomial adalah pneumonia. Kondisi ini biasanya ditemukan pada 9-27% pasien yang menggunakan alat bantu ventilator di ruang ICU.

Mikroorganisme biasanya menyerang perut, saluran pernapasan, dan bronkitis, sehingga terjadi infeksi pada paru-paru. Patogen yang umumnya ditemukan pada infeksi jenis pneumonia adalah P. aeruginosa, S. aureus, dan Haemophilus influenzae.

4. Infeksi luka operasi

Kondisi ini juga sering terjadi pada pasien yang menjalani prosedur operasi di rumah sakit. Infeksi dapat ditularkan secara eksogen (melalui udara, peralatan medis, dan staf medis) atau secara endogen (dari flora yang ada di dalam tubuh).

Faktor lain yang mungkin dapat menyebabkan infeksi selama prosedur bedah adalah teknik bedah, kebersihan peralatan medis, dan kondisi sistem imunitas pasien. Tiga jenis patogen yang paling banyak ditemukan pada penderita infeksi luka operasi adalah P. aeruginosa, S. aureus, dan Staphylococcus jenis koagulasi negatif.

Faktor-faktor risiko infeksi nosokomial

obat penghilang nyeri pasca operasi caesar

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang mungkin dapat menyerang siapa saja yang sedang menjalani perawatan atau sehabis mengunjungi rumah sakit. Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena infeksi ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko Anda dapat terserang infeksi di lingkungan rumah sakit.

  • Usia. Penyakit ini umumnya menyerang pasien di atas 70 tahun, walaupun dalam beberapa kasus infeksi ini juga ditemukan pada pasien yang lebih muda.
  • Sistem kekebalan tubuh. Tubuh pasien yang memiliki sistem imun tubuh bermasalah lebih rentan terkena infeksi di dalam lingkungan rumah sakit.
  • Penyakit yang diderita. Pasien dengan penyakit yang memengaruhi sistem imun, seperti leukemia, tumor, diabetes melitus, dan AIDS memiliki risiko tinggi terkena infeksi di rumah sakit.
  • Berada di ICU cukup lama. Pasien rumah sakit yang tinggal lebih lama dari pasien biasa, seperti pasien ICU, akan lebih mudah terkena infeksi di rumah sakit.
  • Fasilitas medis yang kurang memadaiPusat layanan kesehatan dengan fasilitas yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko pasien terkena infeksi, seperti teknik menyuntik yang salah, embuangan sampah rumah sakit tidak dikelola dengan baik, atau peralatan medis yang kurang steril
  • Penggunaan antibiotik. Konsumsi antibiotik yang terlalu banyak, tidak sesuai dengan resep dokter, atau berhenti sebelum habis dapat menyebabkan tubuh menjadi resisten terhadap antibiotik. Hal ini mengakibatkan infeksi di rumah sakit lebih mudah terjadi.

Diagnosis dan pengobatan infeksi nosokomial

Dokter mendiagnosis bronkiektasis

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Untuk mendiagnosis infeksi nosokomial, dokter biasanya akan menanyakan apa saja tanda-tanda dan gejala yang dialami, serta kapan terakhir kali pasien berada di rumah sakit atau pusat pelayanan medis.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat mendiagnosis infeksi nosokomial dengan melihat tempat infeksi melalui tanda-tanda yang kasat mata. Dalam kasus lain, pemeriksaan tes urine dan darah, atau bahkan tes pencitraan biasanya dibutuhkan.

1. Tes darah

Apabila dokter mencurigai adanya infeksi, biasanya tes darah perlu dilakukan. Dokter akan melakukan tes kultur darah untuk mengetahui adanya infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun jamur. Tes ini biasanya bertujuan untuk mendiagnosis infeksi nosokomial yang menyerang aliran darah.

2. Tes urine

Jika dokter menduga jenis dari infeksi nosokomial adalah infeksi salurah kemih, dokter akan mengambil sampel urine Anda dan memeriksanya di laboratorium.

3. Tes pencitraan

Terkadang, dokter juga akan melakukan tes, seperti x-ray, CT scan, dan MRI, untuk mendeteksi adanya infeksi di dalam tubuh.

Apa saja pilihan pengobatan infeksi nosokomial?

obat antibiotik untuk diare

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang terdiri dari berbagai jenis dan penyebab. Maka dari itu, pengobatan yang akan direkomendasikan oleh dokter pun berbeda-beda pada setiap pasien tergantung apa yang menyebabkannya.

Dalam sebagian besar kasus, antibiotik akan berguna untuk melawan infeksi. Namun, untuk kasus infeksi yang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, dokter akan meresepkan antibiotik yang dapat melawan hampir semua jenis bakteri, seperti pseudomona.

Dokter juga mungkin akan memberikan terapi antijamur sebagai tambahan dari pengobatan antibiotik, seperti

Selain itu, untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus, dokter mungkin akan memberikan terapi antivirus, seperti acyclovir dan ganciclovir.

Jika infeksi nosokomial terjadi di kateter atau selang lainnya yang terpasang di dalam tubuh, dokter akan mencabut selang secepatnya. Meskipun infeksi nosokomial sering dianggap dapat terobati, beberapa bisa mematikan atau kebal terhadap obat-obatan. Fasilitas pelayanan kesehatan wajib memeriksa kondisi Anda secara teratur selama Anda menginap di rumah sakit.

Pengobatan infeksi nosokomial di rumah

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi infeksi nosokomial:

  • Menjaga kebersihan saat tinggal di rumah sakit. Sekitar 40 persen infeksi nosokomial disebabkan oleh kebersihan tangan yang buruk menurut sebuah laporan WHO.
  • Mensterilkan peralatan medis dengan hati-hati antara setiap penggunaan. Penyedia layanan kesehatan juga wajib mengikuti prosedur yang tepat.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Khan, H. A., Baig, F. K., & Mehboob, R. (2017). Nosocomial infections: Epidemiology, prevention, control and surveillance. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 7(5), 478-482.https://doi.org/10.1016/j.apjtb.2017.01.019

WHO. (2020). Prevention of Hospital-Acquired Infection. Retrieved October 13, 2021, from https://www.who.int/csr/resources/publications/drugresist/en/whocdscsreph200212.pdf?ua=1

U.S. National Library of Medicine. (2020). Surgical wound infection – treatment: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved October 13, 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/007645.htm

Urinary tract infection (UTI). (2021, April 23). Retrieved October 13, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447

Sikora A, Zahra F. Nosocomial Infections. [Updated 2021 Aug 10]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559312/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. Diperbarui 2 hari lalu