backup og meta

Omega 3 dan 6 untuk Anak: Bisa Didapat dari Mana Saja?

Omega 3 dan 6 untuk anak termasuk zat gizi penting yang perlu diperoleh dari makanan dan minuman sehari-hari. Keduanya termasuk asam lemak esensial, karena dibutuhkan oleh tubuh, namun tidak memiliki kemampuan untuk memproduksinya sendiri dalam jumlah yang cukup.

Omega 3 dan 6 untuk Anak: Bisa Didapat dari Mana Saja?

Omega 3 terdiri dari beberapa jenis, termasuk ALA, EPA, dan DHA. ALA umumnya ditemukan pada sumber nabati seperti biji-bijian, kacang-kacangan dan minyak nabati tertentu. Sementara itu, EPA dan DHA banyak ditemukan pada ikan berlemak, seafood (udang, kepiting, kerang, cumi-cumi), telur omega 3, dan beberapa produk pangan yang diperkaya.

Omega 6 dalam bentuk asam linoleat, dapat ditemukan pada minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, dan beberapa makanan sehari-hari.

Pada anak, Omega 3 dan 6 dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi selama masa tumbuh kembang, termasuk mendukung fungsi tubuh dan perkembangan otak sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Selain dari makanan, orang tua juga dapat mempertimbangkan minuman bernutrisi seperti Frisian Flag UHT Nutribrain Omega. Susu UHT ini mengandung Omega 3 & 6 dan dapat menjadi bagian dari asupan harian anak mulai dari usia 2 tahun, dengan tetap diimbangi makanan dan minuman bergizi lainnya.

Apa itu Omega 3 dan Omega 6?

Omega 3 dan Omega 6 adalah jenis asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acids. Keduanya disebut asam lemak esensial karena tubuh membutuhkannya, tetapi tidak dapat memproduksinya sendiri dalam jumlah yang cukup.

Artinya, anak perlu mendapatkan Omega 3 dan Omega 6 dari makanan atau minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Omega 3 terdiri dari beberapa jenis, termasuk ALA, EPA, dan DHA. ALA umumnya ditemukan pada sumber nabati seperti biji-bijian dan minyak nabati tertentu. Sementara itu, EPA dan DHA banyak ditemukan pada ikan berlemak dan beberapa produk pangan yang diperkaya.

Omega 6 juga terdiri dari beberapa jenis, salah satunya asam linoleat. Zat gizi ini dapat ditemukan pada minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, dan beberapa makanan sehari-hari.

Keduanya sama-sama penting, tetapi tetap perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Mengapa Omega 3 dan 6 penting untuk anak?

Mulai dari usia 2 tahun, anak sedang berada dalam masa tumbuh kembang yang aktif. Pada fase ini, anak belajar banyak hal, mulai dari berbicara, membaca, menulis, berhitung, bermain, bersosialisasi, hingga memahami lingkungan sekitar.

Agar proses tersebut berjalan dengan baik, anak membutuhkan asupan gizi yang lengkap. Tidak hanya karbohidrat dan protein, anak juga membutuhkan lemak sehat, vitamin, mineral, dan cairan yang cukup.

Omega 3 dan Omega 6 termasuk bagian dari lemak sehat yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi anak. Keduanya berperan dalam fungsi sel, pertumbuhan, serta menjadi bagian dari struktur tubuh.

DHA, salah satu jenis Omega 3, juga banyak dikaitkan dengan perkembangan dan fungsi otak. Meski begitu, penting dipahami bahwa Omega 3 dan 6 tidak secara langsung membuat anak menjadi lebih pintar. Kecerdasan, fokus, dan kecermatan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola tidur, stimulasi kognitif, aktivitas fisik, pola asuh, lingkungan belajar, dan status gizi secara keseluruhan.

Jadi, Omega 3 dan 6 untuk anak sebaiknya dipahami sebagai bagian dari dukungan nutrisi harian, bukan sebagai satu-satunya penentu kemampuan belajar anak.

Sumber Omega 3 dan 6 untuk anak

Omega 3 dan 6 dapat diperoleh dari berbagai makanan dan minuman. Agar kebutuhan gizi anak lebih lengkap, orang tua sebaiknya memberikan variasi sumber makanan, bukan hanya mengandalkan satu jenis asupan.

Berikut beberapa sumber Omega 3 dan 6 untuk anak yang bisa dipertimbangkan.

1. Ikan

Ikan merupakan salah satu sumber Omega 3 yang dikenal baik. Beberapa jenis ikan, terutama ikan berlemak, dapat mengandung EPA dan DHA.

Orang tua dapat mengenalkan ikan dalam menu harian anak, misalnya ikan kembung, sarden, salmon, tuna, atau jenis ikan lain yang mudah didapat dan sesuai dengan kebiasaan keluarga.

Agar anak lebih mudah menerimanya, ikan bisa diolah menjadi menu yang sederhana, seperti ikan kukus, sup ikan, pepes, ikan panggang, atau lauk ikan tanpa terlalu banyak minyak.

Pastikan juga ikan dimasak sampai matang dan durinya dibersihkan dengan baik, terutama untuk anak yang masih kecil.

2. Telur

Telur merupakan makanan yang praktis dan mudah diolah. Selain mengandung protein, telur juga dapat menyumbang lemak, vitamin, mineral, dan pada beberapa jenis telur tertentu dapat mengandung Omega 3.

Telur bisa menjadi pilihan lauk untuk sarapan, makan siang, atau makan malam. Misalnya, telur dadar dengan sayur, telur rebus, telur orak-arik, atau campuran dalam sup.

Namun, tetap berikan variasi lauk agar anak tidak hanya mendapatkan protein dari satu sumber saja.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dapat menjadi sumber lemak sehat, protein nabati, serat, vitamin, dan mineral. Beberapa jenis kacang juga dapat menyumbang asam lemak tak jenuh, termasuk Omega 3 atau Omega 6 dalam jumlah tertentu.

Contohnya, kacang kedelai, kacang tanah, kacang kenari, almond, dan jenis kacang lain sesuai ketersediaan serta toleransi anak.

Untuk anak yang masih kecil, pemberian kacang utuh perlu hati-hati karena berisiko tersedak. Orang tua dapat memilih bentuk yang lebih aman, seperti kacang yang dihaluskan, selai kacang tanpa tambahan gula berlebih, atau olahan kacang yang sesuai usia.

Jika anak memiliki riwayat alergi kacang, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

4. Biji-bijian

Beberapa biji-bijian juga dapat menjadi sumber asam lemak esensial. Misalnya, chia seed, flaxseed, biji bunga matahari, dan biji labu.

Biji-bijian dapat ditambahkan dalam makanan tertentu, seperti oatmeal, yogurt, smoothie, atau roti. Namun, sesuaikan tekstur dengan usia anak agar lebih mudah dikunyah dan ditelan.

Untuk anak yang belum terbiasa, berikan dalam jumlah kecil terlebih dahulu dan perhatikan apakah ada keluhan pencernaan atau reaksi alergi.

5. Minyak nabati

Omega 6 banyak ditemukan dalam beberapa minyak nabati, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak bunga matahari, dan minyak kanola. Beberapa minyak nabati juga dapat mengandung ALA, salah satu jenis Omega 3.

Meski minyak nabati dapat menjadi sumber asam lemak esensial, penggunaannya tetap perlu secukupnya. Cara pengolahan juga penting. Hindari kebiasaan menggoreng berulang dengan minyak yang sama karena dapat menurunkan kualitas makanan.

Akan lebih baik bila orang tua menggunakan minyak dalam jumlah wajar dan tetap mengutamakan variasi makanan bergizi.

6. Tahu dan tempe

Tahu dan tempe berasal dari kedelai dan dapat menjadi sumber protein nabati yang baik untuk anak. Selain protein, kedelai juga mengandung lemak tak jenuh yang dapat membantu melengkapi asupan gizi.

Tahu dan tempe mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, dan bisa diolah menjadi berbagai menu anak. Misalnya, tempe bacem, tahu kukus, tumis tahu sayur, sup tahu, atau tempe panggang.

Agar lebih seimbang, padukan tahu atau tempe dengan sumber karbohidrat, sayur, buah, dan lauk lain sesuai kebutuhan anak.

7. Sayur dan buah tertentu

Sayur dan buah bukan sumber utama Omega 3 dan 6, tetapi tetap penting dalam pola makan anak. Keduanya menyumbang serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Sayur dan buah membantu membuat pola makan anak lebih seimbang. Selain itu, kebiasaan makan sayur dan buah sejak kecil dapat membantu anak mengenal variasi rasa dan tekstur makanan.

Orang tua dapat menyajikan buah sebagai camilan, menambahkan sayur dalam sup, omelet, nasi goreng, atau menu lain yang disukai anak.

8. Susu atau minuman bernutrisi yang mengandung Omega 3 & 6

Selain dari makanan, Omega 3 dan 6 untuk anak juga dapat diperoleh dari produk pangan atau minuman bernutrisi yang mengandung zat gizi tersebut.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Frisian Flag UHT Nutribrain Omega. Susu UHT ini mengandung Omega 3 & 6 yang dapat membantu melengkapi asupan nutrisi anak.

Frisian Flag UHT Nutribrain Omega juga praktis dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas harian anak, misalnya sebagai pelengkap sarapan, bagian dari bekal sekolah, atau minuman di sela aktivitas.

Namun, susu tetap perlu diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Anak tetap membutuhkan makanan bergizi dari berbagai sumber, seperti makanan pokok, lauk berprotein, sayur, buah, dan sumber lemak sehat lainnya.

Bagaimana cara mencukupi Omega 3 dan 6 untuk anak sehari-hari?

Orang tua tidak perlu terpaku pada satu jenis makanan. Cara terbaik untuk mencukupi Omega 3 dan 6 untuk anak adalah dengan memberikan variasi makanan dan minuman bernutrisi secara konsisten.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Variasikan sumber protein

Jangan hanya memberikan satu jenis lauk setiap hari. Orang tua dapat mengganti-ganti sumber protein, seperti ikan, telur, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Dengan variasi ini, anak tidak hanya mendapatkan protein, tetapi juga zat gizi lain seperti zat besi, zinc, vitamin B, lemak sehat, dan mineral.

2. Sajikan ikan secara rutin

Bila memungkinkan, sajikan ikan beberapa kali dalam seminggu. Pilih jenis ikan yang mudah didapat, sesuai budget keluarga, dan disukai anak.

Jika anak belum suka ikan, coba mulai dari porsi kecil. Orang tua juga dapat mengolah ikan menjadi bentuk yang lebih mudah diterima, seperti perkedel ikan, sup ikan, atau ikan suwir tanpa duri.

3. Tambahkan sumber lemak sehat dalam porsi wajar

Lemak sehat dapat diperoleh dari ikan, telur, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati yang digunakan secukupnya.

Namun, tetap perhatikan cara memasak. Menggoreng terlalu sering atau menggunakan minyak secara berlebihan dapat membuat pola makan anak menjadi kurang seimbang.

4. Lengkapi dengan susu yang sesuai usia

Susu dapat membantu melengkapi asupan harian anak, terutama bila mengandung zat gizi yang mendukung tumbuh kembang.

Untuk anak, mulai usia 2 tahun, Frisian Flag UHT Nutribrain Omega dapat menjadi pilihan karena mengandung Omega 3 & 6. Produk ini dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang dan tetap perlu diimbangi dengan makanan serta minuman bergizi lainnya.

5. Baca label produk sebelum membeli

Saat memilih makanan atau minuman kemasan untuk anak, biasakan membaca label. Perhatikan kandungan gizi, takaran saji, komposisi, dan kesesuaian usia.

Jika orang tua ingin memilih produk yang mengandung Omega 3 dan 6, cek informasi tersebut pada kemasan. Membaca label membantu orang tua lebih cermat dalam menentukan pilihan nutrisi untuk anak.

Apakah anak perlu suplemen Omega 3 dan 6?

Tidak semua anak membutuhkan suplemen Omega 3 atau Omega 6. Bila anak sudah mendapatkan makanan yang bervariasi dan mengonsumsi sumber lemak sehat dengan cukup, kebutuhannya dapat dibantu dari makanan dan minuman harian.

Suplemen sebaiknya tidak diberikan sembarangan. Orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter bila ingin memberikan suplemen, terutama jika anak memiliki alergi, sedang mengonsumsi obat tertentu, memiliki gangguan perdarahan, atau kondisi medis lainnya.

Dalam banyak kasus, pendekatan makanan sehari-hari tetap menjadi langkah utama. Suplemen hanya dipertimbangkan bila ada kebutuhan khusus dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Tips agar anak mau mengonsumsi sumber Omega 3 dan 6

Tidak semua anak langsung mau makan ikan, kacang, atau biji-bijian. Beberapa anak membutuhkan waktu untuk menerima rasa dan tekstur baru.

Berikut beberapa tips yang bisa dicoba orang tua.

1. Mulai dari porsi kecil

Saat mengenalkan makanan baru, berikan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Jangan langsung memaksa anak menghabiskan banyak.

Paparan berulang dapat membantu anak lebih familiar dengan rasa dan tekstur makanan tersebut.

2. Campurkan dengan makanan yang sudah disukai

Jika anak belum suka ikan, orang tua dapat mencampurkannya dalam menu yang sudah disukai, seperti nasi tim, sup, perkedel, atau omelet.

Untuk biji-bijian, orang tua bisa menambahkannya sedikit pada oatmeal, roti, atau yogurt sesuai usia anak.

3. Libatkan anak dalam memilih menu

Anak bisa lebih tertarik makan bila dilibatkan dalam proses sederhana, seperti memilih lauk ikan, membantu mencuci sayur, atau menentukan buah untuk bekal.

Keterlibatan ini dapat membantu anak merasa lebih dekat dengan makanan yang akan dikonsumsi.

4. Buat jadwal makan yang teratur

Jadwal makan yang terlalu berantakan dapat membuat anak sering kenyang sebelum waktu makan utama atau justru terlalu lapar sehingga rewel.

Buat pola makan yang lebih teratur, misalnya makan utama tiga kali sehari dan camilan sehat satu sampai dua kali, disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

5. Berikan contoh dari orang tua

Anak belajar dari kebiasaan keluarga. Bila orang tua terbiasa makan ikan, sayur, buah, dan sumber makanan bergizi lain, anak lebih mudah meniru kebiasaan tersebut.

Makan bersama keluarga juga dapat menjadi momen untuk mengenalkan pilihan makanan yang lebih bervariasi.

Apa yang perlu diperhatikan saat memberikan sumber Omega 3 dan 6?

Meski Omega 3 dan 6 penting, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi anak.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pertama, pastikan makanan diberikan dalam bentuk yang aman sesuai usia anak. Hindari kacang utuh pada anak kecil karena berisiko tersedak.
  • Kedua, perhatikan kemungkinan alergi. Beberapa sumber Omega 3 dan 6, seperti ikan, telur, susu, atau kacang, dapat memicu alergi pada anak tertentu.
  • Ketiga, jangan hanya fokus pada satu zat gizi. Anak tetap membutuhkan pola makan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serat, dan cairan.
  • Keempat, batasi makanan ultra-proses yang tinggi gula, garam, dan lemak jenuh. Meski beberapa makanan olahan mungkin mengandung lemak, kualitas gizinya tidak selalu sebaik makanan yang lebih utuh dan bervariasi.

Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter?

Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi bila anak sangat sulit makan, berat badan sulit naik, tinggi badan tidak bertambah sesuai usia, tampak mudah lelah, atau hanya mau makan jenis makanan tertentu dalam waktu lama.

Konsultasi juga diperlukan bila anak memiliki alergi makanan, intoleransi laktosa, gangguan pencernaan, penyakit kronis, atau orang tua ingin memberikan suplemen Omega 3 dan 6.

Dokter dapat membantu menilai status gizi anak, pola makan, kurva pertumbuhan, serta kebutuhan nutrisi yang sesuai.

Kesimpulan

Omega 3 dan 6 untuk anak dapat diperoleh dari berbagai makanan dan minuman bernutrisi, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, tahu, tempe, serta produk pangan atau minuman yang mengandung Omega 3 & 6.

Keduanya termasuk asam lemak esensial yang dibutuhkan tubuh dan perlu diperoleh dari asupan harian. Pada anak, Omega 3 dan 6 dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi selama masa tumbuh kembang.

Selain dari makanan, orang tua dapat mempertimbangkan Frisian Flag UHT Nutribrain Omega sebagai pilihan susu UHT yang mengandung Omega 3 & 6. Susu ini dapat menjadi bagian dari asupan harian anak mulai usia 2 tahun, selama tetap diimbangi dengan makanan dan minuman bergizi lainnya.

Dengan pola makan yang bervariasi, kebiasaan makan yang baik, tidur cukup, aktivitas fisik, dan stimulasi yang sesuai, orang tua dapat membantu anak tumbuh aktif, sehat, dan cermat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Dror, Daphna K., and Lindsay H. Allen. “Dairy Product Intake in Children and Adolescents in Developed Countries: Trends, Nutritional Contribution, and a Review of Association with Health Outcomes.” Nutrition Reviews, vol. 72, no. 2, 2014, pp. 68–81. https://doi.org/10.1111/nure.12078

Innis, Sheila M. “Dietary (n-3) Fatty Acids and Brain Development.” The Journal of Nutrition, vol. 137, no. 4, 2007, pp. 855–859. https://doi.org/10.1093/jn/137.4.855

Linus Pauling Institute. “Essential Fatty Acids.” Micronutrient Information Center, Oregon State University. https://lpi.oregonstate.edu/mic/other-nutrients/essential-fatty-acids

National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine. “Summary Tables, Dietary Reference Intakes: Recommended Dietary Allowances and Adequate Intakes.” The National Academies. https://www.nationalacademies.org/cdn/materials/9fb9fae6-337c-4b7c-9821-2c81d1f65ad0

National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. “Omega-3 Fatty Acids: Fact Sheet for Health Professionals.” NIH Office of Dietary Supplements. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Omega3FattyAcids-HealthProfessional/

U.S. Department of Agriculture. “FoodData Central.” USDA Agricultural Research Service. https://fdc.nal.usda.gov/

van der Wurff, Inge S. M., Barbara J. Meyer, and Renate H. M. de Groot. “Effect of Omega-3 Long Chain Polyunsaturated Fatty Acids (n-3 LCPUFA) Supplementation on Cognition in Children and Adolescents: A Systematic Literature Review with a Focus on n-3 LCPUFA Blood Values and Dose of DHA and EPA.” Nutrients, vol. 12, no. 10, 2020, article 3115. https://doi.org/10.3390/nu12103115

Versi Terbaru

03/08/2026

Ditulis oleh Wicak Hidayat

Ditinjau secara medis oleh Hello Sehat Medical Review Team

Diperbarui oleh: Wicak Hidayat


Artikel Terkait

Pentingnya Omega 3 dan 6 dalam Pilihan Susu Anak

Susu UHT untuk Anak: Ini Kandungan yang Perlu Diperhatikan Orang Tua


Ditinjau secara medis oleh

Hello Sehat Medical Review Team

Kesehatan · None


Ditulis oleh Wicak Hidayat · Tanggal diperbarui 7 jam lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan