7 Gangguan Kesehatan yang Sering Menyerang Wanita Menopause

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apabila Anda memasuki usia 40 sampai 50 tahunan, maka siapkan diri Anda untuk menghadapi masa menopause. Sama seperti ketika pertama kali Anda mengalami datang bulan, beberapa hal akan terjadi pada tubuh, seperti fungsi dan bentuk tubuh, hal yang sama akan Anda rasakan jika memasuki masa menopause. Tapi jangan khawatir, Anda tidak sendirian dalam menghadapi perubahan ini, menopause terjadi pada semua wanita di belahan dunia mana pun. Walaupun begitu, wanita yang memasuki masa menopause berpotensi untuk mengalami beberapa komplikasi dan kondisi medis. Apa saja penyakit yang bisa dialami oleh wanita menopause?

1. Osteoporosis, penyakit yang paling sering menyerang wanita menopause

Wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami osteoporosis dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini sebenarnya disebabkan oleh perubahan hormon wanita yang terjadi saat mengalami menopause. Hormon estrogen – hormon reproduksi wanita – berperan dalam pembentukan sel-sel tulang baru (osteoblas) dan membantu untuk memadatkan tulang. Tanpa estrogen, maka tulang Anda akan menjadi lebih rapuh dan keropos, sehingga mudah untuk mengalami patah tulang.

Bagian tulang yang rentan dengan osteoporosis adalah tulang panggul dan tulang belakang. Untuk mengurangi risiko osteoporosis, sebaiknya melakukan olahraga yang rutin serta makan makanan yang tinggi kalsium serta vitamin D.

2. Wanita menopause berisiko mengalami penyakit hati

Gangguan fungsi hati yang mengintai wanita menopause dapat terjadi akibat perubahan hormon reproduksi. Ya, memang hampir semua masalah yang datang pada wanita menopause diakibatkan oleh hormon yang tidak stabil dan masalah ini masih diakibatkan karena jumlah hormon estrogen yang berubah.

Dalam keadaan normal, hati bertugas untuk mencegah tubuh keracunan, sehingga semua racun dan zat-zat yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dari darah. Sementara, hormon estrogen berperan penting dalam semua proses tersebut. Jadi ketika jumlah hormon tersebut menurun, fungsi hati akan terganggu.

3. Berat badan naik cukup banyak saat menopause

Anda jangan kaget melihat angka timbangan berat badan ketika melewati masa-masa menopause, karena perubahan berat badan adalah hal yang umum terjadi. Kali ini, yang menjadi penyebabnya adalah metabolisme yang lambat pada wanita menopause. Selain itu, massa otot akan mulai berkurang secara perlahan – walaupun memang semua orang yang menua akan mengalami hal yang sama. Pengurangan massa otot membuat metabolisme semakin melambat.

Oleh karena itu, wanita menopause harus menerapkan pola hidup sehat serta memilih makanan dengan prinsip gizi seimbang untuk menjaga berat badannya.

4. Penyakit jantung dan pembuluh darah juga mengintai wanita menopause

Wanita menopause memiliki risiko untuk mengalami berbagai penyakit jantung lebih tinggi dari pada laki-laki. Penurunan hormon estrogen mempengaruhi kecepatan detak jantung wanita yang sudah menopause. Jadi, detak jantungnya menjadi tidak teratur dan hal ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan sebagainya.

5. Intenkontinesia urin, tidak mampu menahan kencing

Seiring dengan bertambahnya usia, otot-otot tubuh Anda tidak lagi sekuat ketika Anda masih muda. Salah satu otot yang melemah adalah di bagian vagina dan kandung kemih, sehingga membuat Anda tidak mampu menahan kencing dalam waktu yang lama, atau tiba-tiba keluar urin saat batuk dan tertawa, dan bisa juga saat kencing yang tidak disengaja ketika mengangkat barang yang berat. Namun tenang, kondisi ini dapat Anda cegah dengan melakukan senam kegel agar otot-otot panggul dan vagina kembali kuat.

6. Pelvic organ prolapse, otot panggul yang melemah

Masih terkait dengan penurunan kemampuan otot yang terjadi pada wanita menopause, pelvic organ prolapse dapat muncul akibat otot dan ligamen yang menyokong organ-organ di sekitar panggul melemah. Kondisi ini mengakibatkan organ-organ mencuat keluar dari posisi rahim dan membuat rahim, kandung kemih, serta dubur menurun dari posisi awalnya.

7. Mata menjadi lebih sering kering akibat menopause

Tidak hanya hormon estrogen saja yang menjadi penyebab utama dari semua kondisi medis yang menyerang wanita menopause. Tetapi hormon testosteron – ya, wanita memiliki hormon ini walaupun dalam jumlah sedikit – yang mengalami penurunan dapat membuat mata Anda menjadi lebih sering kering. Hormon testoteron ini berperan dalam mengatur kelenjar meibom yang berfungsi untuk menghasilkan cairan di mata dan mencegahnya kering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit