8 Tips Hidup Tetap Aktif dan Nyaman Dengan Inkontinensia Urin

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/07/2017
Bagikan sekarang

Inkontinensia urine atau sulit menahan kencing bisa terjadi karena beberapa hal. Entah karena proses penuaan alami, menopause, pascamelahirkan, atau kondisi medis lainnya. Hal ini tentu sangat mengganggu. Terutama kalau Anda sedang berada di luar rumah. Tenang saja, Anda akan tetap bisa menjalani aktivitas dengan lancar kalau melakukan delapan siasat sehat ini.

Tips mengendalikan inkontinensia urine

Bila Anda punya masalah inkontinensia urine, sebaiknya periksa ke dokter. Namun, Anda juga bisa memastikan langkah-langkah berikut ini setiap harinya.

1. Minum yang cukup

Jangan salah, inkontinensia urine bukan berarti Anda tidak boleh banyak minum supaya tidak “mengompol”. Menurut seorang pakar urologi dari University of Kansas Medical Center di Amerika Serikat (AS), dr. Tomas Griebling, kurang minum justru akan membuat air kencing lebih pekat. Akibatnya, kandung kemih jadi teriritasi dan Anda jadi sering merasa ingin pipis terus. Intinya, Anda tidak boleh lupa mencukupi kebutuhan cairan Anda agar tidak memperparah gejala.

2. Jangan menunda kencing

Jangan menunggu ada dorongan untuk pipis dulu untuk buang air kecil. Cara ini mungkin tidak akan menimbulkan masalah pada orang normal. Tapi pada orang dengan inkontinensia urin, ini justru malah dapat menimbulkan masalah. Kalau kandung kemih Anda kosong, Anda tentu tidak akan “mengompol”. Seorang spesialis urologi dari Stanford University School of Medicine di AS, dr. Craig Comiter menyarankan untuk pipis secara teratur walau belum ada dorongan untuk pipis. Misalnya setiap dua sampai tiga jam sekali.

3. Latihan Kegel

Senam Kegel adalah bentuk latihan otot panggul bawah yang sangat berguna untuk orang dengan masalah inkontinensia urine. Senam ini sangat baik untuk melatih ketahanan dan kontraksi otot-otot yang bekerja saat Anda menahan dan membuang urine. Anda bisa melihat panduan melakukan senam Kegel di sini.

4. Menjaga berat badan sehat

Menurut sebuah studi dalam British Medical Journal (BMJ), orang yang kelebihan berat badan atau obesitas rentan mengalami inkontinensia urine. Maka, Anda yang saat ini kelebihan berat badan sangat disarankan untuk menjaga berat badan yang ideal. Hal ini bisa ditempuh dengan cara menjalani pola hidup sehat. Pastikan Anda rajin berolahraga, memerhatikan pola makan, dan cukup istirahat.

5. Batasi minuman berkafein dan beralkohol

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, atau minuman energi dan juga minuman beralkohol seperti bir dan wine memiliki sifat diuretik. Diuretik adalah golongan obat yang membuat tubuh jadi sering mengeluarkan cairan melalui berkemih. Karena itu, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol secara berlebihan.

6. Berhenti merokok

Seperti dijelaskan oleh seorang spesialis urologi dari University of Miami Miller School of Medicine di AS, dr. Yvonne Koch, berhenti merokok adalah cara yang sangat ampuh dalam mengendalikan gangguan buang air kecil. Merokok bisa melemahkan jaringan-jaringan dalam tubuh, termasuk otot-otot yang membantu Anda mengontrol proses berkemih. Anda juga mungkin jadi batuk-batuk sehingga semakin sulit menahan kencing. Selain itu, penelitian telah membuktikan kalau merokok bisa meningkatkan risiko kanker kandung kemih.

7. Langsung cari toilet di tempat umum

Buat orang yang punya masalah inkontinensia urine, sebaiknya langsung cari tahu di mana letak toilet saat Anda berada di tempat umum. Misalnya saat Anda pergi ke bioskop. Dengan begitu, nanti kalau situasinya sudah cukup genting, Anda bisa langsung menuju toilet. Tidak perlu lagi pusing mencari-cari tempatnya.

8. Pakai popok dewasa atau pembalut

Bila Anda ingin bepergian jauh, sebaiknya berjaga-jaga dengan menggunakan pembalut atau popok khusus orang dewasa. Begitu juga kalau Anda sedang melaksanakan kegiatan di mana Anda tidak bisa sering ke kamar mandi, misalnya mengerjakan ujian. Memakai popok dewasa bisa membantu mencegah urine keluar tiba-tiba. Apalagi kalau Anda sedang dilanda rasa gugup dan cemas.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020